Telset.id – Blaze Entertainment mengungkap bahwa pihaknya telah menyiapkan roadmap hingga empat tahun ke depan untuk platform Evercade sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah raksasa industri game. Head of Communications Blaze Entertainment, Sean Cleaver, menyatakan perusahaan tidak ingin menjadi pemain yang hanya hadir sekali lalu pergi dari pasar konsol fisik.
Pernyataan tersebut disampaikan Cleaver dalam wawancara dengan TechRadar Gaming di ajang Gamescom. Dalam kesempatan itu ia membahas Evercade Nexus dan kolaborasi dengan Rare untuk menghadirkan port Banjo-Kazooie dan Banjo-Tooie. Dari situ ia mengungkap bahwa Blaze Entertainment telah menjalin komunikasi dengan beberapa perusahaan besar, termasuk EA, Sega, dan Bandai Namco.
Menurut Cleaver, komunikasi dengan para pemilik waralaba besar itu berjalan terus-menerus. Namun ia menegaskan bahwa kerja sama semacam ini tidak bergantung pada kesiapan Blaze Entertainment, melainkan pada kesiapan pemilik lisensi itu sendiri. Ia menyebut keputusan akhirnya lebih banyak ditentukan oleh kebijakan masing-masing perusahaan.
Blaze Entertainment Buka Dialog dengan EA hingga Bandai Namco
Cleaver menjelaskan bahwa Blaze Entertainment telah berbicara dengan EA dan Sega, serta sebelumnya telah bekerja sama dengan Capcom pada sejumlah judul yang dibangun langsung ke dalam perangkat, bukan dalam bentuk cartridge. Ia juga menyebut pihaknya telah berbicara dengan Bandai Namco. Menurutnya, dialog dengan semua perusahaan itu dijaga secara konstan.
Ia menekankan bahwa faktor penentu bukanlah kesiapan Blaze Entertainment, melainkan kesiapan mitra. “Anda bisa datang membawa koper penuh uang, tetapi jika lisensinya belum tersedia, jika mereka masih ragu, jika mereka punya prioritas bisnis lain, maka semuanya harus menunggu sampai mereka siap melihat waralaba tersebut, melihat hal-hal itu, dan menyelesaikan pekerjaan,” ujar Cleaver seperti dikutip dari TechRadar Gaming.
Pernyataan itu memberi gambaran bahwa pendekatan Blaze Entertainment terhadap lisensi waralaba besar bersifat sabar dan berorientasi jangka panjang. Perusahaan tidak memaksakan kerja sama, tetapi memastikan dialog tetap terbuka dengan para pemegang hak waralaba.
Baca Juga:
Selain membahas peluang dengan EA, Sega, dan Bandai Namco, Cleaver secara khusus menyebut keinginan Blaze Entertainment untuk kembali bekerja sama dengan Rare. Kolaborasi dengan Rare sebelumnya menghasilkan port Banjo-Kazooie dan Banjo-Tooie untuk Evercade Nexus, yang disebut menggunakan kode sumber asli Rare. Ia berharap kerja sama lanjutan dengan Rare dapat terwujud dalam beberapa tahun mendatang.
Roadmap Tiga hingga Empat Tahun untuk Evercade
Cleaver juga memastikan bahwa Blaze Entertainment memiliki roadmap untuk tiga hingga empat tahun ke depan. Ia menyebut apa yang oleh para peritel disebut sebagai “long tail”, yaitu strategi jangka panjang yang tidak bergantung pada satu produk saja.
“Kami bukan pemain satu kali selesai. Kami sudah ada di sini selama enam tahun sekarang. Kami menargetkan untuk tetap ada setidaknya enam tahun lagi,” kata Cleaver. Pernyataan itu menegaskan posisi Blaze Entertainment sebagai pemain jangka panjang di segmen konsol fisik, di tengah industri yang bergerak ke arah distribusi digital.
Komitmen tersebut menjadi relevan bagi pasar konsol fisik yang terus menyusut. Beberapa pihak menilai bahwa dukungan terhadap media fisik kini menjadi pembeda bagi perusahaan yang ingin bertahan di ceruk pasar tertentu. Hal serupa juga menjadi perhatian dalam diskusi industri soal masa depan game fisik, seperti yang dibahas dalam laporan soal konsol dan game fisik.
Dengan roadmap tiga hingga empat tahun, Blaze Entertainment memberi sinyal bahwa Evercade akan terus mendapat dukungan konten. Namun Cleaver tidak merinci judul atau waralaba apa saja yang masuk dalam rencana tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa dialog dengan EA, Sega, Bandai Namco, dan Rare tetap berjalan.
Bagi pengguna Evercade, pernyataan ini berarti peluang hadirnya lebih banyak judul klasik dari penerbit besar masih terbuka. Namun semuanya bergantung pada kesiapan masing-masing pemilik lisensi, bukan semata pada keinginan Blaze Entertainment.
Isu lisensi dan perlindungan data juga menjadi perhatian di industri game, seperti terlihat dari temuan soal pengiriman data pada sejumlah game gratis Android. Sementara itu, dinamika kebijakan digital di berbagai negara turut memengaruhi cara pengguna mengakses konten, sebagaimana dibahas dalam laporan soal aturan VPN yang semakin ketat.
Blaze Entertainment sendiri telah hadir selama enam tahun dan menargetkan setidaknya enam tahun lagi. Roadmap tiga hingga empat tahun yang disiapkan menjadi dasar bagi perusahaan untuk terus menghadirkan konten Evercade, sembari menunggu kesiapan para pemegang lisensi waralaba besar.





Komentar
Belum ada komentar.