Dalam pertarungan Mei 2026 ini, POCO F7 Pro menunjukkan dominasi telak pada sektor layar dan performa. Dengan panel AMOLED TCL M9 beresolusi WQHD+ (1440 x 3200 px) dan kerapatan 526 ppi, ia meninggalkan Xiaomi 15T yang hanya bertahan di resolusi 1.5K (1280 x 2772 px). Penggunaan chipset Snapdragon 8 Gen3 pada POCO memberikan keunggulan performa signifikan dengan skor AnTuTu 2.093.203, dibandingkan Xiaomi 15T yang mengandalkan Dimensity 8400 dengan skor 1.821.344. Bagi gamer atau power user, perbedaan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan stabilitas frame rate yang lebih baik di judul game berat.
Sektor baterai juga menjadi sorotan tajam. POCO F7 Pro hadir dengan kapasitas masif 6000 mAh dan pengisian daya 90W, jauh lebih superior dibandingkan Xiaomi 15T yang hanya membawa 5500 mAh dengan charging 67W. Meski Xiaomi 15T menawarkan fitur 'bypass charging' yang sangat krusial untuk menjaga kesehatan baterai saat bermain game sambil mengisi daya, kapasitas baterai POCO yang lebih besar memberikan ketahanan harian yang lebih konsisten bagi pengguna kasual.
Namun, Xiaomi 15T tidak sepenuhnya kalah. Jika Anda adalah seorang fotografer mobile, Xiaomi 15T adalah pilihan yang lebih masuk akal berkat konfigurasi kamera belakang yang lebih seimbang. Dengan lensa telefoto 50MP (Samsung S5KJN5), ia menawarkan fleksibilitas zoom yang tidak dimiliki POCO F7 Pro, yang hanya mengandalkan kamera ultrawide 8MP yang terkesan 'seadanya'—sebuah keputusan desain yang cukup malas untuk sebuah produk berlabel 'Pro'.
Dari sisi software, POCO F7 Pro memberikan komitmen lebih baik dengan janji dukungan OS dan security update selama 6 tahun, satu tahun lebih lama dari Xiaomi 15T. Ini memberikan nilai investasi jangka panjang yang lebih tinggi bagi pengguna yang tidak ingin mengganti ponsel setiap dua tahun. Selain itu, POCO sudah mengadopsi WiFi 7, memberikan keunggulan konektivitas dibandingkan WiFi 6E pada Xiaomi 15T.
Kesimpulannya, Xiaomi 15T mencoba tampil elegan dengan bodi tipis 7.5mm dan Bluetooth 6.0 yang futuristik, namun ia terasa seperti ponsel kelas menengah yang dipoles. Sebaliknya, POCO F7 Pro adalah 'monster' performa yang secara agresif menekan spesifikasi layar dan baterai, menjadikannya pilihan objektif terbaik untuk mereka yang memprioritaskan fungsi dan daya tahan di atas estetika bodi yang tipis.
Kelebihan dan Kekurangan
Xiaomi 15T
✅ Kelebihan
- Desain ultra-tipis (7.5mm) dengan build quality aluminium alloy
- Lensa telefoto 50MP yang superior untuk fotografi portrait
- Mendukung bypass charging untuk gaming lebih awet
- Konektivitas Bluetooth 6.0 yang sangat masa depan
❌ Kekurangan
- Chipset Dimensity 8400 masih di bawah performa Snapdragon 8 Gen3
- Resolusi layar lebih rendah (1.5K) dibanding POCO F7 Pro
- Kecepatan charging hanya 67W, terasa pelan untuk standar 2026
POCO F7 Pro
✅ Kelebihan
- Performa buas dengan Snapdragon 8 Gen3 (Skor AnTuTu 2.09jt)
- Layar WQHD+ 12-bit yang sangat tajam dan akurat
- Kapasitas baterai besar 6000 mAh dengan charging 90W
- Dukungan software jangka panjang hingga 6 tahun
❌ Kekurangan
- Kamera ultrawide hanya 8MP, terasa sangat 'budget' untuk kelas Pro
- Bodi lebih tebal (8.1mm) dan lebih berat dibandingkan Xiaomi 15T
- Tidak mendukung Bluetooth 6.0 (masih 5.4)
Rekomendasi
POCO F7 Pro
POCO F7 Pro adalah pemenang mutlak dari sisi value-for-money. Dengan layar WQHD+ 12-bit, chipset Snapdragon 8 Gen3 yang jauh lebih kencang, baterai 6000 mAh, dan janji update software 6 tahun, ia menutupi kekurangan kamera ultrawide-nya dengan performa kelas atas yang sulit ditandingi Xiaomi 15T.
Skor: 92/100

