📑 Daftar Isi

Ilustrasi iPhone 18 Pro dengan warna ungu, coklat, dan merah anggur

Apple Siapkan Kenaikan Harga iPhone 18, Bisa Tembus Rp 20 Juta

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple dikabarkan akan menaikkan harga iPhone 18, dengan prediksi kenaikan hingga USD 200 untuk model Pro Max
  • Analis IDC memperkirakan iPhone 18 dasar dari USD 799 menjadi USD 899, Pro Max dari USD 1.199 menjadi USD 1.399
  • Model baru iPhone 18 Ultra diprediksi dibanderol USD 2.500
  • Kenaikan harga disebabkan krisis komponen memori akibat investasi besar-besaran di pusat data AI
  • Apple dan Microsoft sama-sama mengumumkan kenaikan harga produk karena krisis komponen
  • Upgrade Siri AI hanya tersedia di iPhone 17 Pro dan model selanjutnya, memicu pengguna untuk upgrade

Telset.id – Apple akhirnya mengonfirmasi bahwa kenaikan harga pada jajaran produknya tidak bisa dihindari. Meski iPhone belum tersentuh kenaikan harga dalam pengumuman terbaru, para analis memprediksi kenaikan harga iPhone 18 akan segera diumumkan, dengan potensi kenaikan hingga USD 200 atau sekitar Rp 3,2 juta untuk model Pro Max.

Kabar ini muncul setelah Apple mengumumkan kenaikan harga untuk lini iPad dan MacBook secara signifikan. Langkah ini disebut sebagai strategi Apple untuk “membungkus” atau mempersiapkan konsumen terhadap kenaikan harga iPhone yang akan datang. Faktor utama di balik kenaikan ini adalah krisis komponen, terutama memori, yang dipicu oleh investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI).

Analis dari IDC, Nabila Popal, menyatakan bahwa perusahaannya sebelumnya telah memperkirakan kenaikan harga sebesar USD 100 untuk model Pro dan USD 50 untuk model dasar. Namun, setelah melihat kenaikan harga iPad dan Mac yang lebih besar dari perkiraan, Popal merevisi prediksinya.

“Insting pribadi saya mengatakan kenaikan untuk iPhone mungkin lebih tinggi dari yang kami asumsikan – mungkin USD 200 untuk model Pro Max,” ujar Popal kepada Tom’s Guide. “Saya pikir era kenaikan harga USD 50 sudah berakhir.”

Jika prediksi ini menjadi kenyataan, berikut adalah perbandingan harga iPhone 17 saat ini dengan perkiraan harga iPhone 18:

  • iPhone 18 (dasar): Dari USD 799 menjadi USD 899 (sekitar Rp 14,4 juta)
  • iPhone 18 Air: Dari USD 999 menjadi USD 1.099 (sekitar Rp 17,6 juta)
  • iPhone 18 Pro: Dari USD 1.099 menjadi USD 1.299 (sekitar Rp 20,8 juta)
  • iPhone 18 Pro Max: Dari USD 1.199 menjadi USD 1.399 (sekitar Rp 22,4 juta)
  • iPhone 18 Ultra: Model baru diperkirakan USD 2.500 (sekitar Rp 40 juta)

Kenaikan harga ini terjadi di tengah persaingan ketat di industri ponsel pintar. Banyak pihak yang memantau performa iPhone Lipat Apple dengan cemas, karena Apple juga dikabarkan akan merilis ponsel lipat pertamanya.

Krisis Komponen dan Investasi AI

Apple bukan satu-satunya perusahaan yang terkena dampak krisis komponen ini. Microsoft juga baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga untuk lini Xbox-nya. Kedua raksasa teknologi ini menyalahkan “krisis komponen” sebagai penyebab utama.

Neil Shah, VP of Research dari Counterpoint, mengatakan kepada Tom’s Guide bahwa situasi ini diperkirakan tidak akan membaik setidaknya dalam dua tahun ke depan. “Kami percaya situasi ini tidak akan membaik, setidaknya untuk dua tahun ke depan,” ujar Shah.

Ia menambahkan bahwa perusahaan kemungkinan akan mulai mendorong produk premium karena konsumen mulai menolak model “anggaran” yang lebih lemah dengan biaya yang lebih tinggi.

Meskipun Apple terlihat kesulitan dalam mengembangkan AI yang berfungsi optimal, perusahaan ini telah berinvestasi besar dalam teknologi AI sejak 2024. Apple menjalin kemitraan dengan OpenAI dan tahun ini dengan Google untuk mengintegrasikan model AI mereka ke dalam Apple Intelligence.

Investasi besar-besaran di pusat data yang difokuskan pada AI menjadi penyebab utama kelangkaan chip memori. Pusat-pusat data ini “menimbun” chip memori dalam jumlah besar, mirip dengan naga Smaug yang menimbun harta karun dalam kisah The Hobbit.

Dampak pada Konsumen

Bagi konsumen, kenaikan harga ini tentu menjadi kabar buruk. Terutama karena upgrade Siri bertenaga AI yang baru saja diumumkan hanya akan tersedia di iPhone 17 Pro dan model selanjutnya. Ini berarti pengguna iPhone 16 dan bahkan iPhone 15 Pro, yang merupakan model tertua yang mendukung Apple Intelligence, tidak akan mendapatkan fitur tersebut.

Meskipun ada prediksi bahwa kenaikan harga mungkin tidak akan terlalu besar, seperti yang diungkapkan oleh analis JP Morgan, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa biaya komponen terus meningkat. Apple sendiri telah mengkonfirmasi bahwa biaya memori yang lebih tinggi akan mempengaruhi harga produk mereka.

CEO Apple Tim Cook sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa kenaikan harga “tidak bisa dihindari”. Hal ini menandakan bahwa konsumen harus bersiap untuk merogoh kocek lebih dalam jika ingin mendapatkan iPhone terbaru.

Dengan potensi kenaikan harga yang signifikan, terutama untuk model Pro dan Pro Max, banyak penggemar Apple mungkin akan berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk upgrade. Namun, bagi mereka yang selalu menginginkan teknologi terbaru, harga mungkin bukan halangan utama.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.