Mari kita mulai dari sektor Display & Design, karena ini yang pertama Anda lihat setiap hari. Kedua ponsel sama-sama mengusung layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi FHD+ 1080 x 2436 piksel dan kerapatan 393 ppi, yang secara kasat mata sama-sama tajam dan vibrant. Namun, Tecno Camon 40 Pro 5G unggul dengan refresh rate 144Hz berbanding 120Hz di Camon 40. Perbedaan 24Hz ini terasa signifikan saat scrolling media sosial atau bermain game kompetitif โ animasi terasa lebih cair dan responsif. Dari segi dimensi, keduanya sama-sama ramping di 7.3mm, dengan Camon 40 sedikit lebih ringan (177.2g vs 179g). Sayangnya, keduanya sama-sama memakai bodi plastik, jadi jangan berharap kesan premium seperti kaca atau aluminium. Namun, Camon 40 Pro 5G memiliki rasio screen-to-body 89%, sedikit lebih baik dari Camon 40 yang 89.8% โ perbedaan ini tidak signifikan secara praktis.
Beralih ke sektor Performance, di sinilah jurang pemisah terlihat sangat jelas. Tecno Camon 40 Pro 5G ditenagai MediaTek Dimensity 7300 yang diproduksi dengan proses 4nm TSMC, sementara Camon 40 hanya mengandalkan Helio G100 Ultimate dengan proses 6nm. Skor Antutu SoC menunjukkan perbedaan yang mencolok: Dimensity 7300 mencapai 382.424 poin (CPU 289.659 + GPU 92.765), sementara Helio G100 hanya 261.749 poin (CPU 214.198 + GPU 47.551). Artinya, Pro 5G memiliki CPU 35% lebih cepat dan GPU 95% lebih cepat. Dalam praktiknya, Camon 40 Pro 5G mampu menjalankan game berat seperti Genshin Impact dengan setting grafis medium-high tanpa lag berarti, sementara Camon 40 akan mulai tersendat di setting medium. Untuk multitasking dengan banyak aplikasi terbuka, Pro 5G juga jauh lebih lancar. Ini bukan sekadar angka, ini perbedaan pengalaman harian yang nyata.
Sektor Kamera adalah medan pertempuran lain yang dimenangkan telak oleh Pro 5G. Keduanya sama-sama memiliki kamera utama 50MP dengan OIS dan sensor 1/1.56", plus ultrawide 8MP. Namun, Pro 5G menggunakan sensor Sony LYT-700C yang lebih baru dan lebih baik dalam menangkap cahaya, menghasilkan foto dengan noise lebih rendah dan dynamic range lebih lebar. Skor DxOMark 138 untuk Pro 5G adalah bukti objektif kualitasnya, sementara Camon 40 tidak memiliki skor tersebut. Perbedaan paling mencolok ada di kamera selfie: Pro 5G menawarkan 50MP, sementara Camon 40 hanya 32MP โ hasilnya, foto selfie di Pro 5G lebih tajam dan detail. Pro 5G juga bisa merekam video 4K dan slow motion 240fps, fitur yang tidak dimiliki Camon 40 yang hanya mampu 1080p. Bagi content creator, ini perbedaan yang sangat signifikan.
Dari sisi Baterai dan Connectivity, keduanya sama-sama dibekali baterai 5200 mAh dengan fast charging 45W yang mampu mengisi 50% dalam 23 menit. Daya tahan keduanya sangat baik, nyaman digunakan seharian penuh. Namun, konektivitas adalah cerita yang berbeda. Pro 5G mendukung 5G dengan berbagai band global, WiFi dual-band, Bluetooth 5.2 dengan codec LDAC, NFC, dan Infrared. Camon 40 hanya 4G LTE, WiFi single-band, Bluetooth versi lama tanpa LDAC, dan tanpa NFC. Di era di mana mobile payment semakin umum dan jaringan 5G mulai meluas, kekurangan NFC dan 5G di Camon 40 terasa seperti kemunduran. Pro 5G juga lebih siap menghadapi masa depan jaringan.
Terakhir, Software dan ekosistem. Keduanya menjalankan Android 15 dengan HiOS 15, dan menariknya, Camon 40 dijanjikan update hingga 3 versi Android utama, sementara Pro 5G tidak disebutkan secara eksplisit. Ini adalah poin plus untuk Camon 40. Namun, Camon 40 Pro 5G memiliki fitur tambahan seperti cooling system untuk menjaga suhu saat gaming, dan speaker stereo yang lebih baik. Pada akhirnya, selisih harga Rp 1.300.000 antara keduanya adalah investasi yang sangat masuk akal untuk mendapatkan performa 2x lipat, konektivitas masa depan, dan kamera yang jauh lebih baik. Jika budget memungkinkan, Tecno Camon 40 Pro 5G adalah pilihan yang tidak perlu diragukan lagi.
