ASUS ROG Rayakan 20 Tahun dengan Bom Inovasi di CES 2026

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – Dua dekade bukan waktu yang singkat di industri teknologi yang bergerak secepat kilat. Jika sebuah brand mampu bertahan dan bahkan memimpin selama 20 tahun, pasti ada sesuatu yang istimewa. Itulah yang coba dibuktikan ASUS Republic of Gamers (ROG) dalam perhelatan CES 2026 di Las Vegas. Bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa, momen ini menjadi panggung bagi ROG untuk meluncurkan sederet inovasi yang seolah berkata, “Inilah mengapa kami masih yang terdepan.” Dari laptop gaming dual layar pertama di dunia hingga kolaborasi epic dengan legenda industri, ROG menunjukkan bahwa semangat “For Those Who Dare” masih menyala terang, bahkan lebih terang dari lampu RGB mana pun.

Acara virtual bertajuk “Dare to Innovate” itu bukan cuma nostalgia. Ini adalah pernyataan visi untuk masa depan gaming. Bayangkan, sejak motherboard Crosshair pertama hadir pada 2006, ROG telah menjelma dari sekadar produsen komponen menjadi ekosistem lengkap yang mencakup segala hal yang dibutuhkan gamer, mulai dari laptop, desktop, hingga smartphone dan aksesori. Di Indonesia sendiri, dominasi ROG sebagai brand gaming nomor satu sejak 2015 berbicara banyak tentang bagaimana mereka memahami pasar lokal. Kini, di usia ke-20, mereka menantang batas-batas itu lagi dengan teknologi yang dirancang bukan hanya untuk bermain game, tetapi untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital sepenuhnya.

Lantas, apa saja senjata baru yang dibawa ROG untuk mempertahankan mahkotanya? Mari kita selami lebih dalam berbagai terobosan yang dipamerkan, yang menjanjikan pengalaman gaming yang lebih imersif, portabel, dan terintegrasi. Inilah wajah gaming masa depan, yang dirancang di lab ROG hari ini.

ROG Zephyrus: Ketika Portabilitas dan Performa Tinggi Berpadu

Seri Zephyrus selalu menjadi andalan bagi mereka yang menolak kompromi antara kekuatan dan mobilitas. Di CES 2026, lini ini mendapat penyegaran signifikan yang berfokus pada dua hal: kecerdasan buatan (AI) dan visual yang memukau. Generasi terbaru ROG Zephyrus G14 dan G16 datang dengan janji performa yang tak hanya tangguh untuk gaming AAA, tetapi juga cerdas untuk menangani tugas-tugas berbasis AI secara lokal. Ini adalah langkah strategis mengingat tren komputasi AI yang semakin bergeser dari cloud ke perangkat.

Kedua laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra Series 3, dengan daya komputasi Neural Processing Unit (NPU) hingga 50 TOPS. Angka itu bukan sekadar jargon teknis; itu berarti kemampuan untuk menjalankan model AI kompleks langsung di laptop, mulai dari alat bantu dalam game hingga percepatan render untuk kreator konten, semuanya tanpa perlu koneksi internet yang stabil. Zephyrus G16 bahkan bisa dibekali dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 5090 berbasis arsitektur Blackwell terbaru, yang merupakan lompatan generasi berikutnya setelah seri 40. Bagi yang penasaran dengan bagaimana GPU kelas atas ini diterapkan dalam bentuk yang lebih ekstrem, Anda bisa membaca ulasan mendalam tentang ASUS ROG Astral RTX 5090 Dhahab yang menawarkan performa puncak.

Namun, kekuatan sebesar itu pasti menghasilkan panas. Di sinilah ROG Intelligent Cooling berperan. Dengan desain ulang pada sistem ventilasi dan penggunaan thermal compound liquid metal pada CPU, laptop ini dirancang untuk tetap dingin dan senyap bahkan di bawah tekanan. Sementara itu, layar baru mereka adalah bintang lain yang patut disorot. Panel ROG Nebula HDR dengan kecerahan 1100 nits dan tuning khusus melalui ROG Nebula HDR Engine menjanjikan pengalaman visual HDR yang lebih hidup dan realistis, dengan akurasi warna setara standar sinema. Ini bukan sekadar laptop gaming; ini adalah workstation portabel yang siap untuk segala tantangan.

