Telset.id – Modder berhasil membuka fitur DLSS Multi-Frame Generation yang sebelumnya diklaim eksklusif untuk GPU GeForce RTX 50 series “Blackwell” agar dapat berjalan di kartu grafis RTX 40 series “Ada Lovelace”. Kabar ini muncul setelah Nvidia berupaya memblokir upaya tersebut melalui pembaruan over-the-air di aplikasi NVIDIA App.
Upaya pemblokiran dari Nvidia tersebut justru memicu respons cepat dari komunitas modder. Menurut laporan Sebastian Castellanos di platform X, para peretas menemukan solusi hanya dalam hitungan jam setelah pembaruan tersebut dirilis. Setidaknya tiga mod berbeda kini tersedia untuk membuka fitur DLSS Multi-Frame Generation di berbagai judul game.
Saat peluncuran arsitektur Blackwell, Nvidia menjelaskan bahwa fitur Multi-Frame Generation tidak dapat dihadirkan ke GPU RTX 40 series karena kartu grafis generasi sebelumnya tersebut mengandalkan hardware optical flow generator yang tidak mampu menghasilkan beberapa frame interpolasi per frame yang dirender. Sebagai gantinya, Blackwell memperkenalkan metode optical flow berbasis software yang dieksekusi langsung di shader core GPU tanpa memerlukan unit hardware khusus.
Pertanyaan yang kemudian muncul di kalangan gamer yang paham teknologi adalah mengapa metode software yang sama tidak digunakan pada GPU Ada Lovelace untuk melewati keterbatasan unit optical flow hardware mereka. Nvidia sendiri tidak menunjukkan minat untuk mengaktifkan fitur ini pada GPU generasi sebelumnya, sehingga banyak yang berasumsi bahwa hal tersebut secara teknis tidak mungkin dilakukan.
Seorang pengguna dengan nama akun dashdogy memulai upaya ini melalui mod untuk game Cyberpunk 2077 yang mengandalkan framework modding khusus game tersebut. Teknik yang dikembangkan kemudian diadaptasi menjadi plugin ReShade yang lebih luas dan dapat diterapkan pada hampir semua game. Selain itu, ditemukan setidaknya dua mod multi-game lain yang juga dapat membuka fitur serupa.

Laporan dari pengguna di platform X dan Reddit menunjukkan bahwa mod-mod tersebut tidak hanya berfungsi, tetapi juga memberikan frame pacing yang sangat mulus. Nvidia sebelumnya telah memperingatkan bahwa hardware flip metering khusus Blackwell diperlukan untuk frame pacing yang tepat dengan multi-frame generation. Namun, dashdogy mencatat bahwa modnya melakukan backport atas instruksi timing frame khusus Blackwell untuk memungkinkan GPU Ada menempatkan frame pada posisi yang benar.
Temuan ini menunjukkan bahwa klaim Nvidia mengenai ketergantungan fitur MFG pada hardware tertentu kemungkinan besar dilebih-lebihkan. Komunitas pengembang juga telah merilis setidaknya dua pembaruan tambahan untuk mod tersebut dalam sepuluh jam terakhir sejak unggahan Castellanos di X, yang masing-masing memperbaiki bug utama.
Upaya sebelumnya untuk mengaktifkan multi-frame generation pada GPU Ada Lovelace mengandalkan GPU spoofing atau solusi hybrid, seperti menggabungkan DLSS Frame Generation 2x standar dengan FSR 3 dari AMD atau software frame generation dari Lossless Scaling. Solusi-solusi tersebut dinilai jauh lebih rumit dibandingkan mod game native yang memanfaatkan framework DLSS-G milik Nvidia sendiri.
Baca Juga:
Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan peluncuran kontroversial DLSS 5 “Neural Rendering”, teknologi lain yang awalnya diposisikan sebagai eksklusif RTX 50 series sebelum Nvidia membuat perubahan kebijakan di menit-menit terakhir dengan menjanjikan dukungan untuk kartu RTX 40 series. Perubahan sikap tersebut kemungkinan didorong oleh keberhasilan para peretas dalam membawa DLSS 5 Neural Rendering tidak hanya ke arsitektur Nvidia yang lebih lama, tetapi juga ke GPU AMD Radeon.
Ketika informasi bahwa DLSS 5 dapat berjalan di hardware non-Blackwell menjadi pengetahuan umum, klaim eksklusivitas hardware berisiko menyebabkan hilangnya kepercayaan konsumen secara signifikan. Situasi serupa kini dihadapi Nvidia terkait fitur DLSS Multi-Frame Generation yang juga terbukti dapat berjalan di GPU generasi sebelumnya.

Meskipun demikian, belum ada kepastian apakah Nvidia akan mengubah posisinya terkait DLSS Multi-Frame Generation seperti yang dilakukan pada DLSS 5 Neural Rendering. Memberikan dukungan resmi tentu akan menjadi kabar baik bagi pelanggan setia Nvidia yang masih menggunakan GPU generasi sebelumnya, namun perusahaan belum menunjukkan tanda-tanda akan melakukan hal tersebut.
Keberhasilan para modder ini kembali menegaskan bahwa keterbukaan platform PC memungkinkan pengguna untuk memodifikasi software yang berjalan di hardware milik mereka sendiri. Berbagai kendala yang ada di dalam software Nvidia ternyata dapat diatasi, dan kekuatan ekosistem PC terbukti mampu membuka fitur yang sengaja dikunci oleh vendor.
Bagi pemilik GPU RTX 40 series, perkembangan ini membuka peluang untuk menikmati peningkatan performa dari teknologi frame generation terbaru tanpa harus melakukan upgrade ke GPU RTX 50 series. Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan mod tidak resmi ini tetap memiliki risiko, termasuk potensi masalah stabilitas atau kompatibilitas dengan pembaruan driver di masa mendatang.

Sejarah menunjukkan bahwa Nvidia memiliki kecenderungan untuk memperketat pembatasan ketika fitur eksklusifnya berhasil ditembus oleh komunitas. Namun, respons cepat dari para pengembang mod yang mampu merilis pembaruan dalam hitungan jam setelah setiap upaya pemblokiran menunjukkan bahwa pertarungan antara Nvidia dan komunitas modder kemungkinan akan terus berlanjut.
Sementara itu, para pengguna GPU RTX 40 series yang tertarik untuk mencoba fitur ini dapat mencari mod yang tersedia di berbagai platform komunitas. Setidaknya tiga opsi mod berbeda telah ditemukan, dengan tingkat kompleksitas dan cakupan game yang bervariasi. Beberapa mod bersifat spesifik untuk game tertentu, sementara lainnya menawarkan kompatibilitas yang lebih luas melalui plugin ReShade.
Perkembangan ini juga menjadi pelajaran menarik tentang bagaimana klaim teknis dari vendor hardware dapat diuji oleh komunitas. Apa yang sebelumnya dianggap mustahil secara teknis ternyata dapat diwujudkan melalui rekayasa software yang cermat, membuka diskusi lebih luas tentang batas-batas pembatasan fitur berbasis hardware di industri PC.





Komentar
Belum ada komentar.