šŸ“‘ Daftar Isi

Asus Ascent QN10 mini PC dengan casing perak aluminium anodized di atas meja kayu

Asus Ascent QN10: Mini PC Snapdragon X2 Elite Pertama dari Asus

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Asus resmi meluncurkan mini PC Ascent QN10 di Computex 2026, perangkat pertama yang menggunakan chip Qualcomm Snapdragon X2 Elite.
  • Desain perak dengan aluminium anodized, berbeda dari mini PC Asus lainnya yang menggunakan plastik hitam.
  • Spesifikasi: prosesor Snapdragon X2 Elite 18-inti, GPU Adreno X2-90, NPU Hexagon 80 TOPS, RAM hingga 32GB LPDDR5x, penyimpanan hingga 2TB.
  • Sistem pendingin unik dengan dua kipas internal untuk memisahkan panas dari CPU dan SSD PCIe Gen 5.
  • Port lengkap: USB4 depan/belakang, HDMI 2.1, Ethernet 2.5GbE, mampu menjalankan empat layar 4K.
  • Kekurangan: tidak ada dukungan VESA-mount, RAM non-upgradeable, dan tidak ada pembaca sidik jari.
  • Berpotensi menjadi alternatif Mac mini M4 untuk pengguna Windows yang fokus pada AI.

Telset.id – Asus memperkenalkan mini PC pertamanya yang menggunakan chip Qualcomm, yaitu Ascent QN10, di ajang Computex 2026. Perangkat ini ditenagai prosesor Snapdragon X2 Elite, menandai langkah baru Asus di luar arsitektur Intel atau AMD untuk kategori mini PC.

Berbeda dengan lini NUC bertenaga Intel atau ExpertCenter berbasis AMD, Ascent QN10 hadir dengan desain yang sepenuhnya baru. Perangkat ini dibalut casing perak dengan finishing aluminium anodized, menggantikan plastik hitam yang biasa digunakan pada produk mini PC Asus lainnya.

Saat dijajal langsung di arena Computex 2026, ukuran fisiknya tercatat hanya 5,1 x 5,1 x 1,5 inci. Bentuknya kotak seragam dengan port di bagian depan dan belakang serta ventilasi di kedua sisi. Dibandingkan varian tinggi NUC 14 Pro, Ascent QN10 terasa lebih ringkas.

Spesifikasi yang Ditawarkan

Dapur pacu Ascent QN10 mengandalkan prosesor Snapdragon X2 Elite dengan CPU Oryon 18-inti. Grafisnya dipercayakan pada Qualcomm Adreno X2-90, sementara NPU Hexagon milik Qualcomm mampu mencapai performa hingga 80 TOPS untuk tugas kecerdasan buatan.

Memori yang tersedia mencapai 32GB LPDDR5x, dengan opsi penyimpanan 512GB, 1TB, atau 2TB. Konektivitasnya mencakup Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Berat total perangkat ini adalah 1,6 pon.

Untuk port, bagian depan menyediakan dua USB4 dengan kecepatan hingga 40 Gbps yang mendukung Power Delivery dan output video DisplayPort 1.4. Tersedia juga dua port USB-A dan satu audio jack 3,5mm. Di bagian belakang, terdapat satu port USB4 tambahan, dua USB-A, HDMI 2.1, dan port Ethernet 2,5 Gigabit. Mini PC ini mampu menjalankan hingga empat layar 4K secara bersamaan.

Pendinginan Unik untuk SSD Gen 5

Asus menerapkan sistem pendingin yang tidak biasa pada Ascent QN10. Ventilasi pemasukan udara di sisi kiri berupa celah vertikal yang rapat. Sementara itu, kisi-kisi pembuangan di sisi kanan terbelah secara fisik oleh strip aluminium horizontal.

Pemisahan ini sengaja dibuat karena Ascent QN10 menggunakan SSD PCIe Gen 5 yang cenderung lebih panas. Asus menambahkan kipas internal kedua khusus untuk mendinginkan SSD tersebut, dan celah pada panel kanan menjaga agar panas dari SSD dan CPU tidak bercampur saat dibuang ke luar.

Kekurangan yang Perlu Dicatat

Meski desainnya premium, Ascent QN10 memiliki beberapa keterbatasan. Perangkat ini tidak memiliki mekanisme tanpa alat (toolless) untuk membuka casing. Pengguna memerlukan obeng untuk mengakses komponen internal karena sekrup berada di setiap sudut di bawah empat kaki putih.

RAM tidak dapat ditambah karena arsitektur Snapdragon yang menyolder memori langsung ke papan. Namun, terdapat dua slot M.2 yang masing-masing mendukung kapasitas hingga 2TB, sehingga total penyimpanan bisa mencapai 4TB.

Kejutan terbesar adalah ketiadaan dukungan VESA-mount. Mini PC ini tidak bisa dipasang di belakang monitor, sebuah fitur yang umum ditemukan pada produk mini PC lainnya. Asus tampaknya mendesain Ascent QN10 untuk diletakkan di atas meja sebagai pusat perhatian. Selain itu, tidak ada pembaca sidik jari terintegrasi pada tombol daya.

Fokus pada Kemampuan AI

Nilai jual utama Ascent QN10 adalah NPU Hexagon dengan 80 TOPS. Kekuatan ini cukup untuk menjalankan agen AI seperti OpenClaw, Hermes, atau Claude Desktop secara lokal. Dengan Qualcomm AI Hub, pengguna pemula pun dapat mulai menjalankan AI di perangkat ini.

Karena berbasis ARM dan bukan x86, mini PC ini diprediksi akan berjalan lebih senyap dan dingin saat menjalankan beban kerja AI. Perangkat ini berpotensi menjadi alternatif Mac mini M4 bagi pengguna Windows yang ingin terjun ke dunia agen AI.

Harga dan tanggal rilis resmi Ascent QN10 belum diumumkan. Tim penguji berencana untuk meminjam unit review guna menguji performa sesungguhnya dari perangkat ini.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai lini terbaru Asus, simak juga liputan tentang ROG Xbox Ally X20 dan ExpertBook Ultra yang juga meluncur di ajang yang sama.

Komentar

Belum ada komentar.