Prototipe Xbox Elite Series 3 dengan layar built-in dan scroll wheel baru

Prototipe Xbox Elite Series 3 Bocor, Punya Layar dan Sekrup Reparasi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Prototipe Xbox Elite Series 3 muncul di Reddit dengan foto-foto yang kredibel
  • Pengontrol dibeli seharga $200 melalui OfferUp oleh pengguna ssuberlex
  • Fitur baru termasuk layar built-in, dua scroll wheel, dan Pair Button untuk mode wireless kedua
  • Layar dapat menampilkan mode switch dialogue dan URL cloud Microsoft
  • Desain reparasi mudah dengan kode QR dan sekrup Torx T6 di kompartemen baterai
  • Prototipe tidak berfungsi dan memiliki label "NOT FOR SALE" dengan baterai 5,8 watt-hour
  • Tom Warren dari The Verge menyebut pengontrol masih akan rilis tahun ini
  • Fitur belum pasti karena masih prototipe dengan nomor ID placeholder

Telset.id – Foto-foto prototipe pengontrol Xbox Elite Series 3 yang kredibel muncul di Reddit, memperlihatkan fitur layar built-in yang belum pernah diungkap sebelumnya. Pengontrol prototipe ini diklaim dibeli seharga $200 melalui platform jual-beli OfferUp oleh pengguna Reddit dengan nama ssuberlex.

Kemunculan prototipe ini memperkuat bocoran dari regulator Brasil pada Mei lalu yang mengungkapkan bahwa Xbox Elite 3 akan memiliki dua scroll wheel baru di tepi bawah, mode wireless kedua untuk koneksi langsung ke server Xbox Cloud Gaming, serta tombol “Pair Button” baru yang berfungsi mengganti koneksi antar server tersebut dan konsol.

Yang menarik, foto-foto terbaru ini menunjukkan tombol pair tersebut kemungkinan berada tepat di sebelah layar built-in pengontrol. Layar ini merupakan fitur yang sebelumnya tidak pernah terungkap dalam bocoran mana pun. Tampilan layar pada prototipe ini hampir identik dengan diagram bocoran dari Mei yang menunjukkan dialog perpindahan mode, dengan tombol pair di sisi kiri.

Pada layar prototipe milik ssuberlex, terlihat ikon roket XCloud di samping gambar Xbox Series X. Layar ini juga dapat menampilkan konten lain, termasuk sebuah URL yang mengarah ke sumber daya cloud Microsoft, yang menambah kredibilitas foto-foto tersebut.

Sayangnya, pengontrol prototipe ini tidak berfungsi. ssuberlex menulis bahwa pengontrol “tidak dapat dipasangkan dengan Xbox maupun melalui kabel. Hanya lampu merah yang berkedip tetapi tidak melakukan apa pun baik melalui kabel maupun nirkabel.”

Foto-foto lain menunjukkan scroll wheel baru, empat paddle belakang, kompartemen baterai, wadah penyimpanan, dan desain D-pad yang dapat dilepas dengan bentuk berbeda dari bocoran Mei. Pemilik prototipe juga menyebutkan bahwa trigger terasa “clicky” ketika dikunci pada posisi hair-trigger.

Fitur yang paling menarik justru terlihat di dalam kompartemen baterai. Microsoft tampaknya telah membuat upaya agar pengontrol ini dapat diperbaiki sendiri di rumah dengan menyertakan kode QR yang kemungkinan mengarah ke situs perbaikan, serta sekrup Torx T6 yang mudah diakses.

Meski demikian, semua fitur ini belum dapat dipastikan. Pengontrol tersebut jelas merupakan prototipe, dengan label “NOT FOR SALE” pada pengontrol dan baterai 5,8 watt-hour yang dapat dilepas. Berbagai nomor ID placeholder untuk badan regulasi juga terlihat pada perangkat.

Tom Warren, pakar Microsoft dari The Verge, menyatakan bahwa sumbernya meyakini pengontrol ini masih akan dirilis tahun ini. Kehadiran layar built-in dan fokus pada kebijakan reparasi menunjukkan arah baru bagi lini pengontrol premium Microsoft.

Bocoran ini juga muncul di tengah berbagai pengembangan ekosistem Xbox lainnya. Microsoft tengah menggarap integrasi Game Pass yang lebih luas serta konsol generasi berikutnya. Jika Xbox Elite Series 3 benar-benar hadir tahun ini, pengontrol ini akan menjadi salah satu aksesori gaming paling dinantikan.

Fitur layar built-in pada pengontrol masih jarang ditemui di pasar. Jika benar-benar diimplementasikan, layar ini bisa menjadi pembeda utama dibanding kompetitor seperti pengontrol dari Sony atau aksesori pihak ketiga. Mode wireless kedua untuk koneksi langsung ke server cloud juga menjadi nilai tambah bagi pengguna Xbox Cloud Gaming.

Namun, perlu dicatat bahwa semua informasi ini berasal dari foto prototipe yang beredar. Spesifikasi final bisa berbeda saat peluncuran resmi nanti. Microsoft sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai Xbox Elite Series 3.

Bagi pengguna yang sudah menggunakan layanan cloud gaming, fitur koneksi langsung ke server XCloud akan sangat membantu mengurangi latensi. Sementara itu, desain yang lebih mudah diperbaiki sejalan dengan tren regulasi yang mendorong hak reparasi bagi konsumen.

Kehadiran sekrup Torx T6 yang mudah diakses dan kode QR untuk situs perbaikan menunjukkan Microsoft serius dalam aspek keberlanjutan produk. Ini langkah positif yang jarang dilakukan produsen aksesori gaming besar.

Meskipun prototipe yang beredar tidak berfungsi, foto-foto ini memberikan gambaran awal yang cukup jelas tentang apa yang bisa diharapkan dari Xbox Elite Series 3. Dengan target rilis tahun ini, pengumuman resmi dari Microsoft kemungkinan tidak akan lama lagi.

Para penggemar Xbox dan pengguna pengontrol premium tentu menantikan konfirmasi resmi mengenai fitur-fitur ini. Jika semua bocoran terbukti akurat, Xbox Elite Series 3 akan menjadi pengontrol paling canggih yang pernah dibuat Microsoft.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.