Ulama Aceh Keluarkan Fatwa Haram untuk PUBG

Telset.id, Jakarta – Dewan Ulama Aceh mengeluarkan fatwa haram untuk game PlayerUnknows Battlegrounds (PUBG). Selain itu fatwa haram juga akan berlaku bagi game serupa PUBG yang mengandung unsur kekerasan.

Dilansir Telset.id dari AsiaOne pada Kamis (20/06/2019), fatwa tersebut dikeluarkan pada Rabu kemarin. Mereka terkejut ketika melihat popularitas PUBG yang kian melonjak di antara masyarakat Aceh yang sebagian besar Muslim.

“Kami telah melihat bahwa anak-anak dan bahkan orang dewasa di Aceh mulai kecanduan game PUBG dan mereka memainkannya di mana-mana lewat ponsel mereka. Ini sudah mulai mengkhawatirkan,” kata Wakil Dewan Ulama Aceh, Faisal Ali.

Ulama Aceh pun melakukan kajian. Hasilnya mereka nyatakan jika PUBG haram karena menghina agama islam dan membuat pemain kecanduan untuk melakukan kekerasan.

{Baca juga: Dianggap Bawa Mudarat, MUI Bakal Haramkan PUBG?}

Selain itu, mereka juga melihat banyak negara lain seperti India, Nepal dan Irak yang memblokir PUBG karena mengandung kekerasan. Ulama Aceh pun berharap  jika pemerintah Provinsi Aceh untuk mempertimbangkan fatwa tersebut.

“Fatwa kami mengatakan bahwa PUBG dan permainan serupa lainnya adalah haram (dilarang) karena mereka dapat memicu kekerasan dan mengubah perilaku orang. Itu juga menghina Islam,” kata Faisal Ali, wakil ketua Dewan Ulama Aceh.

Fatwa haram mengenai PUBG sebelumnya pernah ramai pada Maret lalu. Saat itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan akan mengkaji PUBG. MUI akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa haram atau tidak, karena game tersebut dinilai telah menimbulkan mudarat atau dampak buruk.

{Baca juga: MUI Gelar Diskusi Terkait “PUBG Haram”, Apa Hasilnya?}

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh memaparkan bahwa pada pertemuan tersebut ada beberapa masukan dari Kementerian Kominfo, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asosiasi e-Sport Indonesia, ahli psikologi, hingga Kantor Staf Kepresidenan.

Topik yang dibahas dalam FGD adalah game secara keseluruhan yang terindikasi ada unsur kekerasan, radikalisme, hingga terorisme di dalamnya. [NM/HBS]

Sumber: AsiaOne

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0