Telset.id – Apple belum memiliki tenggat waktu kapan kelangkaan pasokan iPhone Duo akan berakhir. CEO Apple John Ternus menyatakan perusahaan tidak mampu memprediksi kapan permintaan dan pasokan perangkat lipat pertamanya itu akan kembali seimbang, meski iPhone Duo sudah resmi diluncurkan sejak bulan lalu dengan harga 1.999 dolar AS.
Pernyataan tersebut disampaikan Ternus dalam wawancara dengan Reuters. Menurutnya, Apple saat ini fokus mengupayakan agar iPhone Duo bisa sampai ke tangan pelanggan secepat mungkin. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi keseimbangan pasar belum bisa diprediksi dalam waktu dekat.
“Kami bekerja keras untuk mengirimkannya ke sebanyak mungkin pelanggan secepat mungkin, tetapi pada titik ini, kami tidak dapat memprediksi kapan pasokan dan permintaan akan seimbang,” ujar Ternus dalam wawancara tersebut.
Kelangkaan iPhone Duo terlihat sejak masa preorder dibuka. Periode pemesanan awal perangkat tersebut cepat habis, dan sejumlah pengiriman diperkirakan baru akan tiba pada 2027. Apple juga menyediakan sejumlah unit iPhone Duo dalam jumlah terbatas di toko fisik saat peluncuran.
Layar Lipat dan Harga iPhone Duo
iPhone Duo merupakan perangkat lipat pertama Apple yang diluncurkan bulan lalu. Perangkat ini dibanderol 1.999 dolar AS dan mengusung layar luar berukuran 5,4 inci serta layar dalam 7,6 inci.
Selain membahas pasokan, Ternus juga menanggapi laporan mengenai layar iPhone Duo yang retak. Ia menyatakan hanya “persentase yang sangat kecil” dari unit iPhone Duo yang dikembalikan karena masalah tersebut, dan Apple melakukan penggantian untuk perangkat yang terdampak. Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran soal durabilitas layar lipat pertama Apple.
Baca Juga:
Tekanan Biaya Memori dan Kinerja iPhone
Di sisi lain, Apple juga menghadapi kendala rantai pasokan dan kenaikan biaya memori yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga di seluruh lini produk Apple, termasuk harga awal iPhone 18 Pro dan Pro Max yang lebih tinggi.
“Apa yang kami lihat pada harga memori saat ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Ternus dalam sesi panggilan pendapatan kuartal keempat 2026 Apple pada Senin.
Ternus menambahkan bahwa Apple memperkirakan akan melihat “biaya memori yang bahkan lebih tinggi” pada kuartal Desember, tetapi hal itu “sebagian diimbangi” oleh kenaikan harga yang baru-baru ini dilakukan perusahaan.
Meski tanpa kehadiran model iPhone 18 standar, Apple tetap mencatat pendapatan iPhone yang memecahkan rekor sebesar 57,58 miliar dolar AS pada kuartal keempatnya. Angka ini menunjukkan lini iPhone masih menjadi penopang utama bisnis Apple di tengah tekanan biaya komponen dan keterbatasan pasokan perangkat lipat barunya.
Bagi pengguna yang mengikuti perkembangan ekosistem perangkat Apple, dinamika pasokan iPhone Duo dan kenaikan harga akibat biaya memori menjadi indikator penting. Informasi seputar fitur kamera keamanan dan pembaruan perangkat lunak Apple lainnya juga menjadi perhatian tersendiri di tengah deretan pengumuman produk perusahaan.
[ META_DESCRIPTION]
Apple belum bisa memprediksi kapan pasokan iPhone Duo kembali normal. John Ternus sebut kelangkaan masih berlanjut di tengah lonjakan biaya memori.





Komentar
Belum ada komentar.