Ilustrasi konsol Xbox Series X dengan latar belakang gelap dan efek cahaya hijau

Xbox Alami Gangguan 16 Jam, Game Fisik Ikut Terdampak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Xbox alami gangguan layanan selama 16 jam pada 26-27 Juli 2026
  • Gangguan memblokir sign-in, daftar pustaka, dan peluncuran game
  • Game fisik ikut terdampak karena sistem verifikasi lisensi
  • Layanan lisensi di luar Xbox menjadi penyebab utama kegagalan
  • Insiden terjadi dekat dengan pengumuman Sony hentikan produksi cakram fisik
  • Microsoft sedang uji program disc-to-digital dan konsol tanpa drive

Telset.id – Gangguan layanan Xbox selama kurang lebih 16 jam pada akhir pekan lalu tidak hanya memblokir akses game digital, tetapi juga membuat game fisik tidak bisa dimainkan. Insiden ini menyoroti kerentanan sistem verifikasi lisensi yang menjadi tulang punggung ekosistem konsol modern.

Xbox chief technology officer Scott Van Vliet menjelaskan dalam unggahan di X bahwa sebuah layanan lisensi di luar sistem Xbox mulai mengalami kegagalan pada 26 Juli malam. Layanan ini merupakan fondasi yang digunakan platform untuk memverifikasi kepemilikan game. Akibatnya, proses masuk (sign-in), daftar pustaka game, hingga meluncurkan game menjadi tidak berfungsi di seluruh lini konsol Xbox 360, Xbox One, dan Xbox Series X|S.

Microsoft berhasil memulihkan layanan pada pukul 14.30 PDT, 27 Juli. Selama periode tersebut, halaman status Microsoft sempat memperingatkan bahwa pemain mungkin akan kesulitan meluncurkan game berbasis cakram (disc). Artinya, keping game fisik yang sudah dimasukkan ke dalam konsol tidak lebih berguna daripada versi digital yang terkunci.

“Lebih awal hari ini, banyak pemain mulai mengalami masalah dengan proses masuk, menelusuri pustaka game, dan memainkan game. Tim telah bekerja keras sepanjang hari untuk memperbaiki masalah ini, dan kami telah memulihkan layanan pada pukul 14.30 PDT. Meskipun demikian, ini adalah situasi yang tidak dapat diterima,” tulis akun resmi Xbox Support.

Menurut penjelasan Van Vliet, sistem pemantauan otomatis mendeteksi kegagalan pada malam hari dan para teknisi piket langsung menetapkannya sebagai insiden besar. Tim kemudian mengalihkan lalu lintas data ke sistem yang sehat sementara penyebab utama masih diselidiki. “Saya kurang peduli dengan penyebab satu baris,” tulis Van Vliet, seraya menambahkan bahwa tinjauan akan fokus pada mengapa kegagalan pada satu layanan bisa berdampak sebesar itu dan mengapa pemulihan memakan waktu selama itu.

Semua proses yang memerlukan pemeriksaan hak akses (entitlement check) menjadi rusak, termasuk menampilkan daftar pustaka lengkap dan meluncurkan game yang dimiliki. Beberapa mitra penerbit dan toko Microsoft juga bergantung pada sistem yang sama, yang menjelaskan mengapa beberapa judul game tetap berfungsi sementara yang lain tidak.

Mengapa Game Fisik Ikut Terdampak?

Microsoft belum memberikan penjelasan resmi mengapa game berbasis cakram ikut terdampak dalam kegagalan ini. Namun, dokumentasi pengembang Microsoft membagi skenario kehilangan koneksi menjadi dua kategori terpisah: kehilangan total layanan internet, dan kehilangan satu atau lebih layanan online.

Perilaku konsol dirancang berdasarkan skenario pertama, di mana sistem membaca pernyataan manifes game dan meluncurkan semua yang memiliki mode permainan yang tidak memerlukan konektivitas. Skenario kedua, di mana jaringan baik-baik saja tetapi layanan tertentu tidak merespons, hanya didokumentasikan sebagai sesuatu yang harus ditangani oleh game individual tanpa mengalami hang atau crash.

Konsol Xbox One dan Series menggunakan paket XVC terenkripsi dengan lisensi yang melekat pada cakram, bukan berfungsi sebagai media yang bisa di-boot secara langsung. Inilah yang menyebabkan saat layanan lisensi mati, game fisik pun ikut terkunci.

Dampak pada Pengguna dan Industri

Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada Juli 2024, pemain Xbox berhasil memulihkan akses ke game single-player yang sudah terinstal dengan memaksa konsol masuk ke status offline melalui pengaturan Jaringan. Layanan Xbox juga sempat down pekan lalu selama peluncuran akses awal Halo: Campaign Evolved.

Yang menarik, waktu terjadinya gangguan ini sangat berdekatan dengan keputusan Sony yang baru-baru ini mengumumkan penghentian produksi cakram fisik untuk game baru pada Januari 2028. Sebuah petisi Change.org yang menentang keputusan tersebut telah melampaui 348.000 tanda tangan.

Sementara itu, Microsoft sedang menguji program disc-to-digital yang memberikan hak digital yang terikat pada cakram tertentu. Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa konsol Xbox berikutnya mungkin hadir tanpa drive optik, meskipun perusahaan belum mengonfirmasi hal ini.

Van Vliet bergabung dengan Xbox dari organisasi Azure Microsoft bersama CEO Asha Sharma, beberapa minggu sebelum Microsoft memangkas 3.200 peran Xbox sepanjang tahun fiskal 2027 dan melepas lima studio.

Bagi pengguna yang mengalami masalah serupa, mematikan koneksi internet konsol secara manual bisa menjadi solusi sementara untuk mengakses game yang sudah terinstal. Langkah ini memungkinkan konsol untuk melewati pemeriksaan lisensi online dan menjalankan game dalam mode offline.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.