Telset.id – Warna ungu pada konektor atau port USB kerap membingungkan konsumen karena tidak mengikuti standar resmi USB Implementers Forum (USB-IF), dan maknanya bisa berbeda tergantung produsennya. Fenomena ini semakin menarik karena di Amerika Serikat, kabel USB ungu sangat jarang ditemukan, terutama akibat sanksi perdagangan terhadap Huawei.
Menurut laporan dari Steve Dent di Engadget pada 13 Juni 2026, USB-IF hanya menetapkan tiga warna standar untuk konektor USB: putih untuk USB 1.0, hitam untuk USB 2.0, dan biru untuk USB 3.0/3.1 atau SuperSpeed. Warna-warna lain seperti hijau, oranye, dan ungu tidak memiliki arti resmi dan sepenuhnya bergantung pada kebijakan masing-masing vendor.
Meski tidak resmi, warna ungu memiliki konotasi yang cukup umum, yaitu digunakan oleh sistem pengisian cepat Huawei SuperCharge. Konektor ungu pada kabel atau port Huawei biasanya mendukung daya pengisian 40 watt atau lebih, serta kompatibel dengan USB Power Delivery (PD) dan Qualcomm Quick Charge. Namun, saat ini Huawei hanya menggunakan warna ungu pada pengisi daya Mini 25W-nya, sementara pengisi daya SuperPower lainnya (100W dan 66W) sudah beralih ke konektor oranye.
Alasan utama mengapa kabel USB ungu jarang ditemukan di AS adalah karena smartphone Huawei tidak bisa dijual secara legal di negara tersebut akibat sanksi perdagangan dengan China. Dengan demikian, kabel ungu yang identik dengan ekosistem Huawei pun langka di pasar Amerika. Pengecualian terjadi pada beberapa produsen kabel USB 3.1 Gen 2 non-Huawei yang menggunakan warna biru kehijauan atau ungu untuk menandakan kecepatan data 10Gbps dan kapasitas pengisian yang lebih tinggi.
Selain ungu, ada beberapa warna lain yang digunakan produsen USB. Port merah (desktop) atau kuning (laptop, selalu menyala) biasanya menandakan USB 3.2 atau USB 3.1 Gen 2, tetapi juga sering digunakan untuk port khusus pengisian daya. Warna hijau umumnya menandakan port Qualcomm Quick Charge tipe-A atau tipe-B lama. Razer, misalnya, menggunakan warna hijau pada port laptopnya untuk mencocokkan estetika merek mereka.
Baca Juga:
Bahaya Membeli Kabel Berdasarkan Warna
Sayangnya, konsumen sering kali tertipu oleh skema warna ini. Mereka mengira mendapatkan kecepatan pengisian dan transfer data yang tinggi, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Memilih charger atau kabel yang salah bisa memperpendek umur baterai, atau bahkan menyebabkan kebakaran dan ledakan. Oleh karena itu, membeli kabel USB berdasarkan warna jelas bukanlah langkah yang bijak.
Cara yang lebih aman adalah dengan memeriksa sertifikasi USB-IF. Produsen terpercaya seperti Anker dan Apple biasanya mensertifikasi kabel dan charger mereka untuk kecepatan pengisian dan data tertentu. Spesifikasi PD 3.1 terbaru memungkinkan pengiriman daya yang aman hingga 240W, jauh di atas spesifikasi sebelumnya.
Untuk kecepatan data, periksa standar USB yang digunakan. USB 3.1 (atau USB 3.2 Gen 1) memiliki kecepatan paling lambat 5Gbps, sementara USB 4 adalah yang tercepat dengan kecepatan 40Gbps atau bahkan 80Gbps dengan kompatibilitas Thunderbolt 5. Beberapa perangkat seperti TV, PC desktop, dan MacBook Neo masih menggunakan port USB 2.0 yang hanya mentok di 480Mbps—cocok untuk periferal seperti mouse dan keyboard, tetapi tidak untuk transfer data besar.
Jika Anda membutuhkan kecepatan tinggi dan pengisian cepat, pastikan kabel Anda memiliki sertifikasi pengiriman daya USB-IF dan mendukung standar USB terbaru. Beberapa kabel menawarkan keduanya, dan Anda bahkan bisa mendapatkannya dalam warna ungu—tetapi hanya pada bagian luarnya saja, bukan sebagai indikator fungsi.
Kesimpulannya, warna ungu pada kabel USB bukanlah jaminan kualitas atau kecepatan. Konsumen harus lebih cermat dengan membaca spesifikasi teknis dan memeriksa sertifikasi, bukan hanya mengandalkan kode warna yang sering menyesatkan. Ini penting untuk menghindari pemborosan energi, kerusakan perangkat, dan risiko keselamatan.






Komentar
Belum ada komentar.