📑 Daftar Isi

Ilustrasi MacBook yang terkena serangan celah keamanan screen sharing macOS

Apple Perbaiki Celah Screen Sharing macOS yang Dipakai Hacker untuk Monero

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple merilis pembaruan keamanan macOS Tahoe 26.6.1 pada 6 Agustus untuk menutup celah screen sharing
  • Celah memungkinkan peretas mengakses Mac tanpa kredensial login dan mengambil kendali penuh perangkat
  • Hacker memanfaatkan celah untuk menginstal penambang Monero yang berjalan diam-diam di latar belakang
  • Pusat Keamanan Siber Belanda melacak penyalahgunaan nyata pada perangkat dengan port 5900 terbuka
  • Pengguna disarankan segera menginstal pembaruan atau menonaktifkan fitur screen sharing

Telset.id – Apple telah merilis pembaruan keamanan penting untuk macOS yang memperbaiki celah pada fitur screen sharing. Celah ini telah dieksploitasi oleh peretas untuk mengakses Mac secara tidak sah dan menyalahgunakan perangkat untuk menambang cryptocurrency Monero sebelum tambalan resmi dirilis.

Kerentanan ini memungkinkan pelaku kejahatan untuk mengakses fitur screen sharing macOS tanpa memerlukan kredensial login yang valid. Setelah berhasil masuk, peretas dapat melihat desktop korban, mengambil alih kendali mouse dan keyboard dari jarak jauh, tanpa sepengetahuan pengguna yang sedang menggunakan perangkat tersebut.

Apple menambal kerentanan ini pada 6 Agustus dengan merilis macOS Tahoe 26.6.1. Dalam catatan pembaruannya, Apple menyebutkan bahwa perbaikan ini meningkatkan manajemen status untuk proses autentikasi. Pembaruan serupa juga dirilis untuk pengguna macOS Sonoma dan Sequoia.

Computer, Electronics, Laptop

Eksploitasi Nyata di Lapangan

Pusat Keamanan Siber Nasional Belanda (National Cyber Security Center) melaporkan telah melacak penyalahgunaan nyata dari bug ini pada perangkat yang masih menjalankan macOS versi lama atau belum diperbarui. Serangan terjadi pada mesin-mesin yang membiarkan port 5900—port yang digunakan oleh fitur screen sharing—tetap terbuka dan dapat diakses dari internet publik.

Port 5900 memang telah lama dikenal sebagai titik lemah pada berbagai alat akses jarak jauh. Yang menjadi perhatian, macOS secara otomatis membuka port ini begitu pengguna mengaktifkan fitur screen sharing, tanpa memberikan peringatan terpisah bahwa perangkat kini dapat dijangkau dari luar jaringan.

Karena bug ini sepenuhnya melewati proses autentikasi, bot pemindai dapat secara otomatis mendapatkan kendali tingkat root pada mesin yang terekspos dan langsung menginstal penambang cryptocurrency. Hingga saat ini, penambang Monero menjadi malware yang paling sering ditemukan pada Mac yang telah dikompromikan. Para peretas lebih memilih menambang Monero karena dianggap lebih bernilai dibandingkan mengakses file lokal pengguna.

Serangan ini berjalan senyap di latar belakang, membakar siklus CPU dan konsumsi listrik pengguna tanpa disadari. Dampaknya baru terasa ketika perangkat menjadi lambat atau baterai cepat habis.

Computer, Electronics, Laptop

Langkah Pengamanan yang Direkomendasikan

Bagi pengguna Mac yang mengandalkan fitur screen sharing melalui koneksi jaringan terbuka, tindakan segera sangat disarankan. Langkah pertama yang paling efektif adalah menginstal versi macOS terbaru sesegera mungkin. Pembaruan dapat dilakukan melalui menu System Settings, kemudian masuk ke General, dan pilih Software Update.

Jika pembaruan sistem tidak memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu dekat, langkah pengamanan alternatif adalah menonaktifkan fitur screen sharing sepenuhnya. Caranya dengan membuka System Settings, masuk ke General, lalu pilih Sharing dan matikan opsi screen sharing.

Kerentanan ini menjadi pengingat bahwa fitur remote access, meskipun praktis, membawa risiko keamanan yang signifikan jika tidak dikonfigurasi dengan benar. Pengguna yang tidak memerlukan fitur screen sharing secara aktif disarankan untuk mematikannya agar port 5900 tidak terbuka dari jaringan luar.

Bagi pengguna yang tetap membutuhkan fitur ini, memastikan sistem operasi selalu diperbarui menjadi langkah pertahanan utama. Pembaruan keamanan yang dirilis Apple pada Agustus lalu telah menutup celah ini, namun hanya efektif jika benar-benar diinstal pada perangkat.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa peretas terus mencari celah pada fitur-fitur bawaan sistem operasi. Fitur yang jarang digunakan justru sering menjadi sasaran karena pengguna cenderung lupa untuk memperbarui konfigurasi atau memantaunya secara berkala.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.