📑 Daftar Isi

Dyson CameraJet, sikat gigi elektrik pintar dengan kamera bawaan dan teknologi AI

Dyson CameraJet: Sikat Gigi Kamera AI yang Bikin Heboh Dunia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Dyson CameraJet jadi satu-satunya sikat gigi pintar sekaligus water flosser berkamera
  • Menggabungkan pencitraan, machine learning, dan precision fluid dynamics
  • Riset Dyson: 9 dari 10 orang tidak flossing sesering yang seharusnya
  • Kamera aktif hanya saat live viewing atau auto-jetting, tanpa rekaman atau penyimpanan
  • Dyson akui ada masalah komponen pada batch produksi awal

Telset.id – Dyson CameraJet resmi menjadi sorotan dunia setelah hadir sebagai satu-satunya sikat gigi elektrik pintar sekaligus water flosser yang dilengkapi kamera bawaan. Perangkat ini menggabungkan pencitraan, machine learning, dan precision fluid dynamics untuk mendeteksi celah antar gigi, lalu menyemprotkan jet mouthrinse tepat ke area tersebut. Kehadiran CameraJet menandai langkah Dyson masuk ke ranah kesehatan mulut dengan pendekatan engineering yang selama ini melekat pada produk penyedot debu dan penata rambut mereka.

Dyson CameraJet tiba sepuluh tahun setelah rumor online muncul bahwa Dyson mengajukan paten untuk sikat gigi elektrik dengan water jet. Alih-alih sekadar mengikuti rumor tersebut, Dyson menghadirkan produk yang melampaui kebiasaan umum dan dipenuhi inovasi. Sejumlah jurnalis, termasuk yang meninjau langsung seminggu sebelum peluncuran, menjadi salah satu orang pertama yang mencoba Dyson CameraJet secara hands-on.

Sejak diluncurkan, CameraJet menuai beragam reaksi. Banyak pihak memuji Dyson karena mendorong batas inovasi di bidang kesehatan mulut. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan harganya, melaporkan gangguan pada unit mereka secara online, dan mempertanyakan apakah sebuah sikat gigi benar-benar membutuhkan kamera.

Alasan Dyson Masuk ke Perawatan Mulut

Ketika pertama kali melihat CameraJet, pertanyaan yang muncul adalah mengapa Dyson merambah ke ranah sikat gigi elektrik dan mengapa sekarang. Tim Dyson menyatakan mereka suka memulai dari masalah yang dialami orang setiap hari, lalu bertanya apakah masalah itu bisa diselesaikan lebih baik melalui rekayasa.

“Perawatan mulut adalah area di mana banyak orang ingin memperbaiki rutinitas mereka, tetapi sering kesulitan dengan konsistensi, teknik, atau memahami seberapa efektif mereka menyikat gigi,” jelas Rich Bacon, head of product development di Dyson.

Bacon menambahkan bahwa riset Dyson menunjukkan 9 dari 10 orang tidak flossing sesering yang seharusnya. Temuan ini memperkuat kebutuhan akan solusi yang membantu menyasar celah antar gigi sebagai bagian dari rutinitas harian. Menurutnya, teknologi kini berada di titik di mana Dyson dapat menggabungkan WiFi, AI, intelligent sensing, dan fluid dynamics dengan pengalaman menyikat gigi yang dirancang secara presisi, sehingga inilah waktu yang tepat untuk membawa produk ke pasar.

Dengan menggabungkan dua perangkat, yaitu sikat gigi dan water flosser, CameraJet berpotensi menghemat waktu dalam rutinitas harian dan membantu pengguna menyikat gigi sesuai durasi yang direkomendasikan. “Dalam riset kami, kami menemukan banyak orang menyikat gigi selama 45 detik, padahal waktu optimal adalah dua menit, atau idealnya tiga menit,” ujar Bacon. Ia mengaku saat memakai perangkat ini sendiri selama tiga menit, pengalamannya jauh lebih praktis dibandingkan harus memakai perangkat terpisah untuk membersihkan gigi.

