📑 Daftar Isi

Logo Ubisoft dengan bayangan dua orang duduk di depannya

Ubisoft Tutup Studio di Winnipeg dan Belgrade, PHK Massal 380 Karyawan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Ubisoft menutup studio di Winnipeg dan Belgrade serta melakukan PHK di Barcelona dan San Francisco
  • Sekitar 380 pekerjaan terancam akibat restrukturisasi ini
  • 12 persen tim pengembang Rainbow Six: Siege dipindahkan ke proyek lain
  • Ubisoft Barcelona ditunjuk sebagai pengembang utama Rainbow Six: Siege
  • Langkah ini merupakan bagian dari upaya Ubisoft memangkas biaya operasional
  • Sebelumnya Ubisoft juga melakukan PHK pada Januari dan Februari 2026
  • Pada Oktober 2025, Ubisoft memisahkan Vantage Studios dengan dukungan Tencent

Telset.id – Ubisoft kembali melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan menutup studio di Winnipeg dan Belgrade serta melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Barcelona dan San Francisco. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penerbit game asal Prancis tersebut untuk memangkas biaya operasional di tengah tekanan finansial yang berkepanjangan.

Menurut laporan The Game Business, penutupan studio Winnipeg akan berdampak langsung pada seluruh 65 karyawan yang bekerja di sana. Sementara itu, PHK di Barcelona dan pengurangan staf di kantor San Francisco diperkirakan membuat sekitar 380 pekerjaan terancam. Kantor San Francisco sendiri sebenarnya sudah berhenti beroperasi sebagai studio pengembangan pada 2024, namun masih menampung tim IT dan pemasaran Ubisoft.

Keputusan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sepanjang tahun 2026, Ubisoft telah melakukan beberapa gelombang PHK, termasuk pada Januari dan Februari lalu. PHK Ubisoft Toronto sebelumnya juga mengguncang industri game, meskipun proyek Splinter Cell Remake disebut masih berjalan.

Rainbow Six: Siege Jadi Fokus Restrukturisasi

Selain memangkas biaya tetap seperti gaji, sewa kantor, dan premi asuransi, Ubisoft juga melakukan perubahan pada proses pengembangan game multiplayer populernya, Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege. Insider Gaming melaporkan bahwa penerbit tersebut memindahkan 12 persen dari tim pengembang Siege ke proyek lain dan menjadikan Ubisoft Barcelona sebagai pengembang utama game tersebut.

Langkah ini menunjukkan bahwa Ubisoft berusaha menjaga franchise andalannya tetap hidup tanpa mengeluarkan biaya berlebihan. Rainbow Six: Siege telah menjadi salah satu pilar pendapatan Ubisoft selama bertahun-tahun, sehingga keputusan untuk merestrukturisasi tim pengembangnya dinilai sebagai langkah strategis.

Baca Juga:

Krisis Berkepanjangan Ubisoft

Gelombang PHK, program pembelian sukarela, dan penutupan kantor telah menjadi pola yang konsisten dilakukan Ubisoft untuk memperbaiki kondisi keuangannya. Langkah ini merupakan respons atas beberapa tahun penjualan yang buruk dan penundaan perilisan game.

Pada Oktober 2025, Ubisoft juga memutuskan untuk memisahkan Vantage Studios dengan pendanaan dari Tencent. Studio baru ini menjadi rumah bagi beberapa seri game paling terkenal milik Ubisoft, seperti Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six. Karyawan Ubisoft mogok kerja sebelumnya juga sempat terjadi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai mencekik.

Engadget telah menghubungi Ubisoft untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai penutupan studio, PHK, dan jumlah pasti karyawan yang terdampak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak penerbit.

Dampak dari gelombang PHK ini tidak hanya dirasakan oleh karyawan yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga oleh industri game secara keseluruhan. Ubisoft, yang pernah menjadi salah satu penerbit game terbesar di dunia, kini harus berjuang untuk bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen.

Keputusan untuk menutup studio di Winnipeg dan Belgrade menunjukkan bahwa tidak ada lokasi yang aman dari restrukturisasi. Bahkan studio yang berada di luar pusat pengembangan utama pun tidak luput dari pemangkasan biaya. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan proyek-proyek game yang sedang dikembangkan di studio-studio tersebut.

Bagi para penggemar game Ubisoft, situasi ini mungkin menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas dan kuantitas rilis game di masa depan. Namun, perusahaan tampaknya lebih fokus pada efisiensi operasional daripada ekspansi agresif. Langkah ini bisa menjadi strategi jangka panjang untuk memastikan kelangsungan bisnis Ubisoft di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perlu dicatat bahwa industri game secara keseluruhan juga mengalami gejolak serupa. Banyak perusahaan game besar lainnya yang juga melakukan PHK dan restrukturisasi sebagai respons terhadap perubahan pasar. Ubisoft hanyalah salah satu contoh dari tren yang lebih luas di industri ini.

Meskipun demikian, dampak sosial dari PHK massal ini tidak bisa diabaikan. Ratusan keluarga terkena dampak langsung dari keputusan ini. Para karyawan yang kehilangan pekerjaan harus mencari peluang baru di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif.

Ubisoft belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana jangka panjangnya setelah restrukturisasi ini. Namun, dengan fokus pada franchise andalan seperti Rainbow Six: Siege, Assassin’s Creed, dan Far Cry, perusahaan tampaknya ingin mempertahankan identitasnya sebagai penerbit game berkualitas tinggi.

Keputusan untuk memindahkan pengembangan Rainbow Six: Siege ke Barcelona juga menunjukkan bahwa Ubisoft ingin memanfaatkan keahlian lokal. Barcelona telah lama menjadi pusat pengembangan game yang berkembang pesat, dengan banyak talenta berbakat di bidang ini.

Namun, PHK di Barcelona justru kontradiktif dengan langkah ini. Meskipun studio tersebut menjadi pengembang utama Siege, karyawan di sana tetap terkena dampak restrukturisasi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada jaminan keamanan kerja, bahkan di studio yang menjadi prioritas perusahaan.

Secara keseluruhan, langkah Ubisoft ini merupakan cerminan dari tantangan yang dihadapi industri game saat ini. Tekanan untuk menghasilkan keuntungan, persaingan yang ketat, dan perubahan preferensi konsumen memaksa perusahaan untuk terus beradaptasi. Bagi Ubisoft, adaptasi ini berarti pengorbanan yang pahit bagi sebagian karyawannya.

Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi terbaru jika Ubisoft memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, para penggemar game dan pelaku industri harus bersiap menghadapi kemungkinan lebih banyak perubahan di masa depan.

Komentar

Belum ada komentar.