Framework Laptop 13 Pro dipajang di Computex 2026

Biaya LPCAMM2 Melonjak, Framework Ubah Konfigurasi Preorder

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø5 menit membaca
Bagikan:
  • Framework mengubah konfigurasi preorder Laptop 13 Pro karena biaya LPCAMM2 naik lebih dari 2x lipat.
  • Pesanan 64GB setelah Batch 4 (Laptop) dan Batch 7 (Mainboard) diubah ke 32GB dengan harga 32GB.
  • Pesanan 32GB DIY Edition dan Mainboard setelah batch tersebut diubah ke 16GB dengan harga 16GB.
  • Harga untuk pemesanan baru juga naik, termasuk sistem, Mainboard, dan komponen lainnya.
  • Framework sebelumnya sudah menaikkan harga SSD akibat habisnya stok murah.
  • Ada sedikit kabar baik: harga DDR5 48GB, SN850X 8TB, dan SN7100 1TB justru turun.

Telset.id – Framework kembali menghadapi tekanan biaya komponen. Setelah sebelumnya memberikan kabar baik dengan menemukan SSD yang lebih murah dan lebih baik untuk Laptop 13 Pro, situasi kini berbalik drastis. Lonjakan harga LPCAMM2 memaksa perusahaan untuk mengubah sejumlah konfigurasi preorder yang sudah ada.

Framework mengonfirmasi bahwa harga dari pemasok memorinya telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan inventaris sebelumnya. Kenaikan ini jauh melampaui ekspektasi awal perusahaan yang hanya memperkirakan kenaikan di kisaran rendah hingga menengah dua digit. Akibatnya, perusahaan tidak memiliki cukup modul dalam komposisi kapasitas 64GB, 32GB, dan 16GB yang tepat untuk memenuhi semua pesanan.

Meskipun Framework memiliki cukup modul secara keseluruhan untuk menutupi pesanan yang sudah ada, masalah muncul pada campuran kapasitas memori. Beberapa preorder terpaksa mendapatkan kapasitas memori yang lebih rendah dari yang dipesan. Framework memiliki cukup modul 64GB untuk pesanan Laptop 13 Pro hingga Batch 4 dan pesanan Mainboard hingga Batch 7. Pesanan setelahnya yang dikonfigurasi dengan 64GB akan diubah menjadi 32GB dan dikenakan harga asli 32GB.

Aturan yang sama berlaku untuk pesanan DIY Edition dan Mainboard 32GB di luar batch tersebut. Pesanan-pesanan ini akan dipindahkan ke konfigurasi 16GB dengan harga asli 16GB. Sementara itu, pesanan prebuilt Core X7 Ultra dengan 32GB tidak mengalami perubahan karena Framework saat ini tidak menawarkan konfigurasi 16GB.

Kenaikan harga tidak hanya berdampak pada preorder lama. Untuk pemesanan baru, Framework telah menaikkan harga LPCAMM2. Harga sistem dan Mainboard juga ikut disesuaikan untuk mengakomodasi kenaikan biaya prosesor, lisensi Windows, memori, penyimpanan, dan komponen silikon lainnya. Ini bukan pertama kalinya pembeli menghadapi kenaikan harga. Sejak Mei lalu, Framework sudah memperingatkan bahwa stok SSD murah dari tahun 2025 hampir habis, yang memaksa harga penyimpanan naik seiring masuknya stok baru yang lebih mahal. Saat itu, harga DDR5 masih lebih stabil, meskipun modul 8GB tetap naik setelah Framework menjual habis batch berbiaya rendahnya.

Framework Laptop 13 Pro on display at Computex 2026

Di tengah kabar buruk ini, ada sedikit kabar baik. Framework telah menurunkan harga pada modul DDR5 48GB, SSD SN850X 8TB, dan drive SN7100 1TB. Sebaliknya, harga untuk DDR5 16GB, SN850X 1TB, dan opsi SN7100 4TB justru naik. Bagi pemegang preorder yang sudah ada, mereka tetap mempertahankan harga lebih rendah saat biaya naik dan akan menerima penurunan harga otomatis saat harga turun.

