📑 Daftar Isi

Bocoran Resmi! Galaxy S27 Ultra Bakal Pakai Baterai Si-C Samsung

Bocoran Resmi! Galaxy S27 Ultra Bakal Pakai Baterai Si-C Samsung

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Apa yang Anda korbankan untuk mendapatkan smartphone dengan baterai tahan lama? Ketebalan bodi? Bobot yang memberatkan? Atau mungkin, Anda sudah pasrah dengan pengisian daya cepat yang justru mempercepat penurunan kesehatan baterai itu sendiri. Bocoran terbaru mengindikasikan Samsung mungkin akhirnya punya jawabannya, dan itu akan datang dalam wujud Galaxy S27 Ultra.

Selama beberapa tahun terakhir, Samsung kerap dikritik karena tertinggal dalam lomba teknologi baterai. Sementara beberapa merek China sudah melompat ke teknologi silicon-carbon (Si-C) yang menjanjikan kapasitas lebih besar dalam ukuran yang sama, flagship Samsung masih bertahan dengan sel konvensional. Galaxy S26 Ultra, misalnya, tetap mengandalkan baterai 5.000mAh. Namun, angin perubahan mungkin sedang berhembus. Dokumen internal dari Samsung SDI, yang dibocorkan melalui blog Schrodingerintel, mengungkapkan perusahaan asal Korea Selatan itu sedang serius menguji baterai Si-C dengan kapasitas fantastis, dari 12.000mAh hingga 20.000mAh. Targetnya jelas: menghadirkan lompatan signifikan pada Galaxy S27 Ultra.

Mengapa ini penting? Baterai adalah jantung dari pengalaman mobile. Semua fitur canggih, dari layar 120Hz hingga kamera 200MP, akan sia-sia jika daya habis di tengah hari. Teknologi Si-C menawarkan densitas energi yang lebih tinggi. Artinya, dalam ketebalan yang setara dengan baterai lithium-ion tradisional, Anda bisa mendapatkan kapasitas yang jauh lebih besar. Atau, dengan kapasitas yang sama, ponsel bisa dibuat lebih tipis. Bagi Samsung, ini bukan sekadar upgrade, tapi sebuah keharusan untuk mengejar ketertinggalan dan memenuhi ekspektasi pengguna setianya yang lelah dengan “battery anxiety”.

Konfigurasi Realistis untuk Sang Flagship

Dokumen bocoran tersebut tidak hanya berisi angka-angka fantastis, tetapi juga konfigurasi yang sangat spesifik dan masuk akal untuk diimplementasikan. Salah satu setup yang menarik perhatian adalah konfigurasi dual-cell berlabel SDI-DC12K-SiC-V2. Konfigurasi ini menggabungkan dua sel: satu berkapasitas 6.800mAh dengan ketebalan sekitar 4,7mm, dan satunya lagi 5.200mAh dengan ketebalan 3,2mm. Jika kita berandai-andai, sel berkapasitas 6.800mAh atau varian modifikasinya sangat mungkin untuk dipasang ke dalam bodi Galaxy S27 Ultra tanpa harus mendesain ulang chassis secara drastis atau membuat ponsel menjadi tidak nyaman digenggam.

Bayangkan saja, kapasitas mendekati 7.000mAh pada sebuah flagship Ultra. Itu adalah peningkatan hampir 40% dari generasi sebelumnya. Daya tahan baterai bisa melonjak dari satu hari penuh menjadi mungkin satu setengah hingga dua hari pemakaian intensif. Ini akan menjadi perubahan game-changer, terutama bagi power user dan mereka yang sering bepergian. Upgrade baterai semacam ini bisa menjadi alasan utama bagi banyak orang untuk melakukan upgrade, terlepas dari sensor kamera yang dikabarkan tidak banyak berubah.

Baca Juga:

Namun, jalan menuju revolusi baterai ini tidak mulus. Bocoran juga mengungkap sisi gelap dari pengembangan teknologi mutakhir ini: masalah umur pakai. Setup baterai Si-C berkapasitas 20.000mAh yang diuji dilaporkan hanya bertahan sekitar 960 siklus pengisian daya sebelum akhirnya rusak. Angka ini masih jauh dari standar komersial yang diharapkan, yaitu sekitar 1.500 siklus. Kesenjangan inilah yang diduga menjadi alasan mengapa teknologi ini belum muncul di seri Samsung Galaxy S26. Memasukkan baterai yang lebih cepat rusak ke dalam flagship premium adalah resep untuk bencana, memicu gelombang komplain dan program garansi yang membebani.

Menurut informasi yang beredar, para insinyur Samsung SDI sekarang fokus mengejar ketertinggalan itu. Upaya perbaikan difokuskan pada material separator (pemisah) di dalam sel baterai, teknik stacking (penumpukan), dan yang tak kalah penting, algoritma manajemen baterai yang lebih cerdas. Ketiga aspek ini krusial untuk menekan degradasi kapasitas seiring waktu dan meningkatkan jumlah siklus pengisian hingga mencapai angka yang layak jual. Ini adalah pekerjaan rumit di balik layar yang menentukan apakah janji baterai super tersebut bisa terwujud atau kembali tertunda.

Pengakuan dan Tekad Samsung

Yang membuat bocoran ini semakin kredibel adalah pengakuan Samsung sendiri. Perusahaan secara terbuka telah mengakui bahwa mereka tertinggal dalam inovasi baterai dibandingkan beberapa pesaing. Pengakuan semacam itu jarang terjadi di dunia korporat yang kompetitif, dan biasanya menjadi pertanda bahwa sumber daya besar sedang dialokasikan untuk menutup celah tersebut. Ini bukan lagi soal “jika”, tapi “kapan”. Momentumnya sudah terbangun.

Jika tim riset dan pengembangan Samsung berhasil memecahkan teka-teki daya tahan dalam waktu dekat, Galaxy S27 Ultra berpotensi menjadi titik balik. Bayangkan kombinasi antara baterai berkapasitas besar dengan teknologi pengisian ultra-cepat yang sudah dikuasai Samsung. Kekhawatiran akan daya baterai bisa benar-benar memudar. Ditambah dengan fitur-fitur unggulan lainnya seperti kemungkinan hadirnya teknologi Polar ID untuk keamanan wajah yang revolusioner, S27 Ultra bisa menjadi paket yang sangat sulit ditolak.

Tentu, ini masih dalam ranah rumor. Namun, detail teknis yang terungkap memberikan bobot lebih dibanding sekadar spekulasi biasa. Tantangan keawetan baterai Si-C adalah rintangan nyata yang harus diatasi, dan Samsung tampaknya sedang dalam proses menyelesaikannya. Bagi konsumen, ini adalah kabar menggembirakan. Era di mana kita harus memilih antara bodi yang sleek dan baterai yang awet mungkin akan segera berakhir. Dan bagi pasar, kehadiran baterai Si-C di Galaxy S27 Ultra akan menjadi tembakan awal perlombaan baru, memaksa semua pemain untuk berinovasi lebih keras. Siapkah Anda menyambut flagship dengan stamina super itu?