Telset.id – Casio resmi memperkenalkan dua model baru G-Shock yang memiliki karakter sangat berbeda, termasuk MRG-D5000 yang diklaim sebagai G-Shock produksi termahal dan paling langka sepanjang sejarah. Jam tangan tersebut menjadi sorotan karena seluruh bezel dan outer case-nya dibentuk dari blue sapphire crystal, dengan banderol harga yang jauh melampaui model G-Shock mana pun sebelumnya.
Bagi pengguna yang terbiasa memantau lini wearable Casio, kehadiran MRG-D5000 sekaligus menegaskan posisi G-Shock di segmen jam tangan mewah. Casio menyebut MRG-D5000 sebagai “rarest and most valuable production G-Shock to date”, sebuah klaim yang didukung oleh jumlah produksi yang sangat terbatas.
Selain MRG-D5000, Casio juga meluncurkan G-Shock Mudman GDG-B100 yang menyasar segmen berbeda. Model ini dibanderol mulai £200 (sekitar $264) dan dirancang khusus untuk kebutuhan militer serta first responders.
Blue Rose Project dan Harga MRG-D5000
Koleksi ini diberi nama “Blue Rose Project” karena blue rose dianggap sebagai simbol kemampuan mewujudkan sesuatu yang mustahil, sebab bunga tersebut tidak ada di alam. Proyek ini menempatkan MRG-D5000 sebagai flagship, didampingi dua model lain, yaitu MRG-B5000SA-2 dan GMW-B5000SB-1A.
Terkait harga, keterangan yang beredar berbeda-beda. Sumber menyebut MRG-D5000 dibanderol £67.000 (sekitar $88.600), sementara sumber lain menyebut angka $80.000. Jumlah unit yang diproduksi juga sangat terbatas, yaitu hanya 20 unit di seluruh dunia.
Angka tersebut menempatkan MRG-D5000 sejajar dengan jam tangan mewah seperti Patek Philippe atau Porsche Macan. Bagi Casio, ini menjadi langkah yang cukup mencolok mengingat perusahaan juga menjual jam tangan dengan harga di bawah $90.
Baca Juga:
Sejarah Proyek dan Teknologi Multi-Guard Structure
Casio mengungkapkan bahwa kisah MRG-D5000 berawal dari Dream Project yang dipimpin oleh pencipta G-Shock, Kikuo Ibe. Pada 2018, proyek tersebut menghasilkan G-D5000, jam tangan berbahan 18-karat gold yang tetap mempertahankan ketahanan guncangan premium. Pada tahun yang sama, Casio memperkenalkan konsep jam tangan sapphire crystal di Basel, Swiss, yang menunjukkan keindahan ide tersebut namun belum mampu memenuhi standar ketahanan guncangan G-Shock.
Konsep jam tangan crystal pada 2017 memerlukan penopang logam untuk menahan bagian-bagian crystal agar tetap menyatu, yang menjadi salah satu alasan mengapa konsep tersebut tidak lolos uji ketahanan G-Shock. Tim engineering MR-G kemudian menemukan bahwa membagi outer case menjadi beberapa komponen yang saling berinteraksi dapat menyebarkan dampak lebih efektif dibandingkan konstruksi satu bagian konvensional.
Temuan tersebut menjadi dasar Multi-Guard Structure yang diperkenalkan pada titanium MRG-B5000 tahun 2022, dan akhirnya dikembangkan menjadi Multi-Guard Structure for Sapphire pada MRG-D5000. Konstruksi ini disebut mengambil inspirasi dari teknik rangka kayu tradisional Jepang, menggunakan potongan yang saling mengunci alih-alih menempatkan tekanan pada lubang sekrup atau detail lain yang bisa menyebabkan keretakan.
Untuk mewujudkannya, Casio harus mengembangkan struktur tahan guncangan baru yang didedikasikan khusus, dengan konstruksi Multi-Guard yang menggunakan sambungan nyaris tak terlihat serta metode perakitan tanpa sekrup sama sekali. Proses ini memerlukan jig dan fixture baru yang sepenuhnya khusus, dan disebutkan hanya satu orang di Yamagata Casio yang saat ini mampu melakukan proses tersebut.
