📑 Daftar Isi

Render potensi perangkat lipat iPhone Ultra dari Apple

Apple Rilis Bertahap iPhone Ultra per Negara, Ini Alasannya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple kabarnya menerapkan strategi rilis bertahap untuk iPhone Ultra, ponsel lipat pertamanya
  • Peluncuran perdana diprioritaskan di pasar AS sebelum merambah ke negara lain
  • Penundaan rilis regional disebut karena masalah pasokan, harga, dan pengujian produksi
  • Harga iPhone Ultra diprediksi mencapai USD 2.000 hingga USD 2.500
  • Apple menargetkan produksi sekitar 10 juta unit, jauh lebih kecil dari iPhone reguler
  • Strategi ini mirip dengan peluncuran Apple Vision Pro sebelumnya
  • Belum ada kepastian kapan iPhone Ultra akan tersedia di luar AS, termasuk Indonesia

Telset.id – Apple dikabarkan akan menerapkan strategi rilis bertahap untuk iPhone Ultra, ponsel lipat pertamanya. Peluncuran perdana diprioritaskan di pasar Amerika Serikat sebelum perlahan merambah ke negara lain, menyusul isu keterbatasan pasokan dan masalah produksi.

Menurut laporan dari media Australia, ChannelNews, informasi ini berasal dari salah satu pemasok Apple di China. Penundaan rilis di berbagai kawasan disebut-sebut “terutama karena masalah pasokan dan harga”. Pemasok tersebut juga meyakini Apple “mengalami masalah pengujian pada model produksi yang sudah dibuat”.

Strategi rilis bertahap ini sebenarnya bukan hal baru bagi Apple. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu sebelumnya menerapkan pendekatan serupa saat meluncurkan Apple Vision Pro. Dengan membatasi ketersediaan awal di pasar AS, Apple bisa tetap meluncurkan iPhone Ultra pada akhir 2026 tanpa harus khawatir dengan isu produksi yang beredar.

Kabar ini muncul di tengah berbagai laporan yang saling bertentangan mengenai nasib iPhone Ultra. Beberapa pekan terakhir, banyak pemberitaan menyebut Apple kesulitan memproduksi unit dalam jumlah cukup. Namun, laporan lain tetap menyatakan bahwa iPhone Ultra akan tetap tampil bersama iPhone 18 Pro di ajang peluncuran Apple bulan depan.

Hingga saat ini, belum diketahui laporan mana yang akurat atau apa rencana sebenarnya dari Apple. Namun, rilis bertahap bisa menjadi pendekatan “terbaik dari dua dunia” bagi perusahaan. Apple tetap bisa meluncurkan iPhone Ultra tepat waktu di AS, sambil memberi ruang untuk menyelesaikan masalah produksi yang beredar.

Renders of the potential iPhone foldable device

Harga dan Ketersediaan iPhone Ultra

iPhone Ultra diprediksi dibanderol dengan harga yang sangat tinggi, berkisar antara USD 2.000 hingga USD 2.500. Angka ini jauh lebih mahal dibandingkan lini iPhone reguler yang harganya kurang dari setengah perkiraan harga iPhone Ultra.

Apple memang tidak pernah mengungkap rencana mereka sebelumnya, sehingga belum jelas bagaimana rilis bertahap ini akan berjalan atau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk peluncuran di luar AS. Sumber operator di Australia mengatakan kepada ChannelNews bahwa rilis lokal bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan ponsel tersebut tidak akan tersedia bersamaan dengan rilisan iPhone lainnya musim gugur ini.

Ada juga klaim bahwa Apple mungkin tidak mengumumkan harga iPhone Ultra. Namun, belum jelas apakah ini terkait dengan harga lokal di berbagai negara, atau hanya soal berapa yang harus dibayar pembeli AS.

Semua ini bergantung pada kemampuan Apple dan mitranya mengatasi masalah produksi yang beredar, serta seberapa kuat permintaan di pasar AS. Meningkatkan pasokan dan hasil produksi memberi peluang lebih besar untuk merilis iPhone Ultra di berbagai wilayah tanpa risiko kehabisan stok di AS.

Alternatifnya, jika iPhone Ultra mengalami situasi serupa dengan Vision Pro, Apple bisa menyesuaikan diri dengan permintaan domestik yang lemah dengan menggulirkan iPhone Ultra ke wilayah lain. Laporan saat ini mengindikasikan permintaan bisa sangat tinggi, yang menjelaskan strategi rilis bertahap dan fokus pada pasar domestik Apple.

Produksi dan Permintaan Pasar

Laporan menyebutkan Apple ingin memproduksi sekitar 10 juta unit iPhone Ultra. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan jumlah perangkat non-lipat yang dijual Apple setiap tahun. Namun, perangkat lain tersebut juga dibanderol dengan harga kurang dari setengah perkiraan harga iPhone Ultra.

iPhone Fold final design leaked image

Bagi konsumen yang tinggal di AS atau berencana berkunjung dalam waktu dekat, kemungkinan besar bisa mendapatkan iPhone Ultra. Tentu saja, dengan asumsi mereka bersedia membayar harga ekstrem yang beredar. Di luar AS, situasinya berbeda dan sangat bergantung pada kapan Apple memutuskan untuk merilis iPhone Ultra di wilayah tersebut.

Harga diprediksi menjadi penghalang utama bagi banyak calon pembeli, seperti yang terjadi pada Apple Vision Pro. Meski iPhone Ultra dipastikan akan populer, banderol harganya bisa menjadi hambatan masuk yang signifikan bagi konsumen.

Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini menjadi pertimbangan penting. Jika strategi rilis bertahap benar-benar diterapkan, kemungkinan besar iPhone Ultra baru akan tersedia di pasar Tanah Air beberapa bulan setelah peluncuran di AS. Belum ada kepastian kapan tepatnya perangkat ini akan hadir di Indonesia.

Sambil menunggu kejelasan, pengguna iPhone di Indonesia bisa mempersiapkan diri dengan mempelajari berbagai fitur dan cara penggunaan perangkat Apple. Misalnya, kamu bisa mengaktifkan fitur darurat untuk keselamatan, atau memahami cara cek battery health sebelum membeli perangkat bekas.

Perlu dicatat juga bahwa Apple dikabarkan akan memperkenalkan berbagai perangkat baru di ajang September 2026. Selain iPhone Ultra, ada juga prediksi iPhone 18 Pro dan perangkat lainnya yang akan diumumkan bersamaan.

Strategi rilis bertahap ini menunjukkan bahwa Apple sangat berhati-hati dalam meluncurkan produk pertamanya di kategori ponsel lipat. Perusahaan tampaknya ingin memastikan kualitas dan ketersediaan sebelum memperluas pasar. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Apple.

Kita hanya bisa menunggu pengumuman resmi dari Apple mengenai jadwal peluncuran iPhone Ultra. Hingga saat itu tiba, semua informasi yang beredar masih berupa rumor dan laporan yang belum terkonfirmasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.