Telset.id – Apple belum menyelesaikan ramp-up produksi massal untuk iPhone Duo, produk lipat pertamanya. Laporan dari publikasi China, Jiemian News, mengungkap bahwa Foxconn selaku mitra manufaktur Apple baru mencapai yield rate 60 persen meski hanya menjalankan produksi dalam skala kecil. Artinya, 40 persen dari perangkat yang diproduksi memiliki cacat yang membuat Apple tidak bisa menjualnya ke pasar.
Angka tersebut menjadi sinyal bahwa jalur produksi iPhone Duo masih jauh dari kata matang. Sebelum pengumuman resmi awal bulan ini, isu soal hambatan produksi iPhone Duo sudah lebih dulu beredar, termasuk rumor bahwa perangkat hanya akan tersedia dalam “extremely limited stock”. Penyebab utamanya adalah proses manufaktur ponsel lipat yang jauh lebih rumit dibanding ponsel biasa.
Menurut Jiemian, rendahnya yield rate justru berkaitan dengan standar kualitas Apple yang tidak mau dilonggarkan. “Supply chain kini menunggu keputusan Apple soal apakah persyaratan kualitas akan dilonggarkan,” kata sumber anonim yang diklaim dekat dengan rantai pasok Foxconn kepada media tersebut. “Jika persyaratan kualitas dilonggarkan, produksi massal bisa bergerak lebih cepat.” Sumber itu juga menyebut lini produksi masih dalam tahap debugging dan terus melakukan penyesuaian selama produksi aktual untuk mengoptimalkan peralatan dan proses.
Selain standar kualitas, keterlambatan pasokan panel OLED dari Samsung Display serta sejumlah komponen hinge turut berkontribusi terhadap penundaan dan yield yang rendah. Manufaktur diperkirakan tidak akan mencapai kematangan setidaknya dalam enam bulan ke depan.
Baca Juga:
Dari sisi volume, Apple diperkirakan hanya memproduksi sekitar 6 hingga 8 juta unit iPhone Duo untuk inventaris global. Jumlah itu setara sepertiga dari produksi iPhone 18 Pro dan Pro Max yang lebih matang, dengan kisaran 20 sampai 30 juta unit. Jika Apple mampu menjual habis inventaris awal 8 juta unit Duo, capaian tersebut disebut sebagai kemenangan besar bagi perusahaan.
Peluncuran iPhone Duo sendiri tinggal dua minggu lagi, tepatnya pada 16 Oktober, dan preorder sudah dibuka bagi yang berminat. Dengan harga mulai 1.999 dolar AS, pendekatan Apple pada perangkat lipat ini lebih mahal dibanding Samsung Galaxy Z Fold 8. Namun, standar kualitas Apple yang tinggi setidaknya memberi jaminan bahwa pembeli akan mendapatkan perangkat yang berfungsi dengan baik.

Apple disebut cukup menghebohkan pasar dengan kehadiran Duo, tetapi respons pelanggan masih menjadi pertanyaan. Dalam polling pembaca yang dilakukan baru-baru ini, sebagian besar responden justru lebih tertarik pada Z Fold 8 yang popularitasnya melonjak sejak pengumuman Apple. Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan iPhone Duo tidak berhenti pada persoalan produksi, melainkan juga pada penerimaan pasar.
Persoalan teknis pada lini produk terbaru Apple bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, sejumlah perangkat Apple juga dilaporkan mengalami kendala, termasuk Bug Face ID yang membuat iPhone 18 Pro restart sendiri. Apple dikabarkan menyiapkan perbaikan untuk masalah tersebut, sebagaimana juga tercatat dalam laporan soal Masalah Reboot Acak yang dialami Apple Watch Series 12 dan iPhone 18 Pro.

Keputusan Apple soal apakah akan melonggarkan standar kualitas menjadi poin krusial dalam beberapa bulan ke depan. Jika persyaratan tetap dipertahankan, laju produksi massal iPhone Duo berpotensi berjalan lebih lambat dari target. Sebaliknya, pelonggaran standar bisa mempercepat produksi, tetapi berisiko pada konsistensi kualitas perangkat yang sampai ke tangan konsumen.
Bagi calon pembeli, kondisi ini menjelaskan mengapa ketersediaan iPhone Duo diprediksi terbatas sejak awal. Standar kualitas Apple yang tidak dikompromikan menjadi alasan di balik yield rate 60 persen, sekaligus alasan mengapa perangkat yang lolos seleksi diharapkan berfungsi dengan baik saat diterima pembeli.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan resmi dari Apple maupun Foxconn terkait permintaan pelonggaran standar kualitas. Rantai pasok masih menunggu arahan, sementara lini produksi terus melakukan penyesuaian proses. Perkembangan ini akan menentukan apakah iPhone Duo bisa memenuhi target inventaris global 6 hingga 8 juta unit menjelang peluncuran 16 Oktober.
[WIDGET_INTERNAL_LINKS]
Baca Juga:





Komentar
Belum ada komentar.