Telset.id – Upaya legislasi untuk melindungi game online agar tidak mati server dan menjadi tidak bisa dimainkan kembali menemui jalan buntu di California. RUU Protect Our Games Act gagal melaju setelah pemungutan suara di komite Senat Negara Bagian California pada akhir Juni 2026, menandai kemunduran bagi kampanye Stop Killing Games di Amerika Serikat.
RUU yang diperkenalkan oleh Assemblymember Chris Ward pada Februari 2026 itu sebelumnya berhasil melewati California State Assembly dengan suara 43-16 pada akhir Mei. Namun, di tingkat Senat, tepatnya di komite Business, Professions and Economic Development, RUU tersebut hanya mendapatkan empat suara mendukung, tiga menolak, dan empat abstain. Jumlah suara yang tidak mencukupi membuat RUU ini terhenti untuk sementara waktu.
“Not enough yeses means the bill stops here for this session,” tulis seorang relawan kampanye Stop Killing Games di Reddit. “That is the loss.” Meskipun demikian, komite secara bulat menyetujui pemberian reconsideration, yang berarti RUU ini masih memiliki peluang untuk kembali dibahas di hadapan para senator negara bagian tersebut.
Relawan tersebut, yang dikenal dengan nama pengguna u/Mr_Presidentle, mengklaim bahwa ini adalah upaya pertama gerakan Stop Killing Games untuk mendorong legislasi serupa di Amerika Serikat. Tanpa staf berbayar atau kampanye lobi tatap muka, RUU ini berhasil melangkah cukup jauh. Mereka juga menuding Entertainment Software Association (ESA) — sebuah organisasi dagang yang mewakili penerbit game besar — membawa seorang pelobi untuk menghentikan kemajuan RUU tersebut, termasuk dengan mengklaim bahwa server privat untuk game seperti Minecraft akan menjadi “ilegal.”
“Next session, we come back with an in-person lobbying presence, the funding to do this properly and a long list of organizations and developers signed on in support,” tulis u/Mr_Presidentle. “We are not limiting this to California. We intend to introduce versions of this in other state legislatures, and we are seriously looking at the federal level.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa kegagalan di California bukanlah akhir dari perjuangan. Stop Killing Games berencana untuk memperkenalkan versi RUU serupa di badan legislatif negara bagian lain, dan bahkan sedang menjajaki kemungkinan membawanya ke tingkat federal. Ini menjadi sinyal kuat bagi industri game bahwa tekanan regulasi tidak akan surut.
Isi dari RUU Protect Our Games Act sendiri cukup jelas. Jika disahkan menjadi undang-undang, penerbit dan “digital game operators” akan diwajibkan memberikan pemberitahuan 60 hari kepada konsumen sebelum sebuah game dihapus dari peredaran (delisting). Pemberitahuan itu juga harus mencakup informasi tentang bagaimana konsumen bisa mendapatkan pengembalian dana (refund) atau terus memainkan game tersebut.
Penerbit atau operator diizinkan, misalnya, untuk mengizinkan pelanggan memainkan game di server privat atau server yang dijalankan komunitas sebagai alternatif dari pemberian refund penuh. Aturan ini tidak berlaku untuk game berbasis langganan (subscription) atau game gratis (free-to-play).
Baca Juga:
Kegagalan RUU ini menjadi sorotan karena menyangkut nasib ribuan game yang setiap tahunnya dihentikan layanan server-nya oleh penerbit. Sebagai contoh, seperti yang dicatat oleh VGC, pemain yang masuk ke MultiVersus beberapa bulan sebelum game tersebut ditutup pada tahun 2025 menerima pembaruan yang memungkinkan mereka terus memainkan game tersebut secara offline. Pendekatan semacam ini bisa menjadi salah satu opsi bagi penerbit untuk menghindari penerbitan refund massal ketika mereka menutup server game di masa depan, jika undang-undang serupa akhirnya diberlakukan.
Di sisi lain, California sendiri bukanlah negara bagian asing bagi regulasi teknologi. Negara bagian ini sebelumnya telah mengambil langkah-langkah berani di sektor digital, seperti larangan iklan streaming yang lebih keras dan peluncuran tracker PHK akibat AI. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa California kerap menjadi pelopor dalam regulasi teknologi di Amerika Serikat, meskipun kali ini RUU proteksi game online gagal melaju.
Relawan Stop Killing Games juga mengakui bahwa mereka perlu persiapan yang lebih matang untuk menghadapi lobi industri di masa depan. Dengan adanya rencana untuk membawa versi RUU ini ke negara bagian lain dan bahkan ke tingkat federal, tekanan terhadap penerbit game untuk lebih bertanggung jawab terhadap game-game yang sudah mereka jual kepada konsumen diperkirakan akan terus meningkat.
Kegagalan di komite Senat California ini menjadi pelajaran berharga bagi gerakan perlindungan konsumen di industri game. Meskipun kalah dalam pertempuran pertama di Amerika Serikat, Stop Killing Games menunjukkan tekad untuk terus berjuang. “Next session, we come back with an in-person lobbying presence, the funding to do this properly,” tegas relawan tersebut, menandakan bahwa perang melawan praktik “mematikan” game online baru saja dimulai.

Bagi para gamer, kegagalan RUU ini berarti tidak ada perubahan langsung dalam waktu dekat. Penerbit masih bebas menutup server game kapan saja tanpa kewajiban memberikan refund atau opsi bermain offline. Namun, dengan adanya rencana untuk membawa isu ini ke tingkat federal, masa depan perlindungan game digital masih menjadi perdebatan yang menarik untuk diikuti.
California juga tengah menghadapi gugatan terkait algoritma AI yang diduga menaikkan harga bensin, menunjukkan bahwa negara bagian ini sangat aktif dalam meregulasi aspek digital dari kehidupan modern. Meskipun RUU proteksi game online gagal, hal ini tidak mengurangi intensitas California dalam mengawasi industri teknologi.
Kegagalan RUU ini juga menjadi pengingat bahwa industri game memiliki pengaruh lobi yang kuat di Amerika Serikat. Entertainment Software Association (ESA) disebut-sebut sebagai aktor kunci yang menghalangi kemajuan RUU ini. Ke depannya, Stop Killing Games perlu menyusun strategi yang lebih efektif untuk melawan pengaruh tersebut.
Dengan demikian, meskipun RUU Protect Our Games Act gagal untuk saat ini, perjuangan untuk melindungi game online dari kepunahan server masih terus berlanjut. Stop Killing Games telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerah dan akan terus mendorong perubahan legislasi, baik di tingkat negara bagian maupun federal.





Komentar
Belum ada komentar.