ROG Zephyrus Duo: Revolusi Multitasking dengan Dua Layar Sentuh

Jika Anda berpikir laptop dual-screen sudah mencapai puncaknya, pikirkan lagi. ROG Zephyrus Duo (GX651) yang baru hadir untuk mendefinisikan ulang konsep tersebut. Ini bukan sekadar menempelkan layar kecil di atas keyboard; ini adalah dua layar sentuh 3K ROG Nebula HDR OLED berukuran 16 inci yang masing-masing dapat berjalan pada 120Hz. Bayangkan fluiditas gameplay di layar utama yang mendukung NVIDIA G-SYNC, sementara layar kedua Anda gunakan untuk streaming chat, memantau sistem, atau bahkan mengerjakan dokumen. Respons time 0,2 ms memastikan setiap gerakan terasa instan, menghilangkan blur yang mengganggu dalam adegan cepat.

Ditenagai kombinasi prosesor Intel terbaru dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5090, Zephyrus Duo jelas bukan mainan. Ini adalah mesin produktivitas dan entertainment yang sejati. ROG menyediakan lima mode penggunaan yang dapat disesuaikan, mengakomodasi skenario dari gaming berat hingga alur kerja kreatif yang kompleks. Sistem pendingin canggih yang menggabungkan vapor chamber dan lembaran grafit memastikan performa konsisten tanpa thermal throttling. Dengan Zephyrus Duo, batas antara bermain dan berkarya menjadi semakin tipis, atau bahkan hilang sama sekali.

Kolaborasi Epik: Ketika ROG Bertemu dengan Kojima Productions

Inilah bagian yang mungkin paling menggugah para kolektor dan penggemar cerita mendalam. ROG tidak hanya berinovasi dalam hal teknologi keras, tetapi juga dalam narasi dan seni. Kolaborasi dengan Kojima Productions—studio di balik karya-karya legendaris seperti Metal Gear Solid dan Death Stranding—adalah buktinya. Kolaborasi ini melahirkan perangkat dan periferal edisi khusus yang tidak hanya dirancang untuk performa tinggi, tetapi juga untuk menjadi benda koleksi yang bernilai seni.

Bintang utamanya adalah ROG Flow Z13-KJP, sebuah perangkat 2-in-1 yang terinspirasi dari maskot Ludens milik Kojima Productions. Didesain langsung oleh artis terkenal Yoji Shinkawa, perangkat ini adalah perpaduan antara rekayasa presisi dan estetika yang visioner. Sebagai tablet gaming yang bisa berubah menjadi laptop dengan keyboard yang dapat dilepas, Flow Z13-KJP ditenagai oleh AMD Ryzen AI Max+ 395 dan grafis Radeon 8060S. Dengan NPU 50 TOPS, ia menawarkan akselerasi AI on-device dalam bentuk yang ultraportabel. Layar 13,4 inci dengan refresh rate 180Hz memastikan visual yang mulus dan responsif.

Namun, kolaborasi ini tidak berhenti di situ. ROG juga menghadirkan ekosistem periferal bertema Kojima Productions. Mulai dari headset ROG Delta II-KJP dengan daya tahan baterai hingga 100 jam, mouse ringan ROG Keris II Origin-KJP, hingga mousepad ROG Scabbard II XXL-KJP yang menampilkan ilustrasi sketsa tangan Ludens. Setiap elemen dirancang untuk menciptakan pengalaman gaming yang terintegrasi dan imersif, mengaburkan garis antara perangkat gaming dan karya seni. Ini adalah pengakuan bahwa bagi banyak gamer, perangkat mereka adalah perpanjangan dari identitas dan passion mereka.

Inovasi ROG juga merambah ke ranah lain, seperti yang terlihat pada kolaborasi mereka di dunia handheld gaming. Untuk mengetahui bagaimana ROG menggebrak pasar konsol portabel, simak berita terbaru tentang ASUS ROG Xbox Ally X yang hadir dengan Windows FSE eksklusif. Sementara itu, bagi penggemar setia lini smartphone gaming mereka, perkembangan terbaru bisa disimak dalam artikel mengenai ASUS ROG Phone 9 dan 9 Pro yang mulai uji coba Android 16.

Dua puluh tahun bagi ROG jelas bukan tentang berhenti dan berpuas diri. Melalui pameran di CES 2026 ini, mereka menyampaikan pesan yang jelas: masa depan gaming adalah tentang integrasi. Integrasi antara performa dan portabilitas, antara layar utama dan sekunder, antara teknologi mutakhir dan storytelling yang mendalam, serta antara perangkat keras dan komunitas penggunanya. Dari ROG Lab yang terus bereksperimen hingga kolaborasi lintas bidang yang memperkaya budaya gaming, setiap langkah ROG ditujukan untuk memberdayakan gamer dan kreator. Jadi, pertanyaannya bukan lagi apa yang akan ROG lakukan selanjutnya, tetapi apakah Anda siap untuk mengikutinya berani melampaui batas?

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI