📑 Daftar Isi

Ilustrasi batas jam streaming Xbox Cloud Gaming untuk pelanggan Game Pass Ultimate, Premium, dan Essential

Xbox Cloud Gaming Dibatasi Jam Main per Bulan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft memberlakukan batas jam streaming Xbox Cloud Gaming mulai November 2026
  • Game Pass Ultimate: 15 jam/bulan, Premium: 10 jam/bulan, Essential: 5 jam/bulan
  • Perubahan hanya berdampak pada 4 persen pelanggan Game Pass
  • Opsi pembelian jam tambahan melalui Xbox Store dengan paket yang bisa dibawa ke bulan berikutnya
  • Cloud gaming kini terbuka untuk non-pelanggan dengan model pay-as-you-go
  • Pemilik Xbox One bisa streaming game Xbox Series X/S tanpa upgrade konsol
  • Harga jam tambahan belum diumumkan dan bervariasi per pasar
  • Microsoft sedang menguji cloud gaming gratis dengan dukungan iklan untuk Xbox Insiders
  • Kebijakan ini bagian dari strategi baru di bawah CEO Xbox Asha Sharma

Telset.id – Microsoft resmi memberlakukan batas waktu untuk layanan Xbox Cloud Gaming mulai November 2026. Perubahan ini menghapus streaming game tanpa batas bagi pelanggan Game Pass Ultimate dan memberlakukan kuota jam main bulanan di semua tier Game Pass.

Kebijakan baru ini memberikan alokasi jam streaming berbeda untuk setiap tier. Pelanggan Game Pass Ultimate mendapatkan 15 jam streaming per bulan, Game Pass Premium memperoleh 10 jam per bulan, sementara pelanggan Game Pass Essential hanya kebagian lima jam streaming per bulan. Xbox memperkirakan perubahan ini hanya berdampak pada empat persen pelanggan Game Pass.

Microsoft mengakui bahwa pengenalan batasan ini merupakan perubahan signifikan. Tim Xbox dalam pengumuman resminya menyatakan, “Kami menyadari bahwa memperkenalkan batasan adalah perubahan yang berarti, terutama bagi pemain yang secara rutin menghabiskan lebih banyak waktu bermain melalui cloud.” Perusahaan juga menjelaskan bahwa biaya penyediaan cloud gaming meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna dan durasi bermain.

Opsi Beli Jam Tambahan dan Akses Non-Pelanggan

Bagi pengguna yang membutuhkan lebih dari kuota yang disediakan, Xbox membuka opsi pembelian jam bermain cloud tambahan melalui Xbox Store mulai November. Paket jam yang dibeli dapat dibawa ke bulan berikutnya jika tidak terpakai dalam satu bulan tertentu. Namun, Microsoft belum mengungkapkan harga pasti untuk paket jam tambahan ini dan menyatakan harganya bervariasi di setiap pasar.

Perubahan besar lainnya adalah akses Xbox Cloud Gaming kini terbuka untuk siapa saja tanpa langganan Game Pass. Model pay-as-you-go ini memungkinkan pengguna membeli jam bermain cloud melalui Xbox Store dan melakukan streaming game yang mereka miliki di perangkat yang didukung. Xbox menyebut opsi ini sebagai alternatif bagi orang yang hanya sesekali membutuhkan akses cloud gaming atau tidak ingin berlangganan bulanan.

Dengan sistem baru ini, pemilik Xbox One secara teoritis dapat melakukan streaming game Xbox Series X/S yang memenuhi syarat tanpa harus membeli konsol baru. Ini menjadi alternatif menarik di tengah harga konsol modern yang terus meningkat, terutama dengan prediksi mahalnya lini konsol Project Helix yang akan datang akibat naiknya biaya RAM.

Perubahan ini menjadi babak baru setelah setahun terakhir semua paket Game Pass menikmati cloud gaming tanpa batas. Sebelumnya, akses Xbox Cloud Gaming hanya tersedia di tier Ultimate, kemudian dibuka untuk semua tier Game Pass hampir setahun lalu. Kini setelah pengguna terbiasa dengan fitur tersebut, mereka diminta membayar untuk jam tambahan.

