Ini Alasan Lenovo Targetkan Generasi Z Sebagai Konsumennya

Telset.id, Jakarta – Berbagai perangkat teknologi baru menggempur pasar Indonesia belakangan ini. Tak hanya  ponsel, tapi juga perangkat lainnya  seperti laptop untuk game dan notebook dengan prosesor kuat dan super cepat.

Dengan kondisi pasar perangkat teknologi yang semakin memanas, sebagai salah satu raksasa teknologi dunia, Lenovo pastinya memiliki berbagai strategi supaya tetap diapresiasi pasar. Salah satunya adalah menargetkan generasi muda, termasuk generasi Z sebagai target pasar berbagai produk andalannya.

Kenapa Generasi Z? Karena jumlah populasinya akan mencapai sepertiga jumlah penduduk Indonesia.

baca juga: Lenovo S5, Bawa Layar 5,7 Inci dan Prosesor SD 625

“Definisi Milenial profesional lahir diatas tahun 80-an. Kalau generasi Z lahir tahun 2000-an. Mereka itu akan menempati 1/3 populasi penduduk Indonesia, jadi itu pasar sangat gede,” ujar Presiden Direktur Lenovo Indonesia Budi Janto dalam acara peluncuran IdeaPad 720s di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Untuk itu, Lenovo menyiapkan tiga seri produk andalan yang diminati kaum muda, yakni seri IdeaPad, Yoga dan Legion. Sedangkan untuk pasar korporat, perusahaan asal negeri Panda itu sudah menyiapkan seri ThinkPad.

Seri laptop ThinkPad disiapkan untuk korporasi karena unggul dari sisi durabilitas, performa dan bahkan lolos uji militer.

Sedangkan seri Legion dirancang untuk penggemar atau pemain game online profesional. Sehingga laptop ini unggul dari sisi ketajaman gambar atau grafisnya dan juga kekuatan prosesornya.

“Seri Legion sudah satu tahun dan itu animonya luar biasa. Sejak kami luncurkan, grafiknya naiknya eksponensial. Potensi pasar yang paling kencang gaming, yang kedua thin and light berkembang sangat pesat,” tutur Budi.

Seiring tingginya mobilitas generasi muda, tren komputer juga berubah. Jika sebelumnya kantor memilih menggunakan PC desktop, sekarang justru lebih banyak menggunakan laptop atau notebook.

Selain alasan mobilitas, pengguna juga terbantu dengan ruang yang lebih hemat jika menggunakan komputer jinjing. Tak ayal, porsi penjualan laptop Lenovo juga meroket, dari sebelumnya hanya 30% menjadi 60% secara keseluruhan.

“Pengguna PC desktop beralih ke komputer all in one. Ruangan semakin terbatas, mereka (pengguna) maunya yang compact,” katanya.

Dari sisi kualitas, lanjut dia, juga terjadi pergeseran. Generasi muda sekarang cenderng memilih perangkat yang memiliki performa tinggi untuk menunjang aktifitas mereka di dunia digital.

“Kalau dikasih laptop atau PC yang biasa saja mereka protes toh,” tandasnya. [WS/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here