CEO GameStop Ryan Cohen berbicara dalam wawancara tentang masa depan bisnis game fisik

GameStop CEO Sebut Penghentian Disc Sony pada 2028 Tak Relevan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • CEO GameStop Ryan Cohen menyatakan keputusan Sony hentikan produksi disc pada 2028 tidak relevan
  • Software hanya menyumbang 20,1% dari total penjualan GameStop di FY2025
  • Kategori Collectibles tumbuh 47% dan kini menjadi fokus utama bisnis GameStop
  • GameStop sedang berupaya mengakuisisi eBay dengan nilai tawaran $56 miliar
  • Petisi menentang kebijakan Sony telah mendekati 200.000 tanda tangan

Telset.id – CEO GameStop, Ryan Cohen, menyatakan bahwa keputusan Sony untuk menghentikan produksi disc game fisik pada 2028 sama sekali tidak relevan bagi bisnis perusahaannya. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran industri tentang masa depan game fisik dan perubahan strategi bisnis GameStop yang semakin menjauh dari penjualan perangkat lunak.

Dalam wawancara dengan BloombergTech pada Kamis, 16 Juli, Cohen ditanya mengenai bagaimana langkah para pembuat konsol yang beralih ke digital-only akan mempengaruhi GameStop. Menanggapi hal tersebut, Cohen dengan tegas mengatakan, “It doesn’t matter at all. Software, it mattered in the past. Software today makes up less than 12% of the business, and collectables makes up over half the business. So, it’s totally, totally irrelevant.”

Pernyataan ini menjadi sorotan karena bertentangan dengan laporan keuangan GameStop sendiri. Meski demikian, tren yang mendasarinya memang mendukung pernyataan Cohen. Pada tahun fiskal 2025, GameStop melaporkan total penjualan bersih sebesar $3,63 miliar. Sektor Software yang mencakup disc game fisik, kartrid game, dan kode unduhan digital, hanya menyumbang 20,1% dari total penjualan atau setara $729,3 juta. Angka ini merupakan yang terendah di antara kategori produk GameStop.

Sebaliknya, kategori Collectibles menjadi primadona baru dengan pendapatan $1,06 miliar atau 29,2% dari total penjualan. Kategori ini meliputi pakaian, mainan, kartu trading, gadget, dan produk budaya pop lainnya. Sementara itu, Hardware dan aksesoris tetap menjadi lini terbesar dengan pendapatan $1,84 miliar atau 50,7% dari total penjualan.

Data pertumbuhan year-on-year juga mendukung perubahan fokus bisnis GameStop. Pendapatan dari sektor Software turun drastis sebesar 27% pada FY24, sementara pendapatan Hardware turun 12%. Di sisi lain, pendapatan dari Collectibles justru melonjak signifikan sebesar 47%. Hal ini menunjukkan bahwa GameStop telah berhasil bertransformasi dari pengecer game tradisional menjadi perusahaan yang lebih berfokus pada barang koleksi dan merchandise.

Baca Juga:

Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disc fisik pada 2028 memang telah memicu kontroversi di kalangan gamer. Petisi online yang menentang kebijakan ini bahkan telah mendekati 200.000 tanda tangan. Namun, bagi GameStop, perubahan ini justru tidak menjadi ancaman berarti karena mereka telah jauh-jauh hari melakukan diversifikasi bisnis.

Gamestop

Bagian terbesar dari wawancara Bloomberg lebih banyak berfokus pada upaya akuisisi GameStop terhadap eBay yang kontroversial. GameStop mulai mengakumulasi saham eBay pada 4 Februari dan mengajukan proposal non-binding pada 3 Mei untuk mengakuisisi seluruh saham beredar eBay dengan harga $125 per lembar. Nilai penawaran ini mencapai sekitar $56 miliar, jauh di atas kapitalisasi pasar GameStop sendiri yang hanya sekitar $10 miliar.