Kenaikan biaya komponen ini menjadi tantangan serius bagi Framework. Perusahaan yang dikenal dengan desain modular dan komitmennya terhadap keberlanjutan ini harus beradaptasi dengan cepat terhadap fluktuasi pasar. Sebelumnya, Framework sempat memberikan kabar menggembirakan dengan menurunkan harga dan memberikan upgrade SSD gratis. Namun, kondisi rantai pasok global yang tidak menentu kembali menghantam perusahaan.

Framework Laptop 13 sendiri merupakan produk andalan yang menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pengguna. Dengan desain yang memungkinkan pengguna mengganti sendiri komponen seperti prosesor, memori, dan penyimpanan, laptop ini menjadi favorit di kalangan penggemar teknologi. Namun, kenaikan harga komponen seperti LPCAMM2 ini bisa mengurangi daya tariknya, terutama bagi konsumen yang sensitif terhadap harga.

Keputusan Framework untuk mengubah konfigurasi preorder menunjukkan betapa dinamisnya pasar komponen PC saat ini. Perusahaan harus membuat keputusan sulit untuk menjaga keseimbangan antara memenuhi pesanan pelanggan dan mengelola biaya produksi. Bagi pelanggan yang pesanannya terkena dampak, mereka mendapatkan kompensasi berupa harga yang lebih rendah sesuai kapasitas memori yang diterima.

Framework menegaskan bahwa kebijakan harga untuk preorder yang sudah ada tetap menguntungkan pelanggan. Jika biaya komponen naik, harga preorder tidak berubah. Sebaliknya, jika biaya turun, pelanggan otomatis mendapatkan harga yang lebih murah. Ini adalah kebijakan yang transparan dan adil di tengah ketidakpastian pasar.

Meskipun menghadapi tantangan, Framework tetap berkomitmen pada visinya untuk menciptakan laptop yang dapat diupgrade dan diperbaiki sendiri oleh pengguna. Kenaikan harga LPCAMM2 ini mungkin hanya masalah sementara, dan perusahaan kemungkinan akan mencari pemasok alternatif atau menegosiasikan ulang kontrak untuk mendapatkan harga yang lebih baik di masa depan.

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan untuk membeli Framework Laptop 13, penting untuk memahami bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu. Memantau pengumuman resmi dari Framework dan memesan lebih awal bisa menjadi strategi untuk mengamankan harga yang lebih baik. Selain itu, mempertimbangkan konfigurasi dengan kapasitas memori yang lebih rendah juga bisa menjadi opsi untuk menghemat biaya.

Ke depannya, Framework perlu terus berinovasi dan mencari cara untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas. Persaingan di pasar laptop semakin ketat, dan konsumen memiliki banyak pilihan. Oleh karena itu, kemampuan untuk menawarkan produk dengan harga kompetitif sambil tetap mempertahankan keunggulan modularitas akan menjadi kunci kesuksesan Framework.

Lonjakan biaya LPCAMM2 ini juga menjadi pengingat bagi seluruh industri bahwa rantai pasok komponen elektronik masih rentan terhadap gejolak. Produsen harus memiliki strategi cadangan dan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan harga yang tiba-tiba. Bagi konsumen, ini berarti harga laptop dan komponen PC bisa naik turun secara signifikan dalam waktu singkat.

Framework telah menunjukkan transparansi dalam mengomunikasikan perubahan ini kepada pelanggan. Dengan memberikan informasi yang jelas tentang batch pesanan mana yang terkena dampak dan bagaimana kompensasi yang diberikan, perusahaan berusaha menjaga kepercayaan pelanggan. Ini adalah langkah yang tepat, mengingat komunitas pengguna Framework sangat peduli dengan kebijakan perusahaan.

Bagi yang penasaran dengan performa Framework dalam skenario ekstrem, Framework Desktop 192GB RAM menunjukkan kemampuan maksimalnya. Sementara itu, bagi yang mencari alternatif dengan harga lebih terjangkau, Framework Laptop 13 Pro sempat mengalami penurunan harga dan upgrade SSD gratis.

Kesimpulannya, Framework harus menghadapi realitas pahit kenaikan biaya komponen. Perubahan konfigurasi preorder dan penyesuaian harga adalah langkah yang diperlukan untuk menjaga kelangsungan bisnis. Bagi pelanggan, penting untuk selalu waspada terhadap perubahan harga dan mempertimbangkan dengan cermat konfigurasi yang dipesan. Meskipun ada tantangan, Framework tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan laptop yang dapat diupgrade dan ramah lingkungan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.