Mari kita bicara jujur: menatap layar Tecno Spark 50 di tahun 2026 terasa seperti melihat dunia melalui kacamata berembun. Dengan resolusi hanya 720 x 1576 pada panel sebesar 6.78 inci, densitas 256 ppi adalah sebuah kemunduran estetika, sementara Pova 7 5G melenggang kangkung dengan resolusi FHD+ (396 ppi) dan refresh rate 144Hz yang jauh lebih 'manusiawi' untuk mata modern. Pova 7 juga lebih tangguh berkat Gorilla Glass 7i, sedangkan Spark 50 hanya mengandalkan keberuntungan dan material plastik standar.
Di sektor dapur pacu, jurangnya semakin lebar. Dimensity 7300 Ultra pada Pova 7 dibangun dengan fabrikasi 4nm yang sangat efisien, mencetak skor Antutu di angka 710.000. Bandingkan dengan Dimensity 6400 (6nm) pada Spark 50 yang hanya cukup untuk media sosial ringan dan multitasking tingkat dasar. Secara praktis, Pova 7 akan memberikan frame rate yang lebih stabil saat gaming dan suhu yang lebih terjaga berkat sistem pendingin internalnya, sementara Spark 50 mungkin akan mulai terengah-engah saat dipaksa bekerja keras.
Satu-satunya area di mana Spark 50 mencoba 'pamer' adalah baterai 6500 mAh-nya. Ya, ini adalah powerbank yang bisa menelepon. Namun, Pova 7 5G membalas dengan elegan melalui fitur 30W wireless charging—sesuatu yang biasanya hanya kita temukan di ponsel flagship. Keduanya sama-sama memiliki fast charging 45W, tapi efisiensi chipset 4nm pada Pova 7 kemungkinan besar akan membuat daya tahan baterai 6000 mAh-nya tidak kalah jauh dari kapasitas 6500 mAh milik Spark 50 yang masih 6nm.
Dalam hal konektivitas dan software, Spark 50 memang unggul karena sudah mengadopsi Android 16, tapi kehilangan NFC dan WiFi 6 adalah dosa besar di tahun 2026. Pova 7 5G menyediakan paket lengkap mulai dari NFC untuk e-money, Infrared blaster untuk remote TV, hingga WiFi 6 yang lebih stabil. Sektor kamera pun mutlak dimenangkan Pova 7 dengan kemampuan rekam video 4K dan sensor 64MP, sementara Spark 50 hanya memberikan pengalaman fotografi 'yang penting ada gambarnya' dengan sensor 50MP tanpa fitur video yang mumpuni.
🏆 Pilihan Terbaik
710K
Tecno Pova 7 5G
Rp 3.299.000
Harga pasar
⚡Antutu: 710K
💾8GB / 128GB
📷64 MP + 0.3 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Tecno Spark 50
✅ Kelebihan
- Kapasitas baterai raksasa 6500 mAh yang sangat awet
- Sudah menggunakan Android 16 (out-of-the-box)
- Mempertahankan 3.5mm audio jack untuk kaum purist kabel
- Harga sangat terjangkau di kelas entry-level
- Mendukung refresh rate 120Hz yang cukup smooth
❌ Kekurangan
- Resolusi layar hanya 720p (HD+) pada layar 6.78 inci adalah sebuah 'penghinaan' bagi mata di tahun 2026
- Tidak ada dukungan NFC untuk transaksi cashless
- Chipset Dimensity 6400 (6nm) tergolong medioker untuk produktivitas berat
- Kerapatan piksel rendah (256 ppi) membuat teks terlihat kurang tajam
Tecno Pova 7 5G
✅ Kelebihan
- Layar FHD+ 144Hz dengan proteksi Gorilla Glass 7i yang jauh lebih superior
- Performa kencang dengan Dimensity 7300 Ultra (4nm) dan skor Antutu 710.000+
- Fitur langka di kelasnya: 30W Wireless Charging
- Konektivitas lengkap: NFC, WiFi 6, dan Infrared Blaster
- Kemampuan video 4K dan sistem pendingin (cooling system) terintegrasi
❌ Kekurangan
- Tidak memiliki 3.5mm audio jack (selamat tinggal earphone kabel kesayangan)
- Masih menggunakan Android 15 saat kompetitor mulai beralih ke versi 16
- Kapasitas baterai sedikit lebih kecil (6000 mAh) dibanding seri Spark 50
- Harga terpaut cukup jauh (sekitar 1,3 juta lebih mahal)
Rekomendasi
Tecno Pova 7 5G
Meskipun lebih mahal, Pova 7 5G menawarkan paket teknologi yang jauh lebih relevan untuk tahun 2026. Perbedaan resolusi layar dari HD+ ke FHD+ dan refresh rate 144Hz memberikan pengalaman visual yang jauh berbeda. Belum lagi chipset 4nm Dimensity 7300 Ultra yang jauh lebih efisien dan bertenaga dibandingkan Dimensity 6400. Fitur wireless charging dan NFC menjadi pembeda mutlak yang membuat Spark 50 terlihat seperti ponsel dari masa lalu.
Skor: 88/100



