📑 Daftar Isi

Prosesor Intel Arc G3 dan Arc G3 Extreme untuk handheld gaming

Intel Arc G3 Siap Saingi AMD di Handheld Gaming 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Intel resmi meluncurkan prosesor Arc G3 dan Arc G3 Extreme di Computex 2026 untuk handheld gaming
  • Chip ini memiliki 14 core (2P+8E+4LPE) dengan GPU Arc B370 (10 core Xe3) untuk G3 dan Arc B390 (12 core Xe3) untuk G3 Extreme
  • Teknologi XeSS 3 menjadi keunggulan utama dengan AI upscaling, multi-frame generation 4X, dan low latency
  • Handheld pertama yang menggunakan chip ini adalah Acer Predator Atlas 8, MSI Claw 8 EX AI+, dan OneXPlayer
  • Peluncuran dimulai Juni 2026 dengan ketersediaan luas diperkirakan Agustus 2026
  • Bersaing langsung dengan AMD Ryzen Z2 Extreme yang menggunakan GPU RDNA 3.5
  • Harga belum diumumkan, menimbulkan kekhawatiran akan kenaikan harga perangkat handheld

Telset.id – Intel secara resmi memperkenalkan prosesor Intel Arc G3 dan Arc G3 Extreme di ajang Computex 2026, menandai langkah agresif perusahaan untuk menguasai pasar handheld gaming yang selama ini didominasi AMD. Chip anyar ini membawa arsitektur grafis Xe3 dan teknologi AI XeSS 3 yang diklaim mampu memberikan performa gaming kelas PC dalam genggaman.

Prosesor ini merupakan turunan dari lini Core Ultra Series 3 (Panther Lake) yang sebelumnya telah diuji dan mendapatkan pujian berkat GPU internalnya yang bertenaga. Dengan hadirnya Arc G3, Intel secara langsung menantang dominasi AMD Ryzen Z2 Extreme yang selama ini menjadi andalan berbagai perangkat handheld seperti ASUS ROG Ally dan Lenovo Legion Go.

Kedua varian prosesor ini memiliki konfigurasi inti yang identik, yaitu 14 core dengan komposisi 2 Performance-core, 8 Efficient-core, dan 4 Low-Power Efficient-core. Perbedaan utama terletak pada GPU yang digunakan. Arc G3 mengandalkan GPU Arc B370 dengan 10 core Xe3, sementara Arc G3 Extreme ditenagai GPU Arc B390 yang lebih bertenaga dengan 12 core Xe3. Kecepatan clock GPU maksimal mencapai 2,2 GHz untuk G3 dan 2,3 GHz untuk G3 Extreme.

Keunggulan Teknologi XeSS 3

Salah satu senjata utama Intel dalam persaingan ini adalah teknologi XeSS 3. Teknologi upscaling berbasis AI ini mampu melakukan resolusi scaling dan multi-frame generation hingga 4X, yang secara drastis meningkatkan frame rate tanpa mengorbankan kualitas visual. Teknologi ini juga dilengkapi dengan low-latency tech untuk memastikan responsivitas gameplay tetap terjaga.

Keunggulan lain yang ditawarkan Intel adalah kemampuan untuk melakukan precompile in-game shaders menggunakan cloud server. Hal ini secara signifikan mengurangi waktu loading yang seringkali mengganggu pengalaman bermain game di perangkat handheld.

Dalam pengujian di laptop, XeSS 3 terbukti mampu bersaing ketat dengan Nvidia DLSS 4. Pada resolusi 1080p, meskipun masih ada celah frame rate, perbedaannya tidak sebesar yang diharapkan antara grafis terintegrasi dan dedicated. Yang lebih mengesankan, latensi yang dihasilkan hanya 44ms, hampir setara dengan Nvidia.

Handheld Pertama dengan Arc G3: Acer Predator Atlas 8

Intel mengumumkan tiga mitra perangkat keras yang akan menjadi yang pertama meluncurkan handheld dengan prosesor Arc G3. Yang paling menonjol adalah Acer Predator Atlas 8, sebuah handheld 8 inci yang dirancang khusus untuk memaksimalkan kemampuan chip baru Intel.

Predator Atlas 8 hadir dengan layar IPS 8 inci beresolusi 1920 x 1200, refresh rate 120Hz, dan kecerahan 500 nits. Perangkat ini mendukung ray tracing dan seluruh fitur AI XeSS 3. Untuk menjaga performa tetap optimal, Acer membenamkan sistem pendingin Predator AeroBlade dengan kipas logam pertama di handheld yang diklaim mampu meningkatkan aliran udara hingga 10%.