Penggunaan cloud gaming oleh para pemain sangat beragam. Sebagian menggunakannya untuk mencoba game sebelum mengunduh, pemilik Xbox One memanfaatkannya untuk mengakses game Xbox Series X, dan sebagian lainnya bermain game Xbox dari perangkat seluler saat di luar rumah. Batasan bulanan yang ketat ini berpotensi memaksa pemilik Xbox One untuk meningkatkan konsol mereka daripada mengandalkan cloud untuk game tertentu.

Para pemain yang rutin menggunakan Xbox Cloud Gaming untuk mencoba game juga akan berpikir dua kali melakukannya secara teratur. Pembatasan jam ini bisa menyulitkan mereka yang berada di tier Game Pass Essential dengan kuota paling kecil.

Perubahan Strategi di Bawah Kepemimpinan Baru

Langkah ini menandai pergeseran strategi Microsoft di bawah CEO Xbox Asha Sharma. Sebelumnya, Xbox membangun layanan cloud gaming dengan visi dunia di mana pemain tidak memerlukan konsol untuk bermain game. Visi tersebut tercermin dalam kampanye iklan “This Is An Xbox” yang kurang populer di kalangan penggemar.

Di bawah kepemimpinan Sharma, Xbox justru berbalik arah dengan menurunkan harga langganan, kembali fokus pada game eksklusif dan perangkat keras, serta melakukan perampingan karyawan. Ironisnya, kondisi saat ini justru membuat cloud gaming terlihat lebih menarik dibandingkan membeli konsol baru yang diprediksi semakin mahal.

Microsoft juga sedang menguji cloud gaming gratis yang didukung iklan untuk pengguna Xbox Insiders. Langkah ini berpotensi membuka akses cloud gaming lebih luas kepada orang-orang yang tidak memiliki Xbox. Ambisi besar Sharma untuk menjadikan Xbox “salah satu dari sedikit perusahaan yang menghibur lebih dari satu miliar orang setiap hari” tampaknya menjadi pendorong berbagai inisiatif ini.

Upaya Microsoft menarik lebih banyak pemain ke ekosistem Xbox melalui cloud dan perangkat seluler sudah berlangsung bertahun-tahun. Sebelumnya, Microsoft sempat meluncurkan toko game mobile Xbox dengan tujuan memungkinkan orang membeli game Xbox dan langsung melakukan streaming ke perangkat mereka. Fitur pembelian game dan DLC di aplikasi Xbox mobile mulai diluncurkan tahun lalu, namun opsi remote play harus dihapus untuk mematuhi kebijakan App Store Apple.

Hingga kini, pengguna iOS masih belum bisa membeli game Xbox di aplikasi mobile dan langsung melakukan streaming di aplikasi yang sama. Kebijakan Apple memaksa pengguna mengakses situs mobile Xbox Cloud Gaming melalui browser untuk mendapatkan layanan tersebut. Microsoft sebelumnya menyalahkan Apple atas keterlambatan peluncuran toko mobile Xbox dan mengungkapkan telah membangun toko game Xbox untuk Android yang tidak bisa diluncurkan akibat kebijakan Google.

Meski menghadapi berbagai hambatan, Microsoft terus berjuang secara hukum untuk membuka toko aplikasi milik Apple dan Google. Sharma sendiri menegaskan awal tahun ini bahwa “ide” toko mobile Xbox “belum mati”.

Kebijakan batas jam streaming ini kemungkinan akan mendapat respons beragam dari pelanggan. Sebelumnya, Microsoft terpaksa menurunkan harga Xbox Game Pass Ultimate enam bulan setelah menaikkannya, namun memotong judul Call of Duty baru dari layanan untuk menyeimbangkan biaya. Perubahan terbaru ini tampaknya menjadi upaya lain untuk mencegah kenaikan harga Game Pass lebih lanjut.

Bagi pengguna yang ingin mengetahui perkembangan lain seputar ekosistem Xbox, kabar tentang keluarga perangkat penerus konsol saat ini juga menarik untuk disimak. Sementara itu, para pemilik koleksi game fisik dapat memanfaatkan fitur disc-to-digital yang telah diluncurkan Xbox sebelumnya.

Keputusan Microsoft untuk memberlakukan batas jam streaming ini mencerminkan realitas bisnis di balik layanan cloud gaming. Biaya infrastruktur yang terus bertambah seiring popularitas layanan memaksa perusahaan mencari model bisnis yang lebih berkelanjutan. Dengan membuka akses ke non-pelanggan melalui sistem pay-as-you-go, Microsoft juga memperluas pasar potensial di luar basis pelanggan Game Pass yang ada.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.