Camp Snap 110D, kamera digital tanpa layar berdesain horizontal tipis bergaya kamera film Kodak 110 dalam warna hitam dan abu-abu

Camp Snap 110D Meluncur, Kamera Digital Tanpa Layar Rp1,2 Juta

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Camp Snap 110D meluncur dengan desain horizontal tipis bergaya kamera film Kodak 110 era 1970-an
  • Harga preorder $74.95 (sekitar Rp1,2 juta), tersedia warna back in black dan dreamsicle
  • Pakai sensor Sony 1/3.2 inci 8MP dan lensa 4.2mm f/2.0 dengan ulir filter 30.5mm
  • Klaim tombol shutter "tercepat" menjawab keluhan shutter lag kamera Camp Snap sebelumnya
  • Tanpa layar, simpan 2.000 foto via microSD 4GB, baterai 800mAh untuk 500 jepretan

Telset.id – Camp Snap resmi memperluas lini kamera digital point-and-shoot tanpa layarnya dengan memperkenalkan Camp Snap 110D, kamera saku berdesain horizontal tipis yang meniru gaya kamera film Kodak 110 yang populer pada 1970-an. Kamera ini sudah bisa dipesan lebih awal (preorder) mulai hari ini dengan harga $74.95, setara sekitar Rp1,2 juta, dalam pilihan warna back in black (hitam dan abu-abu) serta dreamsicle (putih dan oranye) lengkap dengan aksesori senada.

Kehadiran Camp Snap 110D menjadi jawaban atas salah satu keluhan terbesar pengguna kamera Camp Snap sebelumnya, yakni lambatnya respons tombol shutter. Camp Snap mengklaim 110D memiliki tombol shutter yang “didesain ulang” dan menjadi “desain tombol shutter tercepat sejauh ini”, sehingga mampu menghadirkan respons shutter yang nyaris instan. Masalah shutter lag atau jeda antara tombol ditekan dan gambar terekam memang menjadi kritik yang muncul di hampir semua kamera Camp Snap sebelumnya.

Dari sisi spesifikasi, Camp Snap 110D bukan kamera yang mengandalkan jumlah megapiksel besar. Kamera ini memakai sensor CMOS Sony 1/3.2 inci beresolusi 8 megapiksel, sama seperti yang digunakan Camp Snap 2, dipadukan lensa 4.2mm f/2.0. Lensa tersebut kompatibel dengan filter screw-on 30.5mm bagi pengguna yang ingin bereksperimen dengan fotografi wide-angle atau makro. Untuk hasil foto bernuansa retro, tersedia lima filter perangkat lunak bawaan dengan efek vintage, analog, dan hitam putih yang bisa dipilih lewat sliding switch.

Desain Camp Snap 110D terinspirasi dari banyaknya kamera murah dari perusahaan seperti Canon, Minolta, dan Pentax yang menggunakan kartrid film 110 yang pertama kali diperkenalkan Kodak pada 1972. Kartrid tersebut mudah digunakan bahkan oleh fotografer pemula dan bisa dicuci menggunakan mesin yang sudah mampu memproses film motion picture 16mm. Lomography menjadi salah satu perusahaan terakhir yang masih memproduksi film 110, tetapi Camp Snap 110D menawarkan pengalaman serupa dengan kenyamanan digital.

Dari sisi portabilitas, siluet ramping dan memanjang membuat Camp Snap 110D lebih mudah dibawa dibandingkan Camp Snap 2 dan Camp Snap Pro. Kamera ini bisa dikenakan pada tali pergelangan tangan atau lanyard, dan dengan panjang 143.2mm pada sisi terpanjangnya, kamera ini mudah masuk ke saku jaket atau tas kecil.

Baca Juga:

Camp Snap 110D mengandalkan optical viewfinder, dan tidak ada cara untuk melihat hasil jepretan sampai pengguna menyalinnya ke komputer atau ponsel. Kartu microSD 4GB bawaan yang disimpan di balik pintu berpengaman sekrup agar tidak ditemukan anak-anak mampu menyimpan hingga 2.000 foto sebelum perlu dipindahkan ke perangkat mobile atau PC melalui USB-C. Baterai 800mAh yang dibenamkan cukup untuk sekitar 500 jepretan, sementara mode tidur otomatis yang cepat terbangun saat tombol shutter ditekan membantu mencegah baterai terkuras tanpa harus terus menyalakan dan mematikan kamera.

Fitur lain yang dibawa Camp Snap 110D mencakup flash bawaan dengan suhu warna yang bisa disesuaikan serta layar LCD tersegmentasi sederhana di bagian belakang yang menampilkan sisa daya baterai dan jumlah foto yang telah diambil. Sama seperti kamera Camp Snap lainnya, 110D sepenuhnya tanpa layar dan mengandalkan koneksi USB-C untuk pengisian daya sekaligus transfer gambar.

Fitur Quick Draw yang sebelumnya hadir di Camp Snap 2 juga kembali dibawa ke 110D. Fitur ini memungkinkan kamera cepat terbangun dari mode tidur tidak aktif dan langsung menangkap gambar. Pada Camp Snap 2, fitur ini disebut sempat membuat sebagian pengguna keliru menilai shutter lag kamera lebih buruk dari kondisi sebenarnya.

Pintu kartu memori dan kontrol pengaturan pada Camp Snap 110D juga bisa dikunci, sehingga kamera aman diberikan kepada pengguna yang lebih muda. Ada pula ulir filter 30.5mm pada lensa wide-angle setara 26mm, yang memungkinkan pemasangan filter screw-on untuk menciptakan efek bergaya. Camp Snap beberapa kali memberi sinyal berencana memproduksi filter screw-on sendiri untuk kameranya, tetapi hingga kini belum ada yang muncul.

Dari sisi harga, Camp Snap 110D dibanderol $74.95 atau sekitar £56 / AU$105. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding harga peluncuran Camp Snap 2 yang dijual $69.95 / £53 (sekitar AU$130), namun masih lebih rendah dari harga Camp Snap Pro 16MP yang dibanderol $99 / £90 (sekitar AU$180). Keterangan harga di antara sumber yang ada memang berbeda-beda, dengan sebagian menyebut angka konversi yang tidak sepenuhnya seragam.

Secara keseluruhan, Camp Snap 110D tidak membawa banyak hal baru dari sisi kemampuan pencitraan dibandingkan kamera Camp Snap sebelumnya. Namun, klaim perbaikan pada respons tombol shutter menjadi pembeda utama yang ditonjolkan Camp Snap, sekaligus menjawab keluhan yang sudah lama menghantui lini kamera tanpa layar mereka sejak awal kemunculannya. Bagi Camp Snap, 110D adalah upaya menyatukan dua tren yang sedang berjalan sekaligus: kamera mungil yang menggemaskan dan gaya retro. Sebelumnya, Lomography sempat lebih dulu mengadopsi tampilan kamera 110 lewat Lomatic 110, tetapi itu merupakan kamera analog yang memakai film format 110mm asli, sedangkan Camp Snap 110D sepenuhnya digital.

[ META_DESCRIPTION]
Camp Snap 110D resmi diperkenalkan sebagai kamera digital tanpa layar bergaya film 110 era 1970-an. Harga mulai $74.95, klaim shutter lebih instan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.