Telset.id – Memasang 11 kipas tambahan pada kartu grafis Asus ROG GeForce RTX 3080 hanya menghasilkan peningkatan performa sebesar 2 FPS. Eksperimen ekstrem oleh kanal TrashBench ini membuktikan bahwa kualitas pendingin bawaan pabrik sudah sangat optimal.
TrashBench memulai proyek ini dengan membersihkan dan mengganti thermal paste pada kartu grafis andalannya. Mereka kemudian menetapkan tolok ukur performa menggunakan pendingin bawaan pabrik (stock cooler). Hasil pengujian dengan benchmark Unigine Heaven menunjukkan suhu stabil di angka 63 derajat Celsius saat kipas berputar 100 persen, turun dari 70 derajat Celsius.
Langkah pertama modifikasi adalah mengganti housing pendingin Asus ROG dengan tiga kipas casing Arctic. Hasilnya, suhu GPU turun drastis menjadi stabil di 52 derajat Celsius. Angka ini sudah menunjukkan potensi pendinginan yang lebih baik.
Selanjutnya, tiga kipas casing tersebut diganti dengan kipas server yang lebih tebal. Suhu GPU kembali turun dua derajat menjadi tepat 50 derajat Celsius. Namun, saat TrashBench menambahkan lakban untuk mencegah udara keluar dari sisi kipas, suhu justru naik menjadi 54 derajat Celsius. Eksperimen dengan konfigurasi kipas di bagian depan pun dihentikan.
TrashBench kemudian memasang lima kipas server Arctic kecil yang berputar hingga 15.000 RPM di bagian atas kartu grafis. Konfigurasi yang menghasilkan suara mirip mesin jet ini pun tidak mampu menurunkan suhu di bawah 50 derajat Celsius dalam pengujian jangka panjang. Pemasangan kipas di backplate juga tidak membuahkan hasil yang signifikan.
Puncak eksperimen terjadi saat TrashBench mengganti kipas backplate dengan pendingin AiO 360mm. Konfigurasi ini berhasil mencatatkan suhu GPU terendah, yaitu stabil di 41 derajat Celsius dalam benchmark Heaven. Sayangnya, saat diuji dengan game Shadow of the Tomb Raider, peningkatan performa yang didapat sangat kecil.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa konfigurasi 11 kipas hanya meningkatkan FPS dari 178 menjadi 180 pada resolusi 1440p. Saat overclocking, performa naik dari 183 FPS menjadi 187 FPS. TrashBench mengakui bahwa peningkatan hanya 2 FPS ini sama sekali tidak sebanding dengan usaha dan biaya yang dikeluarkan.
“Pendingin ini hampir memotong suhu hingga setengahnya. Tampilannya keren. Suaranya keren. Tapi hanya memberi saya 2 FPS. Jadi, tidak worth it,” ujar TrashBench dalam video eksperimennya.
Baca Juga:
Eksperimen ini justru menjadi bukti bahwa kualitas pendingin bawaan pabrik pada kartu grafis kelas atas seperti Asus ROG RTX 3080 sudah sangat baik. Menambahkan kipas ekstra secara berlebihan tidak memberikan manfaat performa yang berarti. Hal ini juga menunjukkan bahwa produsen kartu grafis telah mengoptimalkan desain pendingin mereka untuk kebutuhan gaming modern.
Bagi para pengguna yang ingin meningkatkan performa kartu grafis, hasil eksperimen ini memberikan pelajaran berharga. Dariba menghabiskan biaya untuk pendingin tambahan yang tidak efektif, lebih baik menginvestasikan dana tersebut untuk komponen lain yang lebih berdampak.





Komentar
Belum ada komentar.