Telset.id – Acer memperkenalkan konsep perangkat terbaru bernama Project DualPlay Mini di ajang IFA 2026. Perangkat ini merupakan handheld gaming Windows yang bisa berubah menjadi laptop mini berkat desain flip-and-swivel yang dimilikinya. Konsep ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan gamer yang selama ini harus memilih antara membawa laptop gaming atau handheld bertenaga Steam Deck.
Project DualPlay Mini hadir sebagai jawaban atas dilema yang sering dihadapi para gamer PC saat bepergian. Selama beberapa tahun terakhir, pilihan yang tersedia hanyalah membeli laptop gaming atau memilih handheld yang ukurannya jauh lebih kecil namun kurang serbaguna. Konsep terbaru dari Acer ini mencoba menggabungkan keduanya dalam satu perangkat dengan menyematkan keyboard di dalam handheld.
Dalam konfigurasi default-nya, layar handheld ini diapit oleh analog stick, D-pad, dan tombol ABXY ala Xbox, plus dua trigger di setiap bahunya. Namun, berkat desain flip-and-swivel, pengguna bisa membuka perangkat dan memutar layarnya untuk disejajarkan dengan keyboard mini ber-backlight yang ringkas. Dengan demikian, perangkat ini bisa digunakan untuk berbagai jenis permainan, mulai dari game dengan kontroler tradisional hingga game first-person shooter dan strategy yang lebih nyaman dimainkan dengan keyboard dan mouse.
Acer menyebut perangkat ini dirancang untuk “berpindah dengan lancar antara gaming dan produktivitas tanpa memerlukan perangkat terpisah untuk masing-masing kebutuhan”. Secara teori, Project DualPlay Mini menawarkan keunggulan dari PC dan konsol handheld sekaligus.
Perangkat ini memiliki layar berukuran 8 inci yang tergolong mungil. Dengan ukuran layar sekecil itu, perangkat ini mungkin tidak akan menjadi perangkat kerja utama bagi kebanyakan orang, kecuali mereka memanfaatkan kemampuannya untuk terhubung ke layar eksternal. Namun, ukuran tersebut dinilai cukup untuk dijadikan perangkat cadangan yang berguna saat bepergian, sehingga pengguna cukup membawa satu perangkat saja.
Daya tarik lain yang jelas terlihat adalah kemampuan untuk memainkan game PC yang ramah keyboard pada perangkat seukuran Steam Deck. Ini menjadi nilai jual utama yang membuat konsep ini menarik bagi para gamer yang sering bepergian.
Spesifikasi yang Masih Terbatas
Acer belum mengungkap banyak detail spesifikasi Project DualPlay Mini. Hal ini tidak mengherankan mengingat perangkat ini masih berstatus konsep dan mungkin tidak akan pernah masuk ke pasar. Namun, beberapa informasi penting tetap bisa diketahui dari berbagai sumber.
Perangkat ini ditenagai oleh chip Intel, dengan dugaan menggunakan SoC seri G atau kemungkinan Panther Lake. Sistem pendinginnya menggunakan arsitektur dual-fan yang sama dengan Predator Atlas 8, dengan satu kipas logam AeroBlade dan satu kipas plastik. Menariknya, bilah pada elemen logam disebut lebih tipis dari sebelumnya.
Di bagian belakang perangkat terdapat sepasang port USB-C dengan dukungan Thunderbolt pada salah satunya. Berdasarkan render yang beredar, perangkat ini juga memiliki dua tombol belakang serta kemungkinan touchpad atau fingerprint reader, meskipun detail tersebut tidak disebutkan dalam siaran pers resmi Acer.
Keyboard pada perangkat ini memiliki backlight dan perangkat disebut mampu terhubung ke layar eksternal. Dengan asumsi Acer menggunakan Predator Atlas 8 sebagai cetak biru, dukungan tampilan tersebut kemungkinan hadir melalui Thunderbolt 4.
