Telset.id – Valve dikabarkan mengalami kebocoran data terbesar dalam sejarah perusahaan, bukan karena peretasan, melainkan karena kesalahan internal yang membiarkan akses ke infrastruktur lama terbuka untuk publik. Arsiparis berhasil mengekstrak 12-13TB konten game lama dari server tersebut, termasuk aset senjata awal dari Half-Life 2 Episode 3 yang menjadi temuan kunci.
Kebocoran ini terjadi ketika Valve meninggalkan endpoint infrastruktur lama yang dapat diakses publik. File yang bocor masih terus dieksplorasi, namun sudah dipastikan berisi proyek internal Valve dan rilis pihak ketiga. Selain aset Half-Life 2 Episode 3, arsip ini juga memuat konsep Portal 2 yang sempat dibatalkan.
Arsip tersebut terdiri dari data server konten Steam lama dari tahun 2003 hingga 2013, bertepatan dengan periode transisi platform dari sistem Steam2 ke SteamPipe. Valve sebelumnya mendistribusikan game menggunakan format proprietary NCF (No-Cache File) dan GCF (Grid Cache File) selama era Steam2 sebelum beralih ke sistem file-tree HTTP standar sekitar Maret 2013. Dengan demikian, tumpukan data ini pada dasarnya berfungsi seperti kapsul waktu yang terawetkan.

Build Awal Left 4 Dead dan Portal 2 Ditemukan
Pada periode tersebut, Valve masih menjadi pengembang game yang sangat aktif, sehingga publik mendapat wawasan langka tentang proyek-proyek mereka. Untuk Left 4 Dead, file yang bocor mencakup seluruh build awal game dari Juni 2008. Build ini memiliki HUD yang berbeda, voice line yang dipotong dari rilis retail, bagian peta yang diubah, dan banyak aset awal yang belum selesai yang didaur ulang Valve dari mod Terror Strike (untuk Counter-Strike: Condition Zero).
Portal 2 disebut menjadi game yang paling terdampak dari kebocoran ini. Para modder berhasil merekonstruksi build yang bisa dimainkan dari file tersebut. Ini adalah beta dari Juli 2009, saat game masih dalam era Core Hub sebelum konsep itu dibatalkan demi sekuel yang lebih langsung. Arsip ini juga menampilkan aset awal dari prekuel F-Stop yang sedang dikembangkan setahun sebelumnya, dengan mekanik kamera untuk gameplay. Adegan intro menunjukkan pemain jatuh ke salah satu lab.
Beta ini menampilkan GLaDOS yang sangat berbeda, dengan peran yang lebih pasif, voice line berbeda, dan animasi baru. Beberapa adegan dalam build ini sangat belum selesai sehingga menggunakan aset dari Team Fortress dan Half-Life sebagai placeholder.
Temuan Senjata Weaponizer dari Half-Life 2 Episode 3
Temuan paling menarik adalah model senjata 3D untuk “Weaponizer”. Senjata ini diduga merupakan senjata konsep dari episode ketiga Half-Life 2 yang dibatalkan. Weaponizer telah bocor selama bertahun-tahun dan secara resmi diperlihatkan oleh Valve, tetapi tidak pernah dalam bentuk build.
Weaponizer digunakan untuk mengubah objek menjadi amunisi, tetapi Valve menggunakannya sebagai placeholder untuk Paint Gun genggam sebelum beralih ke gel drops. Keberadaan senjata ini dalam build awal Portal 2 menunjukkan betapa dekatnya pengembangan Episode 3 sebelum akhirnya dibatalkan.
Selain itu, arsip ini juga memberikan gambaran menarik tentang CS:GO pada masa awal pengembangannya. Game tersebut tampak lebih mirip Source dengan UI yang lebih bergaya dan versi alpha dari peta. File tersebut juga berisi senjata MP5-Active yang menunjukkan bahwa senjata ini pernah menjadi bagian dari daftar peluncuran awal, bersama dengan berbagai model pisau awal, mekanik granat yang dipotong, dan Riot Shield yang dibawa kembali dari Counter-Strike 1.6.
Arsip ini juga mencakup build dari 2011 yang berjalan pada fisika dan pergerakan Source tetapi menampilkan kode engine Left 4 Dead 2 awal dan elemen UI prototipe CS:GO. Ini terjadi tepat saat CS:GO lahir karena hingga saat itu, Valve hanya mencoba mem-port Source ke konsol rumah. Peningkatan ekstensif yang dibuat oleh Hidden Path Entertainment meyakinkan perusahaan untuk merilis game Counter-Strike baru sepenuhnya.
Selain proyek internal Valve, arsip ini juga berisi konten pihak ketiga. Seseorang menemukan build beta awal Sonic 4 Episode 2 di dalam file, sehingga diperkirakan akan ada lebih banyak temuan dari game pihak ketiga lainnya.
Hingga saat ini, Valve belum mengakui kebocoran ini. Namun, mengingat “kebocoran” terbaru dalam arsip ini berusia lebih dari 13 tahun, kemungkinan besar ini bukan masalah internal yang besar. Selain itu, semua data ini hanya ditemukan karena kesalahan dari pihak Valve, bukan karena peretasan.
Kebocoran data Valve ini menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah perusahaan. Meskipun data yang bocor sudah berusia belasan tahun, temuan ini memberikan wawasan berharga tentang proses pengembangan game Valve yang selama ini tertutup rapat. Para penggemar dan sejarawan game kini memiliki akses ke potongan sejarah yang sebelumnya tidak pernah terungkap.

Arsip sebesar 12-13TB ini diperkirakan akan terus menghasilkan informasi baru dalam beberapa hari ke depan. Para arsiparis dan modder masih mengeksplorasi isi file untuk menemukan lebih banyak konten menarik dari masa kejayaan Valve sebagai pengembang game.





Komentar
Belum ada komentar.