📑 Daftar Isi

Konsol PlayStation 5 dan kontroler dengan logo Sony terlihat dari sudut

Sony Amankan Pasokan RAM untuk PS5 di Tengah Kelangkaan Memori

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sony mengamankan pasokan RAM untuk PS5 hingga akhir tahun fiskal 2026 (April 2027) di tengah kelangkaan memori global "Ramageddon"
  • Kepastian pasokan ini penting menjelang rilis GTA 6 pada 19 November yang diprediksi meningkatkan permintaan PS5
  • Penjualan PS5 kuartal pertama turun dari 2,5 juta menjadi 1,6 juta unit, namun total pengiriman mencapai 95,3 juta unit sejak Juni 2020
  • Laba Sony naik 37 persen menjadi 54,1 miliar yen ($337 juta) meski pendapatan flat, didorong pengembalian tarif AS dan nilai tukar yen
  • Sony tidak meneruskan penghematan tarif kepada konsumen, memilih menyimpan dana refund tersebut
  • Penjualan game first-party turun 900.000 unit, mengindikasikan Saros dari Housemarque belum memenuhi ekspektasi
  • Pengguna aktif bulanan PlayStation naik 2 juta menjadi 125 juta pengguna

Telset.id – Sony memastikan pasokan memori untuk PlayStation 5 aman di tengah kelangkaan RAM global yang dikenal sebagai “Ramageddon”. Dalam laporan pendapatan terbaru, perusahaan asal Jepang itu menyatakan telah mengamankan jumlah memori yang diperlukan untuk memenuhi target penjualan konsol PS5 sepanjang tahun fiskal 2026 yang berakhir April 2027.

“Mengenai dampak kondisi pasar memori terhadap perangkat keras PlayStation 5, kami telah mengamankan jumlah memori yang diperlukan untuk memenuhi proyeksi volume penjualan kami untuk tahun fiskal 2026 [berakhir April 2027],” tulis Sony dalam pernyataan resminya. Pernyataan ini menjadi sinyal penting bagi investor bahwa produksi PS5 tidak akan terganggu oleh krisis pasokan chip memori.

Kepastian pasokan RAM ini menjadi krusial menjelang perilisan Grand Theft Auto 6 (GTA 6) yang dijadwalkan rilis pada 19 November. Game besutan Rockstar Games tersebut diprediksi menjadi pemicu lonjakan permintaan konsol PS5 secara signifikan. Dengan ketersediaan stok yang terjamin, Sony optimistis dapat memenuhi lonjakan permintaan tersebut.

Sudut konsol Sony PlayStation 5 dan kontroler dengan logo Sony

Penjualan PS5 Menurun di Kuartal Pertama

Di tengah kabar positif soal pasokan RAM, Sony justru mencatat penurunan penjualan konsol PS5 pada kuartal pertama tahun fiskal ini. Perusahaan hanya berhasil menjual 1,6 juta unit PS5, turun cukup drastis dibandingkan 2,5 juta unit pada kuartal yang sama tahun lalu. Penurunan serupa juga terjadi pada kuartal sebelumnya.

Penurunan penjualan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan harga akibat tarif AS dan fakta bahwa PS5 kini sudah berusia enam tahun sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 2020. Meski demikian, total pengiriman PS5 sejak peluncurannya telah mencapai 95,3 juta unit secara kumulatif.

Menariknya, meskipun volume penjualan konsol menurun, Sony justru mencatatkan peningkatan profitabilitas. Pendapatan perusahaan relatif flat, namun laba naik 37 persen menjadi 54,1 miliar yen atau sekitar 337 juta dolar AS. Kenaikan ini didorong oleh pengembalian tarif AS dan nilai tukar mata uang asing yang menguntungkan seiring pelemahan yen.

Seperti sebagian besar perusahaan yang terdampak tarif, Sony memilih menyimpan dana pengembalian tersebut daripada meneruskan penghematan kepada konsumen yang sebelumnya telah membayar harga lebih tinggi. Keputusan ini menjadi sorotan mengingat konsumen sempat menanggung beban kenaikan harga akibat kebijakan tarif.

Kinerja Game dan Basis Pengguna Aktif

Dari sisi penjualan game, performa Sony relatif stagnan. Penjualan game pihak ketiga tercatat naik, namun pengiriman game first-party turun hingga 900.000 unit. Kondisi ini mengindikasikan bahwa Saros, game besutan PlayStation Studio’s Housemarque, kemungkinan belum memenuhi ekspektasi pasar sebagaimana dicatat oleh Kotaku.

Sementara itu, jumlah pengguna aktif bulanan PlayStation justru menunjukkan tren positif. Angkanya naik 2 juta menjadi 125 juta pengguna aktif bulanan. Pertumbuhan basis pengguna ini menjadi modal penting bagi Sony dalam mempertahankan ekosistem PlayStation di tengah berbagai tantangan pasar.

Kombinasi antara kepastian pasokan RAM, antisipasi lonjakan permintaan GTA 6, dan pertumbuhan pengguna aktif memberikan gambaran yang cukup optimistis bagi prospek PS5 dalam beberapa bulan ke depan. Meski penjualan konsol saat ini sedang lesu, momen perilisan game blockbuster seperti GTA 6 berpotensi menjadi katalis kebangkitan penjualan.

Sony sendiri enggan berkomentar mengenai kemungkinan kenaikan harga PS5 kembali dalam setahun ke depan. Keputusan ini tentu akan menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli yang menantikan momen perilisan GTA 6 sekaligus memantau pergerakan harga konsol di pasaran.

Dengan pasokan memori yang terjamin hingga akhir tahun fiskal 2026, Sony menunjukkan kesiapan menghadapi periode puncak penjualan akhir tahun. Kelangkaan RAM global yang melanda industri tidak akan menghambat produksi PS5, memastikan konsumen tetap bisa mendapatkan konsol saat permintaan melonjak.

Bagi penggemar PlayStation yang juga tertarik dengan perkembangan ekosistem Sony lainnya, informasi seputar headphone entry-level terbaru dan kamera sinema terbaru dari Sony juga patut diikuti. Sementara itu, bagi yang memantau perkembangan hukum di industri teknologi, kabar mengenai gugatan Sony terhadap Udio juga menjadi sorotan menarik.

Kepastian pasokan RAM ini menjadi jaminan penting bagi kelancaran produksi PS5 di tengah kondisi pasar memori yang tidak menentu. Dengan target penjualan yang sudah dipatok, Sony menunjukkan komitmennya untuk tetap memenuhi permintaan konsumen meski menghadapi tantangan industri yang kompleks.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.