Telset.id β Bocoran terbaru mengungkap kapasitas baterai iPhone Ultra yang diklaim hanya 4.883 mAh, sebuah angka yang berpotensi menempatkan ponsel lipat pertama Apple ini di posisi bawah klasemen daya tahan jika dibandingkan dengan kompetitornya. Kabar ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa desainnya yang super tipis akan mengorbankan endurance, sebuah tantangan besar bagi Apple untuk menyeimbangkan daya tahan dengan konstruksi yang ringan.
Berdasarkan filing regulasi yang dirilis pada Juli lalu dan dibagikan oleh pembocor Digital Chat Station, Apple dikabarkan akan menggunakan desain baterai ganda (dual-cell split) untuk iPhone Ultra. Konfigurasi ini bertujuan untuk mendistribusikan bobot secara merata di seluruh rangka lipatnya. Filing tersebut mengungkapkan kombinasi sel 1.921 mAh dengan sel lebih besar 2.962 mAh, sehingga total kapasitas gabungannya mencapai 4.883 mAh.
Keputusan ini menjadi sorotan utama karena Apple disebut tidak akan mengandalkan teknologi baterai silikon-karbon untuk ponsel lipatnya. Sementara para pesaing memanfaatkan anoda silikon kepadatan tinggi yang memungkinkan mereka memasukkan kapasitas besar ke dalam perangkat lipat tanpa menambah ketebalan, pilihan Apple untuk tetap menggunakan sel lithium-ion konvensional berarti iPhone Ultra tidak akan memimpin dalam hal kapasitas mentah.

Perbandingan Kapasitas dengan Kompetitor
Angka 4.883 mAh tersebut menempatkan iPhone Ultra di posisi yang kurang menguntungkan. Dalam tabel perbandingan yang beredar, iPhone Ultra hanya akan mengungguli Samsung Galaxy Z Fold 8 yang memiliki baterai 4.800 mAh dan Google Pixel 11 Pro Fold dengan kapasitas 4.806 mAh. Di sisi lain, Motorola Razr Fold, Oppo Find N6, dan Honor Magic V6 semuanya memiliki kapasitas 6.000 mAh atau lebih.
Ketipisan juga menjadi faktor pembeda. iPhone Ultra diprediksi memiliki ketebalan 4,5 hingga 4,8 mm, sementara Galaxy Z Fold 8 Ultra hanya 4,1 mm dan Honor Magic V6 bahkan lebih tipis di angka 4 mm. Ini menunjukkan bahwa Apple menghadapi dilema desain yang signifikan: mengejar rekor ketipisan atau memenangkan perlombaan daya tahan.
Hasil pengujian laboratorium Tomβs Guide menunjukkan bahwa lanskap daya tahan untuk foldable bergaya notebook berubah dengan cepat. Dalam uji drain baterai yang melibatkan penelusuran web secara terus-menerus melalui data seluler pada kecerahan layar 150 nits, Motorola Razr Fold memimpin dengan waktu 14 jam 44 menit, diikuti Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan 14 jam 33 menit.
Jika iPhone Ultra benar-benar hadir dengan baterai 4.883 mAh, analisis awal memperkirakan perangkat ini akan dengan mudah melewati angka 12,5 jam dan berpotensi mendekati 13 jam. Namun, angka tersebut masih akan jauh tertinggal dari para pemimpin klasemen, sehingga diperlukan faktor lain untuk membuktikan bahwa iPhone Ultra adalah penantang endurance yang sah.
Baca Juga:
Chip A20 Pro Jadi Penentu Daya Tahan
Meskipun ukuran baterai hanya satu bagian dari persamaan, efisiensi menjadi faktor penentu utama. Bocoran menunjukkan iPhone Ultra akan ditenagai chip A20 Pro yang dilaporkan dibangun di atas arsitektur 2nm generasi berikutnya dari TSMC. Perpindahan ke arsitektur 2nm ini tidak hanya menjanjikan peningkatan performa, tetapi juga secara drastis mengurangi konsumsi daya di seluruh komponen.
Keuntungan efisiensi ini menjadi krusial untuk menyeimbangkan konsumsi daya berat yang dibutuhkan oleh dua layar iPhone Ultra. Jika Apple dapat mengoptimalkan pengiriman daya ke komponen perangkat keras utama, iPhone Ultra berpotensi secara signifikan memperpanjang endurance di antara pengisian daya. Mengingat peningkatan daya tahan baterai yang cukup besar antara generasi flagship terbaru, A20 Pro mungkin saja mampu melampaui ekspektasi banyak orang.

Meskipun menyamai waktu 14+ jam yang dicatatkan foldable pesaing tampak mustahil hanya berdasarkan sel 4.883 mAh, efisiensi mentah dari silikon 2nm dapat dengan mudah menjembatani kesenjangan tersebut. Ini adalah harapan terbesar Apple untuk membuat iPhone Ultra tetap kompetitif dalam hal daya tahan baterai, meskipun kapasitasnya lebih kecil dibandingkan para pesaingnya.
Perlu dicatat bahwa Harga iPhone Ultra diprediksi akan menjadi salah satu yang tertinggi di kelasnya, dengan estimasi yang beredar menyebutkan angka yang fantastis. Hal ini semakin meningkatkan ekspektasi terhadap performa perangkat, termasuk daya tahan baterainya yang menjadi salah satu faktor kunci penilaian konsumen.
Dengan segala bocoran yang beredar, publik kini menanti apakah Apple mampu membuktikan bahwa efisiensi chip dapat mengalahkan kapasitas baterai mentah. Keputusan untuk tetap menggunakan lithium-ion konvensional menunjukkan bahwa Apple memiliki keyakinan besar pada kemampuan chip A20 Pro untuk mengkompensasi kekurangan kapasitas tersebut. Hasil akhirnya akan menjadi ujian nyata bagi strategi Apple dalam menghadapi persaingan foldable yang semakin ketat.





Komentar
Belum ada komentar.