Telset.id – Para pengguna kartu grafis Nvidia RTX 50-series yang gemar melakukan overclocking ekstrem harus bersiap menerima kabar buruk. Driver terbaru Nvidia, versi 615.56, dilaporkan memblokir fungsi utama aplikasi overclocking mVolt+ di seluruh lini produk tersebut, membuat alat andalan para enthusiast ini tidak dapat digunakan.
mVolt+ selama ini dikenal sebagai perangkat lunak khusus yang memungkinkan pengguna melampaui batas daya yang ditetapkan oleh driver standar Nvidia. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat mengatur daya secara terpisah untuk inti (core) dan saluran memori, serta mengakses voltage dan clock offset untuk berbagai komponen seperti Core, XBAR, SYS, dan VRAM. Kemampuan ini membuat mVolt+ menjadi primadona bagi para overclocker yang ingin mendorong performa GPU mereka hingga batas maksimal.
Laporan yang beredar di komunitas overclocking menyebutkan bahwa driver Nvidia 615.56 kini memblokir pengaturan batas daya inti (core power limit) yang sebelumnya bisa diakses melalui mVolt+ versi 0.36. Ketika pengguna mencoba menyesuaikan pengaturan tersebut, aplikasi langsung mengalami kegagalan atau “black out” seolah-olah driver mengalami crash atau dinonaktifkan, berapa pun tambahan arus yang diterapkan.
Kabar ini tentu mengecewakan banyak pihak, terutama mengingat kemampuan mVolt+ yang telah terbukti mampu mendorong GPU RTX 50-series ke tingkat performa yang luar biasa. Sebagai contoh, pekan lalu sebuah kartu grafis Asus ROG Astra RTX 5080 berhasil mencapai daya 680W menggunakan mVolt+, padahal BIOS OC resmi dari pabrikan hanya mengizinkan TDP maksimal 450W. Bahkan ada pengguna RTX 5090 yang melaporkan GPU mereka mampu menarik daya hingga 650-700W saat bermain game, dibandingkan dengan konsumsi daya normalnya yang hanya sekitar 450W.
Baca Juga:
Kemampuan mVolt+ memang berbeda dari utilitas overclocking mainstream seperti MSI Afterburner. Jika MSI Afterburner hanya mengandalkan slider global untuk mengatur daya, mVolt+ memberikan kontrol yang jauh lebih granular. Pengguna bisa mengatur daya secara manual pada interconnect dan encoder video secara terpisah, memberikan fleksibilitas yang biasanya hanya bisa didapatkan melalui modifikasi VBIOS khusus atau modifikasi fisik pada PCB.
Meskipun peningkatan performa yang dihasilkan dalam penggunaan sehari-hari tergolong marginal, mVolt+ tetap menjadi alat yang sangat berguna bagi para overclocker. Aplikasi ini memungkinkan para enthusiast untuk bersaing di peringkat dunia 3DMark hanya melalui software, tanpa perlu melakukan modifikasi hardware yang berisiko. Oleh karena itu, berhentinya fungsi mVolt+ secara mendadak ini menjadi pukulan telak bagi komunitas overclocking.
Hingga saat ini, belum jelas apakah pemblokiran ini merupakan langkah yang disengaja dari Nvidia atau sekadar masalah kompatibilitas antara mVolt+ dengan driver terbaru. Namun, ada secercah harapan bagi para pengguna. Beberapa pengguna di thread Overclock.net RTX 5090 melaporkan bahwa GPU mereka masih dapat menerima modifikasi batas daya melalui Hydra 2.3B Pro, utilitas overclocking ekstrem lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa mVolt+ mungkin tidak diblokir secara eksplisit oleh Nvidia, melainkan hanya mengalami konflik dengan driver terbaru.

Jika dugaan ini benar, maka kreator mVolt+ yang dikenal dengan nama b00nz berpeluang untuk merilis pembaruan yang dapat mengatasi konflik driver tersebut dalam waktu dekat. Para pengguna setia mVolt+ tentu berharap agar pembaruan segera hadir, mengingat alat ini telah menjadi bagian penting dari perangkat overclocking mereka.
Sementara menunggu kabar selanjutnya, para pengguna RTX 50-series yang mengandalkan mVolt+ mungkin perlu mencari alternatif lain atau bersabar menunggu pembaruan dari pengembang. Situasi ini juga menjadi pengingat bahwa overclocking ekstrem selalu memiliki risiko, termasuk kemungkinan utilitas yang digunakan tidak lagi kompatibel dengan driver terbaru.
Bagi mereka yang tertarik mengikuti perkembangan dunia GPU dan overclocking, berbagai informasi terkait sistem orkestrasi data Nvidia juga menarik untuk disimak. Selain itu, kabar tentang penambahan GPU Nvidia oleh AWS untuk infrastruktur AI 2027-2028 menunjukkan bahwa Nvidia terus memperluas pengaruhnya di berbagai sektor.
Kejadian ini juga menyoroti dinamika yang sering terjadi antara produsen hardware dan pengembang software overclocking. Di satu sisi, Nvidia memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas dan keamanan produknya. Di sisi lain, para enthusiast selalu mencari cara untuk mengekstrak performa maksimal dari hardware yang mereka miliki.
Terlepas dari apapun penyebabnya, yang jelas saat ini para pengguna mVolt+ harus menunggu langkah selanjutnya dari pengembang aplikasi tersebut. Apakah akan ada pembaruan yang memperbaiki kompatibilitas dengan driver 615.56, atau justru aplikasi ini ditinggalkan selamanya, hanya waktu yang bisa menjawab.
Yang pasti, insiden ini menunjukkan betapa rapuhnya ketergantungan para overclocker pada software pihak ketiga. Ketika driver baru dirilis, selalu ada risiko utilitas overclocking tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi siapa pun yang serius menekuni hobi overclocking.
Bagi pengguna RTX 50-series yang tidak terlalu bergantung pada mVolt+, perubahan ini mungkin tidak terlalu berpengaruh. Namun, bagi mereka yang telah terbiasa dengan kontrol granular yang ditawarkan aplikasi ini, kehilangan akses ke fitur tersebut tentu menjadi kemunduran yang cukup signifikan.
Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan dari kisah ini. Apakah b00nz akan segera merilis pembaruan, atau apakah Nvidia akan memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini. Yang jelas, komunitas overclocking kini berada dalam mode waspada.





Komentar
Belum ada komentar.