Salah satu detail menarik yang terlihat pada render adalah tulisan “Acer 50 since 1976” yang tertanam di bagian belakang perangkat dalam bentuk kode Morse, sebagai perayaan ulang tahun Acer yang ke-50.
Desain Lipat yang Menarik
Project DualPlay Mini memiliki desain yang cukup unik. Handheld ini terbelah di bagian tengah, memungkinkan pengguna untuk membuka bagian depan pada engsel dan menyingkap keyboard di bawahnya. Setelah terbuka, area layar menampilkan dua grille speaker besar. Layar itu sendiri berada pada engsel yang bisa diputar ke sisi lain dari cangkang, sehingga perangkat bisa digunakan sebagai laptop yang sangat kecil, mengingatkan pada netbook namun dengan kemampuan komputasi yang jauh lebih baik.
Acer belum mengungkapkan bobot perangkat ini, yang mungkin memang sengaja dirahasiakan. Namun, desain flip-and-swivel yang ditampilkan terlihat cukup rapi dan menarik.
Perangkat ini juga menggunakan arsitektur pendinginan dual-fan yang sama dengan Predator Atlas 8. Sistem tersebut menggabungkan satu kipas logam AeroBlade dengan 89 bilah setebal 0,1mm dan satu kipas plastik.
Pelengkap Predator Atlas 7
Project DualPlay Mini diperkenalkan bersamaan dengan Predator Atlas 7, handheld gaming baru yang lebih kecil dari Atlas 8. Berbeda dengan Project DualPlay Mini yang masih konsep, Predator Atlas 7 adalah produk nyata yang akan segera dijual.
Predator Atlas 7 memiliki layar 7 inci FHD IPS dengan refresh rate 120Hz, dukungan multi-touch 10 titik, kecerahan 500 nits, dan dukungan VRR. Layarnya menggunakan rasio 16:9 dengan spesifikasi identik dengan Atlas 8.
Ditenagai oleh prosesor Intel Arc G3 atau Arc G3 Extreme, perangkat ini menawarkan RAM hingga 24GB LPDDR5X-7467 dan penyimpanan hingga 1TB PCIe 4.0 NVMe SSD melalui slot M.2 2280. Baterainya tersedia dalam dua pilihan: 60Whr untuk varian dasar dengan Arc G3 dan 80Whr untuk varian dengan Arc G3 Extreme.
Bobot perangkat bervariasi tergantung kapasitas baterai, dengan klaim “di bawah 700 gram” untuk baterai 60Whr dan “di bawah 750 gram” untuk baterai 80Whr. Perangkat ini juga dilengkapi dual Thunderbolt 4 ports, slot UHS-II microSD, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan dual speaker 2W dengan dukungan DTS:X Ultra.
Acer belum mengumumkan harga Predator Atlas 7, namun mengingat tren handheld dengan Arc G-series, diperkirakan harganya akan berada di atas US$1.500. Predator Atlas 7 akan mulai dijual di Amerika Utara pada kuartal keempat tahun ini. Sementara itu, Atlas 8 akan tersedia di Amerika Utara dan wilayah EMEA pada bulan September.
Bagi pengguna yang tertarik dengan perkembangan perangkat Acer lainnya, beberapa produk terbaru juga telah dirilis. Acer juga telah meluncurkan berbagai produk lain seperti penggunaan DRAM CXMT di laptop dan berbagai inovasi lainnya.
Kehadiran Project DualPlay Mini menunjukkan arah pengembangan perangkat gaming yang semakin fleksibel. Meskipun masih berstatus konsep, ide menggabungkan handheld gaming dengan fungsi laptop mini dalam satu perangkat merupakan langkah menarik yang bisa mengubah cara gamer bekerja dan bermain saat bepergian. Namun, publik masih harus menunggu apakah Acer akan merealisasikan konsep ini menjadi produk komersial.





Komentar
Belum ada komentar.