Telset.id – Sony secara mendadak menutup layanan multiplayer online Destruction AllStars dan menariknya dari peredaran. Game eksklusif PlayStation 5 (PS5) tersebut tidak lagi bisa dibeli, dan servernya telah dimatikan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Keputusan ini dikonfirmasi melalui pemberitahuan yang dikirim Sony kepada para pemain. Dalam email tersebut, Sony menyatakan bahwa layanan multiplayer untuk Destruction AllStars di konsol PS5 akan tetap offline dan tidak lagi tersedia karena adanya kendala teknis yang sedang berlangsung. Langkah ini terbilang mendadak dan tidak lazim untuk sebuah game layanan langsung (live service game).
Meski server multiplayer telah ditutup, pemain yang sudah memiliki game ini masih bisa mengakses konten single-player hingga 25 November 2026. Setelah tanggal tersebut, akses ke mode pemain tunggal juga akan dihentikan. Sony juga menambahkan bahwa mode arcade solo mungkin memiliki fungsionalitas terbatas karena seluruh server akan dimatikan.
Destruction AllStars adalah game pertarungan kendaraan arena kacau bergaya Twisted Metal. Game ini dirilis pada Februari 2021 sebagai salah satu judul gelombang awal untuk PS5 dan menjadi game gratis bagi pelanggan PlayStation Plus. Meskipun sempat menjadi andalan, game ini sepi peminat dalam waktu kurang dari setahun setelah dirilis, sehingga penutupannya tidak sepenuhnya mengejutkan.
Yang membuat kasus ini menarik adalah tidak adanya pesan awal dari Sony atau pengembang Lucid Games mengenai rencana penghentian proyek ini. Berita tentang penutupan server pertama kali beredar berdasarkan notifikasi PlayStation yang diterima pemain. Hal ini menunjukkan bahwa Destruction AllStars kemungkinan besar tidak pernah menemukan basis audiens yang berkelanjutan di pasar game-as-a-service yang sangat jenuh.
Nasib Game Layanan Langsung Sony
Penutupan mendadak ini menjadi catatan menarik di tengah strategi Sony yang terus mengembangkan layanan berlangganan. Sebelumnya, Sony juga telah menaikkan harga PS Plus di Indonesia per 20 Mei 2026, menunjukkan bahwa perusahaan terus mengevaluasi model bisnis layanannya.
Di sisi lain, Sony masih aktif mengembangkan portofolio game-nya. Perusahaan baru saja mengumumkan akan menggelar State of Play 2026 di Juni yang siap memamerkan gameplay Marvel’s Wolverine. Acara ini diharapkan bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang arah strategi konten Sony ke depan.
Baca Juga:
Dengan penutupan ini, pemain yang masih memiliki akses ke Destruction AllStars disarankan untuk menikmati konten single-player yang tersedia sebelum batas waktu November 2026. Setelah itu, game ini hanya akan menjadi kenangan dari era awal PS5.





Komentar
Belum ada komentar.