Kelebihan dan Kekurangan
Xiaomi 17T
- Baterai 6500 mAh Si/C dengan teknologi terbaru, daya tahan juara bertahan
- Layar AMOLED 120Hz dengan 3500 nits peak brightness, terangnya bikin silau matahari malu
- Kamera periskop 5x optical zoom (50 MP) yang bikin objek jauh terasa 'gandeng tangan'
- Chipset Dimensity 8500 Ultra (4nm) yang efisien dan kencang untuk tugas berat
- Bluetooth 6.0 dan Wi-Fi 6E, siap untuk era konektivitas masa depan
- Bobot 200 gram dengan material komposit, terasa kokoh tanpa bikin tangan kram
- Fitur 3840Hz PWM dimming, ramah di mata untuk yang sensitif kedipan layar
- Port USB Type-C 2.0, transfer data 'pelan-pelan kayak siput' padahal harganya bukan siput
- Tidak ada wireless charging, harus rela colok kabel setiap saat
- Speaker stereo tanpa tuning audio premium dari Harman Kardon atau sejenisnya
- Rilis Mei 2026, tapi update software hanya sampai Android 18 (3 tahun), kurang 'awet' untuk masa depan
- Material frame plastik, terasa kurang premium dibanding pesaing yang pakai aluminium
- Video 8K tidak didukung, padahal chipsetnya sanggup, ini mah 'pelit' fitur
Xiaomi 15
- Performa gila-gilaan dengan Snapdragon 8 Elite (3nm), Antutu tembus 2,3 juta, siap tempur untuk gaming berat
- Kamera Leica 50 MP (wide, tele 2.6x, ultrawide) dengan dukungan 8K video, hasilnya 'juara' di kelasnya
- Layar LTPO AMOLED 6.36 inci yang kompak dan nyaman digenggam satu tangan, 3200 nits peak brightness
- Build quality premium dengan frame aluminium 6M42, terasa solid dan mahal
- USB Type-C 3.2 dengan DisplayPort, bisa disambung ke monitor eksternal, 'multitasking' maksimal
- Fast charging 90W dan wireless charging 50W, fleksibel dan cepat
- Dukungan software 4 tahun update Android, lebih panjang umur dan aman
- Fingerprint ultrasonik, lebih responsif dan akurat walau jari basah atau kotor
- Baterai 5240 mAh (versi global) lebih kecil dari Xiaomi 17T, 'bongsor' tapi cepat haus
- Harga lebih tinggi di pasaran, 'menguras' kantong lebih dalam
- Refresh rate 120Hz, sudah standar tapi tidak ada peningkatan ke 144Hz seperti beberapa kompetitor
- Wi-Fi 7 sudah didukung, tapi butuh router Wi-Fi 7 untuk memanfaatkannya, 'investasi' tambahan
- Tidak ada slot microSD, kapasitas penyimpanan tidak bisa diperluas
- Desain lebih 'kalem' dan tidak se-agresif Xiaomi 17T untuk urusan zoom jauh
Rekomendasi
Xiaomi 15 adalah pemenang yang jelas untuk sebagian besar pengguna. Chipset Snapdragon 8 Elite (3nm) memberikan performa puncak yang jauh lebih tinggi (Antutu ~2,3 juta) dibandingkan Dimensity 8500 Ultra milik Xiaomi 17T, menjadikannya pilihan superior untuk gaming berat, multitasking, dan produktivitas. Kamera Leica-nya juga lebih fleksibel dengan kemampuan video 8K dan ultrawide 50 MP yang lebih baik. Meskipun baterainya lebih kecil, kecepatan charging 90W dan wireless charging 50W mengkompensasi dengan baik. Build quality aluminium dan dukungan software 4 tahun membuatnya lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi. Xiaomi 17T unggul di baterai (6500 mAh) dan zoom optik 5x, tetapi kekurangan wireless charging, USB 2.0, dan performa yang lebih rendah membuatnya kurang menarik secara keseluruhan. Skor 88/100 diberikan karena Xiaomi 15 hampir sempurna, minus satu poin karena baterainya yang tidak sebesar kompetitor dan harganya yang premium.