Dewan direksi eBay menolak proposal tersebut pada 12 Mei. Ketua eBay, Paul Pressler, menulis bahwa dewan telah memutuskan proposal tersebut “tidak kredibel dan tidak menarik.” Meski demikian, Cohen menyatakan akan membawa tawaran ini langsung kepada para pemegang saham eBay, menunjukkan keyakinannya pada strategi ekspansi agresif perusahaan.

Perubahan strategi GameStop ini mencerminkan dinamika industri game yang semakin digital. Meskipun banyak gamer yang masih menginginkan edisi fisik game, tren penjualan menunjukkan pergeseran yang jelas ke arah digital. Data GameStop sendiri membuktikan bahwa penjualan software fisik terus menurun, sementara kategori lain justru tumbuh.

Fenomena ini juga terlihat dari respons berbagai pihak terhadap kebijakan Sony. Beberapa perusahaan teknologi justru memanfaatkan situasi ini untuk mempromosikan produk mereka. GitHub, misalnya, memperkenalkan “Repo CDs” sebagai bentuk sindiran terhadap keputusan Sony. Sementara itu, Xbox dilaporkan sedang menguji fitur untuk mendigitalkan game fisik, menunjukkan bahwa persaingan di industri ini semakin ketat.

Bagi para gamer yang masih setia pada game fisik, situasi ini mungkin terasa mengecewakan. Namun, dari sudut pandang bisnis, keputusan Sony untuk beralih ke digital sepenuhnya pada 2028 adalah langkah yang masuk akal. Biaya produksi, distribusi, dan penyimpanan disc fisik jauh lebih mahal dibandingkan dengan distribusi digital.

GameStop sendiri telah membuktikan bahwa mereka mampu bertahan dan bahkan berkembang tanpa bergantung pada penjualan software fisik. Dengan fokus pada collectibles yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi, perusahaan ini justru menunjukkan pertumbuhan yang positif di tengah perubahan industri.

Pernyataan Cohen yang menyebut keputusan Sony sebagai “totally irrelevant” mungkin terdengar berani, tetapi data keuangan GameStop mendukung klaim tersebut. Dengan software yang hanya menyumbang 20,1% dari total penjualan dan terus menurun, sementara collectibles tumbuh 47%, jelas bahwa masa depan GameStop tidak lagi bergantung pada penjualan disc game fisik.

A photograph of PlayStation 4 and PlayStation 5 games in their cases.

Transformasi bisnis GameStop ini juga memberikan pelajaran berharga bagi para pelaku industri ritel lainnya. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tren pasar dan melakukan diversifikasi produk adalah kunci untuk bertahan di era digital. GameStop yang dulu dikenal sebagai toko game fisik, kini lebih mirip dengan toko merchandise dan barang koleksi pop culture.

Meskipun demikian, masih ada segmen pasar yang setia pada game fisik. Petisi yang mendekati 200.000 tanda tangan membuktikan bahwa masih ada basis penggemar yang kuat untuk format fisik. Namun, dari perspektif bisnis skala besar, volume penjualan game fisik yang terus menurun membuatnya tidak lagi menjadi prioritas utama.

Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disc pada 2028 juga akan berdampak pada ekosistem industri game secara keseluruhan. Developer game mungkin akan lebih fokus pada pengembangan game digital, toko ritel harus beradaptasi, dan para kolektor game fisik mungkin harus mulai memikirkan strategi pengumpulan mereka.

Bagi GameStop, masa depan tampaknya sudah jelas. Dengan fokus pada collectibles dan hardware, perusahaan ini siap menghadapi era all-digital tanpa perlu khawatir. Pernyataan Cohen mungkin terdengar kontroversial, tetapi data menunjukkan bahwa ia benar.

Industri game sedang berada di titik balik yang signifikan. Keputusan Sony hanyalah puncak gunung es dari perubahan besar yang sedang terjadi. Bagi para gamer, era game fisik mungkin akan segera berakhir, tetapi bagi GameStop, ini adalah awal dari babak baru yang lebih menguntungkan.

PlayStation 5

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.