Kongres AS Surati Blizzard soal Hukuman Pemain Hearthstone

Telset.id, Jakarta  – Blizzard mendapat kecaman hebat baru-baru ini. Penyebabnya, Blizzard memutuskan untuk menangguhkan pemain Hearthstone selama setahun gara-gara mendukung aksi demontrasi di Hong Kong.

Pemain itu adalah Ng Wai Chung atau juga dikenal sebagai blitzchung. Ia menunjukkan dukungannya terhadap protes Hong Kong selama melakukan wawancara pasca-pertandingan.

{Baca juga: Diboikot Sana-sini, Blizzard Cegah Gamers Minggat dari Hearthstone}

Sekarang, permasalahan tersebut merembet ke Kongres Amerika Serikat (AS). Kongres AS melayangkan sebuah surat kepada CEO Blizzard, Bobby Kotick.

Menurut laporan Ubergizmo, para Senator meminta kepada pengembang game itu untuk mempertimbangkan kembali penangguhan terhadap Ng. Memangnya, seperti apa isi surat itu?

“Perusahaan Anda mengklaim mendukung hak seseorang untuk mengekspresikan pemikiran dan pendapat individu. Kenyataannya, perusahaan Anda tidak berkomitmen untuk itu,” demikian isinya.

“Karena perusahaan Anda adalah pilar industri game, keputusan Anda bisa berdampak buruk pada gamer yang berusaha menggunakan platform untuk mempromosikan hak asasi manusia,” imbuhnya.

Pihak perusahaan sendiri sebelumnya bersikap melunak, dengan mengubah hukuman menjadi penangguhan 6 bulan dan tetap memberi uang hadiah kepada Ng. Padahal, sebelumnya hadiah tidak diberikan.

Sebelumnya, Bliazzard mengantisipasi kemarahan China dengan menangguhkan kemenangan seorang gamer profesional, gara-garanya, gamer itu berteriak “Bebaskan Hong Kong” saat wawancara pasca-pertandingan.

{Baca juga: Pro-Demokrasi Hong Kong, Gamer Ini Batal Menangi Rp 90 Juta}

Perusahaan yang berbasis di Santa Monica, California ini lima persen sahamnya dimiliki oleh Tencent Holdings di Shenzhen, China, melarang pemain Hearthstone Ng Wai Chung bermain di kompetisi video game selama setahun gara-gara aksi mendukung pro-demokrasi di Hong Kong.

Mereka juga memutuskan hubungan dengan dua pewawancara gamer yang merunduk di bawah meja. Kebijakan tersebut berlaku ketika National Basketball Association (NBA) menepis serangkaian tindakan balasan dari perusahaan-perusahaan China soal cuitan pro-demokrasi.

 

[BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

 

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -