Render modul kamera belakang iPhone 18 Pro yang diprediksi akan mengalami kenaikan harga.

Analis JP Morgan: Kenaikan Harga iPhone 18 Pro Tak Seseram yang Dibayangkan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Analis J.P. Morgan memprediksi kenaikan harga iPhone 18 Pro hanya USD 50, lebih rendah dari perkiraan USD 270.
  • Tim Cook sebelumnya menyatakan kenaikan harga tidak terhindarkan karena kelangkaan chip memori AI.
  • Strategi harga Apple dianggap brilian dengan menciptakan ekspektasi harga tinggi, lalu menaikkan sedikit.
  • Apple akan menggunakan modem C-series buatan sendiri untuk menekan biaya produksi.
  • iPhone 18 Pro dan Pro Max dijadwalkan rilis September 2026, sementara model lain pada 2027.

Telset.id – Kekhawatiran konsumen terhadap kenaikan harga iPhone 18 Pro mungkin tidak perlu berlebihan. Analis dari J.P. Morgan memperkirakan bahwa Apple hanya akan menaikkan harga jual perangkat flagship-nya tersebut tidak lebih dari USD 50, jauh lebih rendah dari perkiraan awal yang mencapai USD 270.

Kabar ini muncul di tengah kekhawatiran pasar bahwa kelangkaan chip memori AI akan memaksa Apple untuk menaikkan harga secara signifikan. Sebelumnya, CEO Apple Tim Cook memang telah mengisyaratkan bahwa kenaikan harga tidak bisa dihindari karena melonjaknya biaya komponen, terutama chip memori dan penyimpanan.

Menurut laporan dari PhoneArena yang dikutip pada Rabu (24/6/2026), Tim Cook telah menyatakan secara terbuka bahwa kenaikan harga adalah hal yang “tidak bisa dihindari” (unavoidable). Pernyataan ini langsung memicu spekulasi liar di kalangan analis dan konsumen. Firma riset TechInsights bahkan memperkirakan Apple harus menaikkan harga iPhone 18 Pro sebesar USD 270 untuk mempertahankan margin keuntungan yang sama seperti pendahulunya.

The Wall Street Journal (WSJ) juga ikut menghitung. Mereka memperkirakan harga awal iPhone 17 Pro yang saat ini USD 1.099 bisa melonjak menjadi USD 1.399 atau lebih untuk iPhone 18 Pro. Perhitungan ini didasarkan pada margin keuntungan tipikal Apple serta kenaikan biaya untuk komponen kamera, penyimpanan, dan RAM.

Namun, laporan terbaru dari J.P. Morgan memberikan perspektif yang berbeda. Analis Max Weinbach mempublikasikan sebuah tweet yang mengutip riset dari J.P. Morgan. Mereka percaya bahwa Apple akan membatasi kenaikan harga hanya sebesar USD 50 untuk model iPhone 17, iPhone 18, dan bahkan iPhone 20.

“J.P. Morgan analysts believe that Apple will raise prices by no more than $50 on those models and will try other ways to save money, including the use of Apple’s own C-series modem,” tulis laporan tersebut.

Tweet dari Max Weinbach berisi perhitungan J.P. Morgan.

Jika analisis ini benar, maka langkah Tim Cook bisa dilihat sebagai sebuah strategi harga yang brilian. Dengan menciptakan ekspektasi bahwa kenaikan harga akan sangat besar (hingga USD 300), publik akan merasa lega dan menganggap kenaikan USD 50 sebagai sesuatu yang wajar, bahkan hampir seperti tidak ada kenaikan sama sekali.

Strategi ini sangat masuk akal mengingat tekanan dari sisi pasokan chip. Lonjakan permintaan chip untuk pusat data AI (AI data center) telah membuat produsen memori seperti Samsung, Micron, dan SK Hynix mengalihkan lini produksi mereka untuk memproduksi High-Bandwidth Memory (HBM) dan server DRAM yang lebih menguntungkan.

Akibatnya, terjadi kekurangan pasokan chip memori standar yang digunakan untuk smartphone dan produk elektronik konsumen lainnya. Hukum ekonomi dasar pun berlaku: ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap, harga akan naik. Inilah yang menjadi alasan utama di balik ancaman kenaikan harga iPhone.

Meskipun demikian, J.P. Morgan meyakini Apple memiliki cara lain untuk menekan biaya produksi, salah satunya dengan menggunakan modem buatan sendiri, yaitu Apple C-series modem. Langkah ini akan mengurangi ketergantungan Apple pada pemasok eksternal seperti Qualcomm, dan secara langsung menekan biaya bill of materials (BoM).

Sejarah mencatat, Apple terakhir kali menaikkan harga iPhone di AS pada September 2023. Saat itu, harga iPhone 15 Pro Max naik USD 100 menjadi USD 1.199. Namun, kenaikan ini sebenarnya bukanlah kenaikan harga murni, melainkan Apple menghapus varian 128GB dan menjadikan 256GB sebagai varian dasar.

Di sisi lain, Apple telah mempertahankan harga awal iPhone standar di angka USD 799 sejak peluncuran iPhone 12 pada tahun 2020. Ini dilakukan meskipun Apple telah menambahkan berbagai peningkatan signifikan pada model dasar, seperti layar 6,3 inci, refresh rate 120Hz ProMotion, dan fitur Always-On display pada iPhone 17. Fitur-fitur ini sebelumnya hanya eksklusif untuk model Pro.

**Kapan iPhone 18 Pro Rilis?**

Apple dijadwalkan akan memperkenalkan dan merilis iPhone 18 Pro serta iPhone 18 Pro Max pada September 2026 mendatang. Selain itu, Apple juga dikabarkan akan meluncurkan iPhone Ultra yang dapat dilipat (foldable) pada bulan yang sama, meskipun ketersediaannya mungkin akan menyusul di akhir tahun.

Sementara itu, model yang lebih terjangkau seperti iPhone 18, iPhone 18e, dan iPhone Air 2 diperkirakan baru akan dirilis pada musim semi tahun 2027.

Periode peluncuran ini juga menjadi momen transisi kepemimpinan di Apple. Tim Cook akan mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO setelah lebih dari 15 tahun. Pada 1 September 2026, Cook akan beralih peran menjadi Executive Chairman dewan direksi Apple. Posisi CEO akan diisi oleh John Ternus, yang akan menjadi CEO ketujuh dalam sejarah perusahaan.

Dengan berbagai tekanan dari sisi biaya komponen dan strategi harga yang cermat, keputusan akhir Apple mengenai harga iPhone 18 Pro akan menjadi salah satu faktor paling krusial yang menentukan kesuksesan penjualan flagship mereka di tahun 2026. Konsumen tentu berharap analisis J.P. Morgan terbukti akurat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.