📑 Daftar Isi

Resmi! Until Dawn 2 Diumumkan, Bukan Garapan Supermassive Games

Resmi! Until Dawn 2 Diumumkan, Bukan Garapan Supermassive Games

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Sony secara resmi mengumumkan Until Dawn 2 melalui trailer intens dalam gelaran PlayStation State of Play terbaru. Sekuel dari game horor interaktif legendaris ini dipastikan tidak lagi dikembangkan oleh studio aslinya, Supermassive Games, melainkan oleh Firesprite, studio internal Sony yang sebelumnya merilis Horizon: Call of the Mountain.

Pengumuman ini menjadi kejutan besar bagi para penggemar yang telah lama menantikan kelanjutan cerita asli. Game orisinalnya sendiri dikenal sebagai salah satu game horor interaktif terbaik di masanya, berkat mekanisme Butterfly Effect yang membuat setiap keputusan pemain memiliki konsekuensi serius.

Trailer dan Mekanisme Gameplay

Trailer perdananya memperlihatkan bahwa Until Dawn 2 akan mempertahankan esensi dari pendahulunya: pengambilan keputusan sulit dengan konsekuensi yang nyata. Salah satu contoh yang ditampilkan adalah adegan di mana pemain harus memilih antara mendorong teman dari tebing untuk menyelamatkan nyawanya, atau melompat tanpa mereka.

Berdasarkan cuplikan trailer, mendorong teman tersebut justru berakhir tragis karena karakter tersebut jatuh dan menghantam bebatuan di bawah. Mekanisme Butterfly Effect yang menjadi ciri khas game pertama dipastikan akan kembali, memungkinkan alur cerita bercabang berdasarkan pilihan pemain.

Pengembang Baru: Firesprite

Keputusan untuk menyerahkan pengembangan Until Dawn 2 kepada Firesprite merupakan langkah berani dari Sony. Supermassive Games, yang menciptakan game orisinal, tidak terlibat dalam proyek ini. Sebagai gantinya, Firesprite—studio yang dikenal lewat Horizon: Call of the Mountain untuk PlayStation VR2—akan memegang kendali.

Horizon: Call of the Mountain memang tidak secara signifikan mendongkrak penjualan PlayStation VR2, namun game tersebut dianggap sebagai salah satu judul terbaik yang tersedia di headset realitas virtual terbaru Sony. Hal ini memberikan indikasi positif bahwa Until Dawn 2 setidaknya akan menjadi game yang mengesankan secara teknis.

Firesprite sebelumnya juga terlibat dalam berbagai proyek ambisius, dan kepercayaan yang diberikan Sony kepada mereka menunjukkan bahwa studio ini memiliki kapabilitas untuk menangani waralaba sebesar Until Dawn.

Kru dan Pemeran

Informasi lebih lanjut mengenai Until Dawn 2 rencananya akan diungkap dalam beberapa bulan mendatang. Sony telah mengonfirmasi bahwa akan ada pengungkapan gameplay dan perkenalan resmi untuk para pemeran game ini.

Meskipun belum semua detail terungkap, trailer sudah memperlihatkan beberapa wajah yang dikenali. Aktor Dacre Montgomery, yang dikenal lewat serial Stranger Things, muncul sebagai salah satu karakter. Yang lebih menarik, Peter Stormare akan kembali memerankan Dr. Hill, karakter ikonik dari game pertama yang menjadi semacam penuntun psikologis bagi pemain.

Kehadiran Stormare menjadi jembatan langsung dengan game orisinal, memberikan rasa kontinuitas meskipun ada perubahan pengembang. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Supermassive Games tidak terlibat, Sony tetap berusaha mempertahankan elemen-elemen kunci yang membuat Until Dawn pertama begitu berkesan.

Jadwal Rilis

Until Dawn 2 direncanakan akan dirilis tahun depan. Meskipun tanggal pasti belum diumumkan, informasi ini memberikan kepastian bahwa pengembangan game sudah berada di tahap lanjut. Dengan jadwal rilis yang sudah ditetapkan, para penggemar tidak perlu menunggu terlalu lama untuk bisa memainkan sekuel yang sudah dinanti-nantikan ini.

Game ini akan menjadi eksklusif PlayStation, melanjutkan tradisi pendahulunya yang hanya tersedia di platform Sony. Dengan dukungan penuh dari Sony sebagai penerbit, Until Dawn 2 diharapkan dapat memanfaatkan sepenuhnya kemampuan teknis PlayStation 5.

Antusiasme Penggemar

Pengumuman ini disambut antusias oleh komunitas penggemar horor. Sejak dirilis pada 2015, Until Dawn telah menjadi salah satu game horor paling berpengaruh, menginspirasi banyak game serupa seperti The Dark Pictures Anthology dan The Quarry dari Supermassive Games sendiri.

Meskipun ada banyak game bergaya Until Dawn yang dirilis setelahnya, banyak penggemar yang tetap berharap untuk mendapatkan sekuel sejati. Kini, harapan itu telah terwujud. Meskipun ada kekhawatiran mengenai perubahan pengembang, antusiasme tetap tinggi mengingat rekam jejak Firesprite dalam menghasilkan game yang secara teknis mengesankan.

Analisis dan Implikasi

Keputusan Sony untuk tidak melibatkan Supermassive Games dalam pengembangan Until Dawn 2 merupakan langkah yang menarik. Supermassive Games telah membuktikan diri sebagai ahli dalam genre horor interaktif melalui berbagai judul yang mereka rilis setelah Until Dawn. Namun, Sony tampaknya ingin memberikan perspektif baru pada waralaba ini dengan mempercayakannya kepada studio internal.

Firesprite, yang berbasis di Liverpool, Inggris, memiliki pengalaman dalam mengembangkan game dengan narasi kuat dan visual memukau. Horizon: Call of the Mountain membuktikan kemampuan mereka dalam menghadirkan pengalaman imersif, meskipun dalam format yang berbeda.

Dengan demikian, Until Dawn 2 berpotensi menjadi perpaduan antara elemen horor interaktif yang sudah terbukti sukses dengan inovasi teknis dari Firesprite. Apakah ini akan menjadi kombinasi yang sukses? Waktu yang akan menjawab.

Sementara itu, para penggemar dapat menantikan informasi lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Sony telah berjanji akan mengungkap lebih banyak detail, termasuk gameplay dan karakter, yang pasti akan semakin memanaskan suasana menjelang perilisan tahun depan.

Komentar

Belum ada komentar.