Telset.id ā Pemilik PlayStation 5 di Amerika Serikat kini bisa menikmati lebih dari 100 saluran televisi gratis yang didukung iklan langsung dari konsol mereka. Sony resmi meluncurkan layanan Live TV on PS5 melalui tab media konsol, menandai langkah baru perusahaan untuk memperluas ekosistem hiburan PlayStation.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Sony untuk meningkatkan pendapatan dari pelanggan yang sudah ada. Dengan menghadirkan saluran free ad-supported streaming TV (FAST), Sony berupaya menjaga perhatian pengguna tetap berada di platform PlayStation, alih-alih berpindah ke layanan streaming lain seperti Pluto, Roku, atau Tubi.
Layanan ini menawarkan beragam konten dari Sony Pictures Television, termasuk saluran film, serial TV, anime, berita, olahraga, dan dokumenter. Pengguna PS5 di AS dapat mengakses layanan ini mulai hari ini, 31 Agustus 2026.
Ratusan Saluran dan Konten On-Demand
Koleksi saluran yang tersedia mencakup berbagai genre. Untuk kategori film, ada MovieSphere by Lionsgate, 50 Cent Action, dan Sony One Horror Hits yang menyajikan tayangan aksi, fiksi ilmiah, hingga horor. Sementara untuk serial TV, pengguna bisa menonton judul-judul populer seperti Community, The Walking Dead, Deal or No Deal USA, Fear Factor, dan Ice Road Truckers.
Bagi penggemar anime, Sony menghadirkan saluran yang menayangkan Naruto, Sailor Moon, Hunter x Hunter, dan Death Note. Kehadiran konten anime ini tidak lepas dari kepemilikan Sony atas Crunchyroll, platform streaming anime terbesar di dunia. Selain itu, tersedia pula saluran yang menampilkan konten gaming, esports, podcast, dan komedi.

Sony juga memastikan bahwa Live TV on PS5 akan terus diperbarui dengan program-program segar dan saluran baru. Perusahaan berencana memperluas layanan ini ke Kanada dan wilayah lainnya di masa mendatang. Pengguna juga dapat mengakses berbagai pilihan konten on-demand selain saluran live yang tersedia.
Keputusan ini hadir di tengah berbagai perubahan strategis Sony, termasuk langkah menghentikan produksi cakram game secara besar-besaran. Fokus perusahaan saat ini lebih diarahkan pada upaya menghasilkan pendapatan tambahan dari pelanggan yang sudah ada dibandingkan menjual unit PS5 baru kepada pengguna yang belum memiliki konsol.
Timing yang Kurang Tepat di Tengah Kritik
Meskipun langkah ini masuk akal secara bisnis, waktu peluncurannya dinilai kurang ideal. Sony masih menghadapi kritik terkait depresiasi cakram game yang tidak kunjung mereda. Selain itu, perusahaan baru saja mengumumkan bahwa pelanggan di Eropa akan kehilangan akses ke ratusan film yang telah mereka beli di PlayStation Store akibat berakhirnya perjanjian lisensi.
Kritik terhadap kebijakan konten digital Sony ini menjadi sorotan di tengah peluncuran layanan baru tersebut. Meski PlayStation memiliki sejumlah game baru yang akan diumumkan dalam acara State of Play pekan ini, langkah menghadirkan layanan TV gratis di PS5 ini terasa seperti upaya Sony mengarahkan konsolnya menuju konsep pusat hiburan serba bisa, mirip dengan strategi Xbox One yang pernah gagal di masa lalu.
Microsoft sebelumnya sempat mempromosikan Xbox One sebagai perangkat hiburan all-in-one, namun strategi tersebut berakhir dengan kegagalan. Kini Sony tampaknya mulai mengambil arah serupa dengan menambahkan fitur televisi ke PS5, meskipun pendekatan yang digunakan berbeda dengan apa yang pernah dilakukan Microsoft.
Bagi pengguna PS5 di Amerika Serikat, kehadiran layanan ini memberikan alternatif baru untuk menonton konten tanpa biaya tambahan. Dengan lebih dari 100 saluran yang tersedia, pengguna memiliki banyak pilihan hiburan langsung dari konsol mereka. Sony berencana memperluas layanan ini ke Kanada dan wilayah lain, meskipun belum ada kepastian kapan layanan ini akan hadir di pasar Indonesia.
Pengguna PS5 yang tertarik dapat langsung mengakses layanan ini melalui tab media di konsol mereka. Layanan ini tersedia secara gratis dengan dukungan iklan, sehingga pengguna tidak perlu membayar biaya berlangganan tambahan untuk menikmati berbagai saluran yang ditawarkan.
Dengan strategi ini, Sony berupaya memperkuat posisi PlayStation 5 bukan hanya sebagai konsol game, tetapi juga sebagai pusat hiburan rumah. Namun, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada respons pengguna dan kemampuan Sony dalam menjaga kualitas konten yang ditawarkan.





Komentar
Belum ada komentar.