📑 Daftar Isi

Sony Hentikan Game Fisik PS pada 2028, Lima Tradisi Ini Akan Hilang

Sony Hentikan Game Fisik PS pada 2028, Lima Tradisi Ini Akan Hilang

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Keputusan Sony Interactive Entertainment (SIE) untuk menghentikan produksi game PlayStation (PS) dalam format cakram (disc) mulai Januari 2028 menandai akhir dari sebuah era. Bagi para gamer kawakan, kebijakan ini bukan sekadar soal perubahan cara membeli game, melainkan hilangnya tradisi yang telah menemani mereka selama lebih dari tiga dekade.

Mulai 2028, semua judul game baru untuk PlayStation hanya akan tersedia dalam bentuk digital melalui PlayStation Store atau kode unduhan yang dijual di toko ritel. Langkah ini, yang dikonfirmasi oleh SIE, secara langsung menghapus pengalaman fisik yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya bermain game sejak era PS1 pada 1990-an.

Sejumlah tradisi yang akan hilang ini dirangkum berdasarkan pengalaman pribadi pengguna PS kawakan. Berikut adalah lima tradisi yang akan menjadi kenangan setelah Sony menghentikan game fisik.

1. Berburu Game Fisik di Toko

Salah satu pengalaman paling mengesankan yang akan hilang adalah budaya berburu game fisik di toko. Sebelum era distribusi digital, gamer rela datang langsung ke toko game untuk melihat stok terbaru, membandingkan harga, membaca informasi di bagian belakang kotak, hingga berbincang dengan penjaga toko mengenai game yang layak dibeli.

Mulai 2028, pengalaman ini akan berganti menjadi membeli game langsung melalui PlayStation Store atau menukarkan kode digital. Tidak adanya budaya membeli rilisan fisik di toko membuat sejumlah gamer lawas meramaikan kolom komentar di pengumuman resmi SIE. Mereka menyukai keberadaan game fisik karena dapat memilih tempat membeli, mencoba game langsung, sekaligus memperoleh harga yang lebih kompetitif dibandingkan toko digital.

Keputusan ini juga menuai protes dari komunitas. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Sony Hentikan Produksi Disc menuai reaksi keras.

2. Sensasi Unboxing Kotak Game Baru

Hal lain yang akan menjadi kenangan adalah sensasi dan kepuasan tersendiri ketika unboxing alias membuka segel atau plastik kotak game baru. Pengguna juga tak akan bisa merasakan pengalaman memasukkan disc game, atau yang biasa disebut “kaset PS”, ke dalam konsol lagi per 2028 nanti.

Pada era PlayStation sebelumnya, sejumlah game juga dilengkapi buku manual, artwork, poster, atau bonus lain yang membuat pengalaman membeli game terasa lebih spesial. Semua elemen ini akan hilang sepenuhnya di era digital.

3. Tradisi Meminjamkan dan Menjual Game Bekas

Dengan hilangnya game fisik, tradisi meminjamkan game kepada teman atau menjual game bekas juga akan berakhir. Game digital terikat pada akun pengguna, sehingga tidak bisa dipindahtangankan secara bebas seperti cakram fisik. Ini menjadi kerugian besar bagi gamer yang biasa berbagi koleksi atau mencari dana untuk membeli game baru dengan menjual game lama.

4. Koleksi Fisik yang Bisa Dipajang

Bagi banyak gamer, rak yang dipenuhi kotak game adalah sebuah kebanggaan. Koleksi fisik tidak hanya berfungsi sebagai media penyimpanan, tetapi juga sebagai pajangan yang menunjukkan perjalanan dan dedikasi seorang pemain. Tanpa game fisik, koleksi game hanya akan tersimpan dalam bentuk digital di dalam hard drive konsol, menghilangkan aspek visual dan nostalgia dari hobi ini.

5. Ketergantungan pada Koneksi Internet dan Server

Tradisi terakhir yang akan hilang adalah kepastian kepemilikan game. Dengan game fisik, pemain bisa memainkan game kapan saja tanpa perlu khawatir server ditutup atau koneksi internet terputus. Di era digital, game yang dibeli bisa saja tidak bisa diakses lagi jika server PlayStation Store suatu saat ditutup, atau jika akun pengguna mengalami masalah. Ini menjadi kekhawatiran serius bagi kolektor dan gamer yang menghargai arsip digital mereka.

Keputusan Sony ini menjadi pengingat bahwa meskipun teknologi terus maju, ada nilai-nilai dan pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh kemudahan digital. Bagi para gamer yang tumbuh bersama PlayStation, tradisi-tradisi ini akan selalu menjadi kenangan manis yang tak terlupakan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.