Ilustrasi logo Xbox dengan latar belakang gelap dan aksen hijau khas platform

Proyek Xodus Bawa Game Xbox PC ke Linux, Target Game Pass Berjalan Native

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Proyek open-source Xodus dikembangkan tim Heroic Launcher untuk menjalankan game Xbox PC di Linux
  • Game Xbox PC gagal berjalan di Linux karena runtime GDK proprietary Microsoft dan paket MSIXVC terenkripsi
  • Xodus sudah mampu masuk layanan Xbox, unduh paket game, dan peroleh lisensi game
  • Proyek mencakup implementasi xgameruntime.dll open-source, fork Wine/Proton, dan library autentikasi xal-rs
  • Target utama adalah game GDK modern, bukan rilisan UWP lama seperti Gears of War 4
  • BedrockonLinux 2.0 sudah menggunakan teknologi reverse engineering serupa untuk Minecraft Bedrock
  • Microsoft membawa 4 judul Xbox original ke PC bulan lalu dengan emulator Xbox 360 bawaan

Telset.id – Game Xbox PC yang didistribusikan melalui aplikasi Xbox gagal berjalan di Linux karena runtime environment GDK (Game Development Kit) proprietary milik Microsoft. Kondisi ini juga membuat layanan Game Pass tidak dapat diakses, meskipun Microsoft mendukung streaming cloud untuk judul Game Pass. Sebuah proyek open-source baru bernama “Xodus”, yang dikembangkan oleh tim di balik Heroic Launcher, hadir untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan reverse engineering dan emulasi komponen yang diperlukan agar game Xbox PC dapat berjalan di Linux.

Xodus terutama menargetkan judul Xbox PC modern berbasis GDK beserta paket MSIXVC-nya, bukan rilisan lama berbasis UWP seperti Gears of War 4 dan game Forza Horizon generasi awal. Masalah utama pada game-game tersebut bukan terletak pada API DirectX atau instruksi x86, karena Proton dan DXVK/VKD3D sudah mampu menerjemahkannya. Itulah alasan mengapa game Xbox PC sebenarnya masih bisa dijalankan di Linux jika pengguna mendapatkan file executable bebas DRM.

Masalah sesungguhnya terletak pada tiga komponen utama: GDK proprietary milik Microsoft, layanan identitas Xbox, dan paket MSIXVC terenkripsi. Framework ini bertanggung jawab untuk memverifikasi lisensi game yang dimiliki pengguna melalui aplikasi Xbox. Tanpa framework ini berjalan di latar belakang, game akan langsung crash saat dicoba dibuka, atau bahkan tidak bisa diluncurkan sama sekali. Di sinilah Xodus berperan penting.

Tim pengembang Xodus mengungkapkan bahwa proyek ini sudah mampu masuk ke layanan Xbox, mengunduh paket game, dan memperoleh lisensi game. Proyek ini mencakup implementasi open-source dari xgameruntime.dll, fork khusus Wine dan Proton, serta xal-rs yang merupakan library autentikasi Xbox untuk Rust. Xodus menggunakan library proxy untuk berinteraksi dengan game GDK dan mencegat panggilan API untuk mengirimkan token Xbox Live yang valid.

Untuk saat ini, upaya difokuskan pada emulasi Xbox Gaming Runtime dari Xbox GDK melalui Wine. Setelah tahap ini selesai, proyek akan beralih ke peluncuran dan pemutaran judul Xbox PC secara lokal. Mengingat tim sudah memecahkan tantangan autentikasi Xbox/Microsoft, pemeriksaan lisensi, dan dekripsi paket, tidak butuh waktu lama sebelum PC Game Pass berjalan native di Linux.

Baca Juga:

Proyek open-source lain bernama BedrockonLinux 2.0, yang menghadirkan Minecraft Bedrock ke platform Linux, sudah mengandalkan teknologi reverse engineering serupa untuk menangani komponen-komponen ini sejak Microsoft memindahkan game tersebut ke GDK. Pendekatan ini memungkinkan game berkomunikasi dengan Xbox Live secara real-time melalui jalur aman untuk mengautentikasi token, meskipun game berjalan di lingkungan sandbox seperti SteamOS (Linux).

Microsoft sendiri membawa empat judul Xbox original ke PC pada bulan lalu dan menyatakan akan ada lebih banyak lagi yang menyusul. Dokumen yang bocor juga mengindikasikan judul Xbox 360 akan dirilis di PC tahun depan. Game-game ini hadir dengan emulator Xbox 360 bawaan. Namun, belum jelas apakah game-game tersebut menggunakan tumpukan GDK yang sama dengan judul Xbox PC native.

Kehadiran Xodus menjadi angin segar bagi pengguna Linux yang selama ini kesulitan mengakses ekosistem game Xbox. Jika proyek ini berhasil diselesaikan, pengguna Linux tidak hanya bisa memainkan game Xbox PC yang mereka miliki, tetapi juga berpotensi menikmati layanan PC Game Pass secara native tanpa perlu dual-boot atau virtualisasi.

Langkah Microsoft yang terus memperluas jajaran game ke PC menunjukkan komitmen perusahaan terhadap platform tersebut. Namun, keterbatasan dukungan Linux masih menjadi celah yang signifikan. Proyek seperti Xodus dan BedrockonLinux membuktikan bahwa komunitas open-source mampu menjembatani kesenjangan ini dengan pendekatan teknis yang inovatif.

Keberhasilan Xodus juga akan berdampak pada popularitas SteamOS dan perangkat handheld berbasis Linux lainnya. Dengan kemampuan menjalankan game Xbox PC dan layanan Game Pass, perangkat-perangkat tersebut akan menjadi lebih menarik bagi gamer yang menginginkan fleksibilitas platform tanpa mengorbankan akses ke katalog game yang luas.

Meskipun masih dalam tahap pengembangan, progres yang sudah dicapai tim Xodus cukup menjanjikan. Kemampuan untuk masuk ke layanan Xbox, mengunduh paket game, dan memperoleh lisensi merupakan fondasi yang kuat untuk tahap selanjutnya. Komunitas Linux kini menantikan momen ketika game Xbox PC dan Game Pass akhirnya bisa dinikmati secara native di sistem operasi favorit mereka.

Perkembangan ini juga menarik untuk dicermati di tengah berbagai dinamika yang terjadi di ekosistem Xbox. PHK besar-besaran yang dilakukan Microsoft dan berbagai perubahan strategi menunjukkan bahwa perusahaan sedang melakukan transformasi besar-besaran. Sementara itu, Project Helix yang dikabarkan mendukung game semua generasi juga menjadi sorotan utama para penggemar Xbox.

Dengan berbagai perkembangan ini, jelas bahwa lanskap gaming sedang bergerak menuju arah yang lebih terbuka dan lintas platform. Proyek Xodus menjadi salah satu contoh bagaimana komunitas open-source berperan aktif dalam mendorong batasan-batasan yang ada, memberikan harapan baru bagi pengguna Linux untuk menikmati ekosistem game yang selama ini terasa eksklusif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.