📑 Daftar Isi

Bocoran Spesifikasi Chipset Isyaratkan Xiaomi 17 Fold Segera Rilis

Bocoran Spesifikasi Chipset Isyaratkan Xiaomi 17 Fold Segera Rilis

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Jika Anda mengira pasar ponsel lipat horizontal tahun 2025 hanya diramaikan oleh nama-nama lama, bersiaplah untuk berpikir ulang. Xiaomi, raksasa teknologi asal China, dikabarkan sedang mempersiapkan senjata barunya yang paling ambisius. Bukan sekadar penerus Mix Fold 4, perangkat ini disebut-sebut bakal menjadi smartphone gaming 2025 pertama yang ditenagai chipset buatan sendiri. Sebuah bocoran terbaru mengindikasikan bahwa ponsel lipat ini tidak hanya akan mengubah cara kita melihat layar, tetapi juga bagaimana kita memandang performa mobile.

Selama bertahun-tahun, Xiaomi identik dengan chipset Snapdragon dari Qualcomm atau Dimensity dari MediaTek. Namun, angin segar berembus kencang. Sebuah laporan eksklusif dari Ximitime mengungkap bahwa perangkat berkode “Lhasa” dengan nomor model 2608BPX34C telah muncul di database Mi Code. Yang membuat dunia teknologi gempar adalah kehadiran referensi chipset Xring O3 di samping perangkat tersebut. Inilah chip in-house generasi kedua Xiaomi, yang dipercaya akan menjadi otak dari sang raja lipat berikutnya.

Bayangkan ini: Anda membuka ponsel lipat selebar 8 inci, lalu menjalankan game berat seperti Genshin Impact atau Call of Duty Mobile tanpa jeda sedetik pun. Itulah janji yang dibawa oleh Xring O3. Chip ini merupakan penerus dari Xring O1 yang sukses besar di Xiaomi 15S Pro tahun lalu. Dengan arsitektur baru yang diklaim lebih efisien, Xring O3 bisa menjadi jawaban atas pertanyaan klasik: “Kenapa ponsel lipat belum bisa jadi perangkat gaming utama?”

Pertanyaan retoris itu kini terjawab. Xiaomi tampaknya tidak ingin hanya menjadi pemain di pasar foldable, melainkan ingin mendefinisikan ulang kategori tersebut. Mereka ingin ponsel lipat Anda bukan sekadar alat produktivitas, melainkan juga mesin hiburan portabel yang ganas. Dan semua itu dimulai dari satu chip kecil bernama Xring O3.

Dari Mix Fold ke Lhasa: Evolusi yang Tertunda

Nama “Lhasa” sendiri cukup unik. Kota di Tibet ini identik dengan ketenangan dan ketinggian. Mungkin Xiaomi ingin memberi kode bahwa perangkat ini akan berada di level tertinggi performa ponsel lipat. Namun, perjalanan menuju puncak itu tidaklah mulus. Seperti yang kami lansir sebelumnya, rilis Xiaomi 17 Fold bakal tertunda dari jadwal awal.

Awalnya, banyak yang berspekulasi perangkat ini akan meluncur bersamaan dengan jajaran Xiaomi 17 series di kuartal pertama 2025. Namun, kenyataan berkata lain. Sumber internal menyebutkan bahwa Xiaomi memutuskan untuk menunda peluncuran demi menyempurnakan integrasi antara hardware dan software. Ini adalah langkah cerdas. Lebih baik terlambat lahir sempurna, daripada cepat rilis tapi bermasalah. Apalagi, ini adalah ponsel lipat pertama Xiaomi yang menggunakan chip bikinan sendiri.

Spekulasi kini mengarah pada jendela rilis di awal Juli 2025. Artinya, kita masih harus bersabar beberapa bulan lagi. Namun, jika bocoran ini akurat, penantian itu sepadan. Xiaomi 17 Fold, atau mungkin akan disebut Xiaomi Mix Fold 5 atau Mix Fold 6, siap menjadi kuda hitam di kelas ponsel lipat premium.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai nama final perangkat ini. Apakah akan mengikuti jejak Xiaomi 17 series dengan embel-embel “Fold”, atau tetap setia pada lini Mix? Yang jelas, kode “Q18” dan nama “Lhasa” adalah petunjuk kuat bahwa perangkat ini nyata dan sedang dalam tahap pengembangan akhir.

Xiaomi-Mix-Fold-4

Xiaomi 17 Max: Kakak Kandung yang Lebih Dulu Lahir

Sembari menanti sang foldable, Xiaomi juga dikabarkan akan merilis varian “Max” dari lini 17 series. Perangkat ini dijadwalkan meluncur di China pada Mei 2025. Jangan bayangkan ini sekadar versi lebih besar dari Xiaomi 17 biasa. Xiaomi 17 Max adalah monster berbeda.

Bocoran spesifikasinya bikin air liur menetes. Layar OLED datar 6,9 inci dengan resolusi 1.5K — sempurna untuk menonton film atau bermain game. Dapur pacunya? Snapdragon 8 Elite Gen 5, chipset paling gahar dari Qualcomm saat ini. Dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB, perangkat ini jelas bukan main-main.