Dari segi memori, Atlas 8 dapat dikonfigurasi dengan RAM LPDDR5x hingga 24GB dan penyimpanan hingga 1TB. Konektivitasnya juga sangat lengkap dengan dua port Thunderbolt 4, slot microSD, dan jack audio 3.5mm. Baterainya bervariasi tergantung varian: 80Wh untuk G3 Extreme dan 60Wh untuk G3 standar.

Jim Johnson, SVP dan General Manager Client Computing Intel, menyatakan, “Handheld gamers menginginkan performa kelas PC tanpa harus terikat pada desktop atau charger. Dengan prosesor Intel Arc G-Series dan Predator Atlas 8 dari Acer, kami menghadirkan gameplay yang mulus dan berkualitas tinggi dengan daya tahan baterai luar biasa dalam faktor bentuk yang bisa dibawa ke mana saja.”

Daftar Handheld Arc G3 Lainnya

Selain Acer, Intel juga mengonfirmasi bahwa MSI Claw 8 EX AI+ dan OneXPlayer akan menjadi bagian dari gelombang pertama perangkat handheld Arc G3. Ketiga perangkat ini dijadwalkan mulai meluncur pada Juni 2026, dengan ketersediaan yang lebih luas sepanjang tahun. Analis memprediksi puncak peluncuran akan terjadi sekitar bulan Agustus 2026.

Persaingan antara Intel dan AMD di segmen handheld gaming semakin memanas. Di atas kertas, GPU AMD Ryzen Z2 Extreme memiliki angka yang lebih besar dengan 16 core RDNA 3.5 dan kecepatan clock 2.9 GHz. Namun, Intel percaya bahwa teknologi XeSS 3 adalah pembeda utama yang akan memberikan pengalaman gaming yang lebih baik secara keseluruhan.

Sementara itu, AMD tidak tinggal diam. Tim Red baru saja mengumumkan bahwa teknologi FSR upscaling 4.1 berbasis AI akan hadir untuk GPU RDNA 3 pada Juli 2026. Namun, pada awalnya teknologi ini hanya terbatas untuk kartu desktop kelas atas RX 9700. Ini menjadi peluang bagi Intel untuk mengambil keunggulan lebih awal di pasar handheld.

Perbandingan dengan AMD Ryzen Z2 Extreme

Meskipun spesifikasi GPU AMD terlihat lebih impresif di atas kertas, pengujian langsung menunjukkan bahwa teknologi Intel mampu menutup celah tersebut secara efektif. XeSS 3 dengan resolusi scaling dan 4x multi-frame generation mampu mengekstrak performa per watt yang jauh lebih baik dari perangkat handheld.

Dalam pengujian yang dilakukan di laptop, performa XeSS 3 pada resolusi 1080p menunjukkan hasil yang mengejutkan. Meskipun masih ada celah frame rate dengan dedicated graphics, perbedaannya tidak sebesar yang diharapkan. Ini menjadi indikasi kuat bahwa di perangkat handheld dengan resolusi lebih rendah, performa Arc G3 bisa sangat kompetitif.

Keunggulan lain adalah efisiensi daya. Berkat peningkatan manajemen daya dan efficient-core yang mampu menangani lebih banyak beban kerja, prosesor Arc G3 menjanjikan daya tahan baterai yang lebih baik dibandingkan kompetitor. Ini adalah faktor krusial untuk perangkat handheld yang mengutamakan mobilitas.

Harga dan Ketersediaan

Satu pertanyaan besar yang belum terjawab adalah harga. Hingga saat ini, Intel dan mitranya belum mengumumkan banderol harga resmi untuk perangkat handheld Arc G3. Mengingat tren kenaikan harga di pasar handheld gaming, termasuk kenaikan harga Steam Deck baru-baru ini, banyak pengamat yang khawatir harga perangkat baru ini akan melambung tinggi.

Yang jelas, persaingan antara Intel dan AMD di segmen handheld gaming dipastikan akan semakin sengit sepanjang tahun 2026. Konsumen akan diuntungkan dengan lebih banyak pilihan perangkat dengan performa yang semakin baik. Computex 2026 menjadi saksi dimulainya era baru persaingan prosesor untuk handheld gaming.

Dengan teknologi XeSS 3 yang terbukti mampu memberikan performa gaming yang luar biasa, Intel Arc G3 dan Arc G3 Extreme berpotensi menjadi game-changer di pasar handheld. Pertanyaan tinggal menunggu apakah harga yang ditawarkan sebanding dengan performa yang dijanjikan.

Komentar

Belum ada komentar.