PlayStation DualSense Controller dengan layar sentuh kecil yang dapat dilepas

Patén PlayStation Ungkap Kontroler Modular dengan Layar Sentuh Lepas

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sony mematenkan kontroler modular dengan layar sentuh lepas sebagai pengganti touchpad DualSense
  • Layar sentuh dapat menampilkan menu konsol, notifikasi, dan pesan, serta berfungsi seperti smartphone
  • Tombol navigasi berputar untuk browsing menu cepat dan konfirmasi pilihan
  • Komponen magnetik memungkinkan penyesuaian tata letak sesuai preferensi pemain
  • Kontroler dapat menampilkan panggilan dan pesan, dengan fitur pause otomatis
  • Masih sekadar paten, belum ada jaminan menjadi produk nyata
  • Sejalan dengan arah Sony melalui Access Controller dan DualSense Edge

Telset.id – Sony kembali menunjukkan ambisinya di dunia gaming dengan paten terbaru yang menggambarkan kontroler modular revolusioner. Konsep ini menghadirkan layar sentuh kecil yang dapat dilepas, komponen magnetik, dan tombol navigasi berputar sebagai pengganti touchpad DualSense standar.

Paten yang baru dipublikasikan oleh PlayStation ini mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mengeksplorasi desain kontroler yang jauh lebih fleksibel. Alih-alih menggunakan touchpad tradisional, kontroler ini akan memiliki layar sentuh kecil yang dapat dilepas dan dipasang kembali di berbagai posisi.

Layar sentuh tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengganti touchpad. Menurut dokumen paten, layar ini mampu menampilkan menu konsol, pengaturan, notifikasi, dan pesan. Uniknya, layar ini juga dapat berfungsi seperti layar sentuh smartphone dan bahkan bisa diklik secara fisik.

PlayStation DualSense Controller touchpad with a small detachable touchscreen

## Desain Modular yang Belum Pernah Ada

Fitur paling menarik dari paten ini adalah sistem modularitasnya. Baik layar sentuh maupun tombol navigasi berputar dapat dipasang secara magnetis di berbagai posisi pada kontroler. Ini memungkinkan pemain untuk menyesuaikan tata letak sesuai keinginan mereka, sesuatu yang tidak bisa dilakukan pada kontroler konvensional.

Tombol navigasi berputar sendiri memiliki fungsi lebih dari sekadar roda gulir biasa. Sony menyebutkan bahwa tombol ini bisa digunakan untuk menjelajahi menu dengan cepat, menavigasi pengaturan, dan mengonfirmasi pilihan dengan menekannya. Fitur ini berpotensi memudahkan penyesuaian opsi konsol tanpa harus mengganggu permainan.

Paten ini juga mengungkapkan bahwa kontroler modular dapat menampilkan panggilan telepon dan pesan masuk. Sistem akan secara otomatis menjeda permainan jika pemain memilih untuk berinteraksi dengan notifikasi tersebut. Ini menunjukkan bahwa Sony mempertimbangkan integrasi yang lebih dalam antara pengalaman gaming dan komunikasi sehari-hari.

## Fleksibilitas Tata Letak yang Belum Pernah Ada

Seperti yang disorot oleh MP1st, desain modular ini bertujuan untuk memungkinkan pemain mengatur komponen input di lokasi yang berbeda berdasarkan preferensi pribadi. Tidak seperti tata letak tetap yang ditemukan pada sebagian besar kontroler, konsep ini memberikan kebebasan penuh kepada pengguna.

Kontroler ini menggabungkan badan kontroler, modul input yang dapat dilepas, antarmuka grafis, dan mekanisme kontrol berputar menjadi satu perangkat yang dapat dikustomisasi. Pendekatan ini bisa menjadi solusi bagi pemain yang menginginkan pengalaman gaming yang lebih personal.

## Sejalan dengan Arah Baru Sony

Konsep ini juga cocok dengan arah terbaru Sony. Dengan produk seperti Access Controller dan DualSense Edge, perusahaan telah memberikan pemain lebih banyak cara untuk menyesuaikan cara mereka bermain. Kontroler modular bisa menjadi langkah logis berikutnya, memungkinkan gamer mengatur ulang kontrol agar lebih sesuai dengan berbagai game atau sekadar apa yang terasa paling nyaman.

Sony DualSense controllers PS5 gaming together multiplayer

## Masih Sekadar Paten

Meskipun konsep ini terdengar menarik, penting untuk diingat bahwa ini masih sekadar paten. Sejarah telah menunjukkan bahwa banyak ide ambisius tidak pernah menjadi produk nyata. Namun, paten ini setidaknya menunjukkan bahwa Sony masih berpikir melampaui gamepad tradisional.

Tidak ada jaminan bahwa kontroler ini akan pernah dirilis ke publik. Namun, bagi para penggemar PlayStation, paten ini memberikan gambaran tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan. Jika Sony benar-benar mewujudkannya, ini bisa menjadi perubahan besar dalam cara pemain berinteraksi dengan konsol mereka.

Konsep modular ini juga membuka kemungkinan untuk aksesori pihak ketiga yang kompatibel, mirip dengan ekosistem yang sudah ada di dunia PC gaming. Dengan sistem magnetis yang fleksibel, pengembang bisa menciptakan modul khusus untuk genre game tertentu.

Sementara itu, para pemain harus bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari Sony. Paten hanyalah langkah awal dalam proses pengembangan produk, dan banyak faktor yang menentukan apakah sebuah konsep akan menjadi kenyataan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.