Telset.id – Sebuah modifikasi untuk Grand Theft Auto V (GTA V) kini memungkinkan pemain untuk menghancurkan replika kamera pengawas Flock di dalam game, sebuah respons digital terhadap meningkatnya kontroversi seputar teknologi pengawasan di Amerika Serikat. Mod bernama GTALPR ini memasang 235 kamera Flock di seluruh peta Los Santos, yang merupakan versi fiksi dari kota Los Angeles. Pemain yang berhasil menghancurkan kamera-kamera tersebut akan mendapatkan bayaran sebesar $600 untuk setiap unitnya.
Pengembang mod, Kolman, menetapkan nilai $600 tersebut berdasarkan analisis biaya atas kamera Flock Falcon Flex yang dilakukan oleh kelompok sipil Eyes Off of Cedar Rapids yang berbasis di Iowa. Dalam game, setiap kamera yang dihancurkan atau dilewati pemain akan tercatat dalam log, dan pemain dapat membuat album foto dari interaksi mereka dengan kamera pengawas tersebut. Mod ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari sekadar aksi kriminal virtual biasa, karena menghadirkan elemen kritik sosial terhadap penyebaran teknologi pengawasan yang masif.
Fenomena perusakan kamera Flock bukanlah sekadar fiksi belaka. Di dunia nyata, aksi vandalisme terhadap kamera pengawasan ini telah dilaporkan terjadi di berbagai komunitas, dengan metode yang bervariasi mulai dari cat semprot, gergaji, peluru, hingga proyektil api. Sebuah analisis dari NPR menemukan bahwa kamera Flock telah dirusak di setidaknya 36 negara bagian di Amerika Serikat, menunjukkan adanya gelombang penolakan publik terhadap pemasangan perangkat tersebut.
Menanggapi kritik bahwa mod ini mendorong tindakan ilegal, Kolman memberikan klarifikasi tegas. “GTALPR is not an endorsement of the activities that it allows in the game in the same way that GTA is not an endorsement of the activities that are allowed in the game,” ujarnya, merujuk pada fakta bahwa GTA pada dasarnya memang tentang melakukan kejahatan fiktif. Namun, ia juga mengakui adanya hasrat publik untuk melepaskan ketegangan terhadap mesin-mesin pengawasan tersebut. “But I think there is a public appetite for some kind of cathartic release against these machines,” tambahnya.
Baca Juga:
Selain menjadi objek yang menyenangkan untuk dihancurkan, kamera GTA dalam mod ini juga berfungsi sebagai perpanjangan tangan polisi di dalam game. Jika pemain sedang dikejar oleh aparat dan melewati salah satu dari 235 kamera tersebut, waktu cooldown pengejaran akan diperpanjang. Kepadatan kamera di beberapa area bahkan dapat membuat permainan menjadi mustahil untuk diselesaikan, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana rasanya hidup di bawah pengawasan ketat.
Mod ini juga menyertakan elemen probabilitas yang menambah ketegangan. Terdapat peluang sebesar 5 persen bahwa kamera akan memicu respons polisi secara acak, bahkan jika pemain tidak melakukan kesalahan apa pun. Kolman menyatakan bahwa fitur ini terinspirasi oleh pemberitaan tentang orang-orang tak bersalah yang ditahan dengan todongan senjata akibat kesalahan sistem ALPR (Automatic License Plate Recognition). “There are violent responses and really dangerous situations that are created by these cameras and their inaccuracies,” jelas Kolman mengenai alasan di balik desain fitur tersebut.
Saat dimintai komentar mengenai mod ini, Flock tidak segera memberikan tanggapan. Sementara itu, GTA V sendiri telah eksis selama lebih dari satu dekade dan memiliki komunitas modding yang sangat aktif. Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah game yang sudah berusia lama tetap relevan dengan isu-isu kontemporer melalui kreativitas para pengembang modnya.
Menariknya, konteks dunia nyata dari mod ini semakin relevan. Di Los Angeles, Departemen Kepolisian setempat (LAPD) telah menghentikan penggunaan kamera Flock pada musim panas tahun ini setelah adanya rekomendasi dari inspektur jenderal LAPD. Gelombang penolakan juga terjadi di tingkat negara bagian, di mana gubernur di Texas dan Florida baru-baru ini mengambil langkah untuk membatasi penggunaan kamera Flock. Data dari kelompok advokasi anti-pengawasan Secure Justice mencatat adanya 131 penghentian kontrak Flock hanya pada bulan Agustus saja di seluruh Amerika Serikat.
Kolman berharap bahwa melalui GTALPR, pemain dapat merasakan sendiri betapa “menyusup dan tidak terhindarkannya” pengawasan tersebut. “I know that you could read a thousand articles about why surveillance is bad and why Flock is horrible,” katanya. “Or I could make you feel how pervasive these Flock cameras are by having you try to drive around the map of Los Santos.” Pernyataan ini menegaskan bahwa mod ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah medium untuk menyampaikan pesan sosial yang kuat.
Meskipun kesuksesan mod ini menarik perhatian, Kolman belum memiliki rencana spesifik untuk mengadaptasinya ke sekuel GTA yang sangat dinantikan, Grand Theft Auto VI, yang dijadwalkan rilis pada November dan akan berlatar di kota fiksi Vice City yang terinspirasi dari Miami. Ia bercanda, “We’ll probably wait to see what the people of Vice City and their local government have already installed around their map.”
Mod GTALPR ini menjadi contoh menarik bagaimana dunia game dapat menjadi cermin dan alat kritik terhadap isu-isu sosial yang sedang berkembang. Dengan menggabungkan elemen hiburan dan pesan politik, mod ini menawarkan pengalaman yang menggugah pemikiran tentang masa depan privasi dan pengawasan di ruang publik. Bagi yang tertarik dengan perkembangan teknologi pengawasan, isu ini juga selaras dengan berbagai perkembangan teknologi lainnya yang terus bermunculan.
Keberadaan mod ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai etika penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Sama seperti riset AI yang kontroversial, penggunaan kamera pengawas yang masif menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan antara keamanan dan privasi. Melalui medium game, Kolman berhasil menyajikan pertanyaan-pertanyaan kompleks ini dalam format yang interaktif dan mudah dipahami oleh khalayak umum.





Komentar
Belum ada komentar.