Telset.id – Sistem rating game Indonesia, IGRS, kembali disorot. Kali ini, lembaga tersebut diduga memiliki celah keamanan yang membocorkan data sensitif game yang belum dirilis, termasuk footage dan plot game James Bond terbaru, 007: First Light. Kebocoran ini ditemukan melalui API publik dan berpotensi mengekspos ribuan data developer.
Temuan awal datang dari seorang pengguna Reddit yang sedang mengembangkan frontend alternatif untuk situs IGRS. Ia menemukan bahwa data yang seharusnya tertutup untuk keperluan penilaian usia dapat diakses melalui API publik. Laporan dari Gamekeysfinder menyebut celah ini membuka akses ke materi klasifikasi rahasia, termasuk footage, dokumen, dan detail proyek yang dikirim developer.
Salah satu materi yang paling banyak dibicarakan adalah dugaan bocoran dari 007: First Light yang dikembangkan IO Interactive. Lebih dari satu jam footage game disebut telah bocor dan beredar di internet, bahkan diduga mencakup bagian penting alur cerita, termasuk kemungkinan bagian akhir. Situasi ini sensitif karena waktu kemunculannya berdekatan dengan jadwal peluncuran game pada 27 Mei 2026 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S.

Selain itu, versi Nintendo Switch 2 dilaporkan akan hadir menyusul pada musim panas. Kebocoran di periode penting ini berpotensi merusak pengalaman pemain yang ingin menghindari spoiler. Proyek game lain yang juga disebut terdampak adalah Echoes of Aincrad dari Bandai Namco. Nama proyek besar seperti remake Assassin’s Creed: Black Flag dan Castlevania: Belmont’s Curse turut muncul dalam diskusi, meski belum ada konfirmasi luas soal penyebaran footage-nya.
Di luar soal spoiler, perhatian juga tertuju pada dugaan paparan data developer. Laporan yang sama menyebut kemungkinan ribuan alamat email terkait proyek game ikut terekspos. Jika benar, hal ini menimbulkan risiko lebih luas seperti potensi penyalahgunaan data, phishing, atau gangguan terhadap individu dalam pengembangan game. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi mengenai skala dan dampak aktual dugaan tersebut.
Baca Juga:
Peristiwa ini muncul tidak lama setelah IGRS menjadi sorotan terkait implementasi rating di Steam. Saat itu, sejumlah game dinilai memiliki klasifikasi usia yang tidak konsisten. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebelumnya menjelaskan bahwa sistem rating masih dalam tahap transisi, dengan sebagian proses menggunakan mekanisme self-declaration dari platform.
Dengan adanya dugaan celah keamanan ini, sejumlah pihak kembali menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur, terutama dalam aspek perlindungan data. Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Komdigi terkait dugaan kebocoran tersebut. Belum diketahui pula apakah sudah dilakukan investigasi menyeluruh atau langkah mitigasi tambahan. Sebelumnya, Komdigi minta klarifikasi kepada Steam terkait ketidakakuratan rating.
Bagi gamer, khususnya yang ingin menghindari spoiler, disarankan untuk lebih selektif dalam mengakses konten di internet. Sejumlah materi yang diduga berasal dari kebocoran tersebut mulai beredar di berbagai platform. Insiden ini menambah catatan panjang sorotan terhadap IGRS, setelah sebelumnya ramai soal game tidak layak edar.