Teknologi di Balik CameraJet

Yang paling membuat Bacon bersemangat tentang CameraJet adalah perpaduan rekayasa canggih dengan pengalaman pengguna yang sederhana. Menurutnya, ada banyak sekali teknologi yang bekerja di balik layar, mulai dari kamera dan machine learning, Gap Optical Targeting, hingga precision fluid dynamics. Namun, pengguna tidak perlu memikirkan semua itu.

“Sebagai engineer, itu selalu menjadi tujuan kami: menyelesaikan masalah kompleks dengan cara yang terasa mudah bagi orang yang menggunakan produk,” kata Bacon.

Bacon meyakini teknologi ini berpotensi membuat perawatan mulut lebih konsisten dan personal. Banyak orang menyikat gigi dengan cara yang sama setiap hari tanpa benar-benar mengetahui apakah mereka membersihkan gigi secara efektif, dan banyak yang tidak flossing sesering yang seharusnya. Dyson CameraJet menghadirkan brushing, precision-flossing, dan mouth-rinsing dalam rutinitas untuk menyasar celah antar gigi tempat plak dapat menumpuk.

Dyson CameraJet electric toothbrush

Di sisi lain, kehadiran kamera di kamar mandi tentu menimbulkan kekhawatiran soal privasi. Bacon menegaskan bahwa kamera hanya aktif selama live viewing atau auto-jetting. Tidak ada gambar yang direkam atau disimpan di produk maupun di cloud, dan gambar tetap privat bagi pengguna.

“Kami sangat serius soal privasi,” ujarnya. Aplikasi MyDyson disebut sebagai companion yang menyediakan insight pembersihan unik, seperti location coverage. Melalui aplikasi tersebut, pengguna juga dapat mengakses guided cleaning, coverage mapping, dan umpan balik personal agar lebih memahami area mana yang sudah dibersihkan dengan baik dan mana yang mungkin terlewat.

Saat ditanya apakah aplikasi ini bisa berkembang menjadi platform data kesehatan yang lebih luas, Bacon menyatakan aplikasi dirancang sebagai platform yang dapat berkembang seiring waktu. Fokus utamanya saat ini adalah insight yang berguna dan berbasis bukti untuk membantu orang memahami kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan interdental. Menurutnya, ada peluang untuk membuat perilaku tersebut lebih mudah dilihat, dipahami, dan diperbaiki. Panduan di masa depan harus didasarkan pada bukti yang kuat dan dikembangkan secara bertanggung jawab, tetapi ambisi Dyson adalah memberdayakan pengguna dengan umpan balik yang akurat soal perawatan mulut mereka.

Bagi Anda yang tertarik dengan inovasi perangkat pintar lain, Telset.id juga pernah membahas HoverAir Versa yang menggabungkan gimbal camera dan drone dalam satu perangkat.

Sejak peluncurannya, muncul laporan di Reddit mengenai sejumlah kecil batch produksi awal yang mengalami malfungsi. Menanggapi hal ini, juru bicara Dyson menyatakan pihaknya menyadari bahwa sejumlah kecil batch awal produk Dyson CameraJet mungkin mengalami masalah komponen. “Kami mengisolasi batch tersebut dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mendukung pelanggan kami. Kami mendapat reaksi yang sangat positif terhadap Dyson CameraJet baru dan mengalami permintaan yang kuat secara global, serta melihat beberapa kekurangan pasokan karena kami sedang dalam proses meningkatkan produksi,” ujar juru bicara Dyson.

Terlepas dari apakah Anda tertarik mencoba sikat gigi dengan kamera bawaan dan aplikasi pintar, langkah Dyson membuka jalan baru dalam inovasi kesehatan mulut. Sebelumnya, Telset.id juga pernah mengulas bagaimana kamera 100k pixel menjadi salah satu pembeda utama perangkat ini di pasar sikat gigi pintar.

[INFO]
Berikut adalah informasi tambahan terkait artikel ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.