Namun, yang paling mencengangkan adalah sektor baterai. Xiaomi 17 Max dikabarkan membawa baterai raksasa 8.000 mAh! Angka ini hampir dua kali lipat dari rata-rata ponsel flagship saat ini. Dengan kapasitas sebesar itu, Anda bisa bermain game nonstop seharian tanpa khawatir kehabisan daya. Dan saat baterai habis, pengisian daya 100W kabel dan 50W nirkabel siap mengisi ulang dalam sekejap.

Bicara soal kamera, Xiaomi 17 Max juga tidak mau kalah. Kamera depannya 50 megapiksel untuk selfie yang tajam. Di bagian belakang, terdapat kamera utama 200 megapiksel Samsung HPE — sensor yang sama dengan yang dirumorkan akan digunakan di Xiaomi 17 Fold. Ditambah lensa ultrawide 50 MP dan periskop telefoto 50 MP, perangkat ini siap menjadi jagoan fotografi mobile.

Fitur pendukung lainnya termasuk motor linier sumbu X untuk haptic feedback yang presisi, serta speaker ganda simetris 1115 untuk pengalaman audio imersif. Semua ini dikemas dalam satu perangkat yang siap meluncur dengan harga yang mungkin akan membuat dompet Anda lega — meski tentu saja, prediksi harga masih simpang siur.

Strategi Chipset In-House: Antara Ambisi dan Risiko

Langkah Xiaomi mengembangkan chipset sendiri bukanlah tanpa risiko. Ini adalah medan perang yang sudah lama digeluti oleh Apple dengan seri A dan M-chip, Samsung dengan Exynos, dan Google dengan Tensor. Xiaomi, meski terlambat, mencoba masuk dengan pendekatan berbeda: fokus pada efisiensi daya dan performa gaming.

Xring O1 yang meluncur tahun lalu di Xiaomi 15S Pro mendapat sambutan hangat. Kini, Xring O3 disebut-sebut membawa peningkatan signifikan pada sektor AI dan pengolahan grafis. Jika benar Xiaomi 17 Fold menggunakan chip ini, maka kita akan melihat ponsel lipat pertama yang benar-benar dioptimalkan untuk gaming berat.

Bayangkan Anda bisa membuka ponsel, melipatnya menjadi tablet mini, lalu bermain game dengan setting grafis tertinggi tanpa throttle. Itulah visi yang coba diwujudkan Xiaomi. Mereka tidak ingin Anda memilih antara layar lebar atau performa tinggi. Dengan Xring O3, Anda bisa mendapatkan keduanya.

Tentu saja, masih banyak tanda tanya. Bagaimana dengan kompatibilitas aplikasi? Apakah chip in-house ini bisa menyaingi Snapdragon dalam hal dukungan driver game? Semua itu baru akan terjawab saat perangkat resmi dirilis. Namun, satu hal yang pasti: Xiaomi berani mengambil langkah besar. Dan dalam industri teknologi, keberanian sering kali berbuah manis.

Di sisi lain, kehadiran Xiaomi 17 Max dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 menunjukkan bahwa perusahaan masih setia pada Qualcomm untuk lini tertentu. Ini adalah strategi diversifikasi yang cerdas. Xiaomi tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang. Mereka punya chip in-house untuk eksperimen dan inovasi, serta chip mainstream untuk pasar massal.

Apakah ini berarti Xiaomi MIX 5 juga akan menggunakan chip in-house? Atau justru Mix Fold 6 yang akan menjadi kendaraan utama Xring O3? Spekulasi terus berputar, dan kita hanya bisa menunggu konfirmasi resmi dari Xiaomi.

Satu hal yang pasti: persaingan di pasar ponsel lipat semakin sengit. Samsung dengan Galaxy Z Fold series, Oppo dengan Find N series, dan kini Xiaomi dengan Lhasa. Belum lagi kehadiran Lenovo Legion Go Fold yang mencoba segmen berbeda. Konsumen diuntungkan dengan banyaknya pilihan, namun produsen harus bekerja ekstra keras untuk membedakan diri.

Xiaomi memilih jalur chipset in-house sebagai diferensiasi. Ini langkah berani, tapi juga logis. Dengan mengontrol hardware hingga level silikon, Xiaomi bisa melakukan optimasi yang tidak mungkin dilakukan jika hanya bergantung pada vendor ketiga. Hasilnya? Performa lebih kencang, efisiensi lebih baik, dan fitur eksklusif yang hanya bisa dinikmati pengguna Xiaomi.

Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan cerita ini. Apakah Xiaomi 17 Fold akan menjadi game changer di pasar foldable? Atau justru menjadi catatan kaki dalam sejarah ponsel lipat? Yang jelas, dengan bocoran chipset Xring O3 ini, Xiaomi telah berhasil mencuri perhatian. Dan di dunia teknologi, perhatian adalah mata uang paling berharga.