Bezel dan outer case MRG-D5000 sepenuhnya diproses dari ingot blue sapphire crystal yang ditumbuhkan selama beberapa bulan. Berbeda dari konsep 2017, strap jam ini bukan berbahan sapphire, melainkan karet yang mengulang pola bata pada watch face dengan detail timbul. Sebagai pelengkap, marka MR-G, tulisan “Shock Resist”, dan lettering lain pada face menggunakan emas 24 karat.
Meski menggunakan material yang secara inheren rapuh, MRG-D5000 tetap mengusung spesifikasi G-Shock lengkap. Jam ini memiliki ketahanan air hingga 20 bar atau 200 meter, solar power alias Tough Solar, Multi Band 6 radio control, stopwatch 1/100 detik, countdown timer, lima alarm harian, serta full-auto LED backlight.
Pembuatan watch case dari sapphire sebenarnya bukan hal baru di dunia jam tangan high-end. Sejumlah produsen terkemuka, termasuk Richard Mille dan Hublot, pernah merilis produk berbahan crystal tersebut. Namun untuk membuat case sapphire bekerja pada G-Shock, Casio harus membangun struktur tahan guncangan yang benar-benar baru.
Mudman GDG-B100 untuk Militer dan First Responders
Berbeda dari MRG-D5000 yang menyasar kolektor, G-Shock Mudman GDG-B100 dirancang untuk penggunaan keras sehari-hari. Casio menggunakan carbon fiber-reinforced resin untuk meningkatkan kekakuan case sehingga lebih tahan terhadap kerusakan dan deformasi.
Jam ini memiliki segel kedap udara lengkap, dengan gasket yang dipasang pada poros tombol untuk mencegah masuknya lumpur dan debu ke dalam case. Layarnya menggunakan memory-in-pixel (MIP) LCD, dan seperti Apple Watch Ultra serta Samsung Galaxy Watch Ultra, terdapat red LED backlight yang aktif setelah gelap untuk menjaga penglihatan malam.
Dari sisi fitur kebugaran, GDG-B100 mengukur jarak, kecepatan, pace, dan kalori yang terbakar, di samping fungsi stopwatch. Jam ini dapat menyimpan hingga 100 lap time, menawarkan interval timer dengan hingga lima pengaturan waktu, dan menghitung langkah menggunakan accelerometer bawaan.
Untuk menghubungkan jam dengan aplikasi Casio via Bluetooth, pengguna perlu menggunakan Smartphone Link. Saat terhubung ke ponsel, jam juga dapat memberikan vibration alert untuk panggilan masuk, email, pembaruan media sosial, notifikasi kalender, dan pengingat.
G-Shock Mudman GDG-B100 tersedia dalam tiga pilihan gaya, yaitu all black, dark green dengan aksen oranye, atau band berwarna sand dengan bezel hitam. Model ini dibanderol mulai £200 atau sekitar $264.
Di sisi lain, koleksi Blue Rose Project juga menghadirkan dua model pendamping. MRG-B5000SA-2 memiliki dua blue sapphire facet-cut seberat dua karat dan eksterior titanium grade-5, dengan jumlah terbatas 500 unit dan harga $9.500. Sementara GMW-B5000SB-1A, model termurah dalam koleksi ini, menggabungkan eksterior full-metal hitam dengan empat blue sapphire round brilliant-cut dan dibanderol $850.
Ketiga jam tangan baru tersebut sama-sama memiliki ketahanan G-Shock terhadap benturan dan jatuh, tahan air hingga 200 meter, solar-powered, serta dilengkapi radio-controlled timekeeping, world time, stopwatch, countdown timer, lima alarm harian, dan full-auto LED backlight.
Bagi pengguna di Indonesia yang mengikuti perkembangan lini Casio, kehadiran MRG-D5000 menandai bagaimana G-Shock bergerak dari jam tangan tangguh menjadi objek koleksi bernilai tinggi. Sebelumnya, Casio juga sempat menarik perhatian lewat model seperti Casio F-B100W yang mengusung fitur step counting, serta produk lain di luar kategori jam tangan seperti Casio CRW-H001M-8 dan earbud earU ER-100. Langkah Casio menghadirkan MRG-D5000 menunjukkan bahwa standar ketahanan G-Shock tetap dipertahankan, bahkan ketika material yang digunakan jauh lebih rapuh dan proses produksinya hanya bisa ditangani oleh satu orang di Yamagata Casio.





Komentar
Belum ada komentar.