Telset.id – Jagex resmi mengumumkan bahwa game keempat dalam dunia RuneScape tengah dikembangkan menggunakan Unreal Engine. Pengumuman ini disampaikan langsung dalam ajang RuneFest, konvensi tahunan untuk segala hal tentang RuneScape, dengan judul sementara RS4. Keputusan menggunakan Unreal Engine menandai langkah teknis baru bagi Jagex, sekaligus menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar tambahan kecil, melainkan game MMO mandiri yang diposisikan sebagai cara baru menikmati dunia Gielinor.
Yang paling penting bagi para pemain lama, Jagex memastikan bahwa RS4 tidak dimaksudkan untuk menggantikan judul-judul RuneScape yang sudah ada. Jagex menyatakan bahwa mereka “merancang RS4 untuk berdampingan dengan game-game tersebut sebagai cara tambahan untuk mengalami RuneScape dan dunia Gielinor.” Artinya, RuneScape, Old School RuneScape, dan RuneScape: Dragonwilds tetap berjalan sebagai ekosistem yang terpisah, sementara RS4 hadir sebagai opsi baru, bukan pengganti.
Meski sudah diumumkan, Jagex belum memberikan indikasi kapan game keempat RuneScape ini akan dirilis. Pihaknya hanya menyebut bahwa RS4 adalah “proyek yang sangat ambisius dan game ini masih beberapa tahun lagi.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan masih berada di jalur panjang, sehingga penggemar perlu bersabar sebelum bisa benar-benar memainkannya.
Latar Dunia dan Pivot dari Ekspansi ke Game Mandiri
Dari sisi cerita, RS4 masih berlatar di dunia yang sama, namun mengambil tempat di Sixth Age, bertahun-tahun setelah peristiwa dalam RuneScape: Dragonwilds. Para pemain akan memulai petualangan di area Ashenfall, wilayah yang pertama kali diperkenalkan dalam RuneScape: Dragonwilds, game yang menjadi langkah Jagex masuk ke genre survival open-world.
Menariknya, RS4 awalnya bukan direncanakan sebagai game terpisah. Proyek ini pada mulanya dikonsep sebagai ekspansi untuk RuneScape: Dragonwilds dengan nama Shadows of Ashenfall. Namun, proses pengembangan justru menghasilkan sesuatu yang lebih mirip dengan game-game MMO Jagex di masa lalu, sehingga akhirnya diputuskan untuk berpivot menjadi game mandiri. Informasi ini mengacu pada laporan Polygon.
Trailer berdurasi satu menit yang menyertai pengumuman tidak mengungkap banyak detail tentang MMO terbaru ini. Namun, dari video tersebut terlihat bahwa pemain kemungkinan bisa menunggangi dan bertarung melawan naga. Petunjuk visual ini menjadi salah satu bocoran paling konkret sejauh ini, meski Jagex belum memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme permainan yang akan dihadirkan.
Baca Juga:
Pengembangan RS4 dengan Unreal Engine menempatkan proyek ini dalam konteks yang lebih luas, di mana teknologi engine menjadi penentu arah visual dan performa sebuah game. Langkah ini juga menunjukkan bahwa Jagex ingin menghadirkan pengalaman RuneScape yang berbeda dari seri-seri sebelumnya, tanpa harus mengorbankan judul-judul yang sudah lebih dulu eksis.
Di sisi lain, industri game dan teknologi saat ini memang tengah bergerak cepat, termasuk dalam adopsi teknologi baru. Perkembangan di sektor lain, misalnya bagaimana bahaya AI di peradilan menjadi perhatian publik, menunjukkan bahwa setiap teknologi baru selalu membawa implikasi yang perlu dicermati. Dalam konteks game, pemanfaatan Unreal Engine oleh Jagex adalah pilihan teknis yang akan menentukan bagaimana RS4 tampil di mata pemain nantinya.
Jagex juga menyebut bahwa RS4 akan menambah daftar game RuneScape yang sudah ada, yaitu RuneScape, Old School RuneScape, dan RuneScape: Dragonwilds. Dengan demikian, RS4 bukan hanya sekadar judul keempat secara urutan, tetapi juga bagian dari strategi Jagex memperluas cara pemain menikmati dunia Gielinor melalui pendekatan yang berbeda-beda.
Serial Animasi RuneScape Jadi Penawar Sambil Menunggu
Karena RS4 masih jauh dari rilis, Jagex menyiapkan sesuatu agar penggemar tetap memiliki tontonan yang berkaitan dengan waralaba ini. Jagex mengumumkan serial animasi RuneScape yang dikembangkan oleh Lyrical Animation bekerja sama dengan YouTuber MoistCr1TiKaL. Pengembangan acara televisi ini masih berada di tahap awal, tetapi Jagex berencana membagikan lebih banyak detail tentangnya pada tahun depan.
Kombinasi antara pengumuman RS4 dan serial animasi menunjukkan bahwa Jagex sedang membangun ekosistem RuneScape yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada game. Bagi penggemar setia, hal ini menjadi semacam jembatan informasi hingga proyek besar berikutnya benar-benar siap dirilis.
Meski begitu, tidak ada indikasi kapan game keempat RuneScape ini akan tersedia. Jagex hanya menegaskan bahwa proyek ini sangat ambisius dan masih beberapa tahun lagi. Pernyataan tersebut menjadi patokan utama bagi siapa pun yang menantikan kelanjutan dunia Gielinor dalam format yang baru.
Pengumuman ini juga menjadi pengingat bahwa pengembangan game skala besar membutuhkan waktu panjang. Dalam industri yang bergerak dinamis, termasuk di sektor perangkat keras yang turut terdampak tren teknologi seperti permintaan HDD enterprise, siklus pengembangan produk dan layanan terus berubah mengikuti kebutuhan pengguna. Untuk RS4, Jagex tampaknya memilih pendekatan hati-hati agar hasil akhirnya sesuai ekspektasi komunitas RuneScape yang sudah terbentuk sejak lama.
Dengan judul sementara RS4, game ini akan menjadi bagian keempat dalam dunia RuneScape yang dikembangkan Jagex. Pengumuman di RuneFest, trailer singkat, latar Sixth Age, area Ashenfall, serta pivot dari ekspansi Shadows of Ashenfall menjadi game mandiri adalah rangkaian fakta yang sudah dipastikan. Selebihnya, para pemain hanya bisa menunggu informasi lanjutan yang dijanjikan Jagex pada tahun depan.
Untuk saat ini, kepastian yang bisa dipegang adalah bahwa RS4 sedang dikembangkan menggunakan Unreal Engine, tidak menggantikan judul lama, dan masih beberapa tahun lagi dari perilisannya. Sambil menunggu, serial animasi RuneScape dari Lyrical Animation dan MoistCr1TiKaL menjadi salah satu hal yang bisa dinantikan penggemar, meski detailnya juga baru akan diungkap tahun depan.





Komentar
Belum ada komentar.