๐ Pilihan Terbaik
640K

Tecno Camon 40 Pro 5G
Rp 3.999.000
Harga pasar
โกAntutu: 640K
๐พ8GB / 256GB
๐ท50 MP + 8 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Tecno Camon 40 Pro 5G
โ
Kelebihan
- Chipset MediaTek Dimensity 7300 (4nm) dengan skor Antutu 640.000 dan skor SoC 382.424, jauh lebih bertenaga untuk gaming dan multitasking berat dibandingkan kompetitornya
- Konektivitas 5G lengkap dengan dukungan berbagai band global, plus WiFi dual-band, Bluetooth 5.2 dengan codec LDAC, NFC, dan Infrared
- Layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz, resolusi FHD+ (1080 x 2436), dan kerapatan 393 ppi, lebih mulus untuk scrolling dan gaming
- Kamera utama 50MP Sony LYT-700C dengan OIS dan sensor 1/1.56", didukung kamera ultrawide 8MP, mampu merekam video 4K dan slow motion 240fps
- Skor DxOMark kamera 138 yang mengesankan untuk kelas menengah, menunjukkan kualitas pemrosesan gambar yang baik
- Baterai 5200 mAh dengan fast charging 45W, mampu mengisi 50% dalam 23 menit dan penuh dalam 43 menit
- Desain tipis 7.3mm dengan berat 179g, layar frameless dengan rasio screen-to-body 89%, dan sertifikasi ketahanan gores
- Sensor sidik jari dalam layar (in-screen fingerprint) dan dukungan NFC untuk mobile payment
- RAM 8GB dan storage 256GB UFS yang lega untuk menyimpan banyak file dan aplikasi
โ Kekurangan
- Bodi berbahan plastik yang terasa kurang premium dibandingkan pesaing dengan frame aluminium atau kaca
- Tidak ada slot microSD untuk ekspansi storage, terbatas pada 256GB internal
- Tidak ada audio jack 3.5mm, memaksa pengguna menggunakan Bluetooth atau USB-C
- Tidak ada rating IP resmi untuk ketahanan debu dan air, jadi jangan coba-coba berenang dengannya
- Speaker stereo ada, tapi tanpa dukungan Dolby Atmos atau tuning audio khusus
- Sistem operasi HiOS 15 masih membawa banyak bloatware yang bisa mengganggu pengalaman pengguna
Tecno Camon 40
โ
Kelebihan
- Harga lebih terjangkau (Rp 2.699.000) dengan selisih Rp 1.300.000 dari versi Pro, cocok untuk budget terbatas
- Baterai 5200 mAh dengan fast charging 45W yang sama dengan versi Pro, daya tahan sangat baik untuk pemakaian sehari-hari
- Desain tipis 7.3mm dengan berat 177.2g, sedikit lebih ringan dari versi Pro
- Layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi FHD+ (1080 x 2436), tetap mulus untuk penggunaan normal
- Pilihan RAM hingga 12GB dan storage hingga 256GB, fleksibel untuk berbagai kebutuhan
- Dilindungi Panda King Glass yang cukup tahan terhadap goresan dan benturan ringan
- Kamera utama 50MP dengan OIS dan ultrawide 8MP, mampu menghasilkan foto yang baik di kondisi cahaya cukup
- Dukungan update Android hingga 3 versi utama (Android 15 hingga Android 18) dan HiOS 15
โ Kekurangan
- Chipset MediaTek Helio G100 Ultimate (6nm) dengan skor SoC 261.749, tertinggal jauh 31.5% dari Dimensity 7300, terasa lambat untuk gaming berat
- Tidak ada dukungan 5G, hanya 4G LTE, kurang future-proof untuk jaringan masa depan
- GPU Mali-G57 MC2 dengan skor 47.551, kurang mumpuni untuk game dengan grafis tinggi seperti Genshin Impact atau PUBG Mobile dengan setting tinggi
- Skor Antutu keseluruhan tidak tersedia, tapi performa SoC yang lebih rendah menunjukkan keterbatasan dalam multitasking berat
- Kamera selfie 32MP lebih rendah dibandingkan 50MP di versi Pro, hasil foto kurang detail
- Tidak ada dukungan perekaman video 4K, hanya 1080p, kurang fleksibel untuk konten kreator
- Konektivitas terbatas: Bluetooth versi lama tanpa LDAC, WiFi single-band, dan navigasi hanya GPS tanpa GLONASS/Galileo
- Tidak ada NFC untuk mobile payment, dan tidak ada Infrared untuk kontrol perangkat elektronik
Rekomendasi
Tecno Camon 40 Pro 5G
Tecno Camon 40 Pro 5G adalah pemenang yang jelas untuk hampir semua aspek penting. Dengan selisih harga Rp 1.300.000, Anda mendapatkan peningkatan signifikan: chipset Dimensity 7300 yang 46% lebih cepat di CPU (skor 289.659 vs 214.198) dan 95% lebih cepat di GPU (skor 92.765 vs 47.551), dukungan 5G yang future-proof, layar 144Hz yang lebih mulus, kamera selfie 50MP yang lebih detail, perekaman video 4K, NFC untuk mobile payment, dan skor DxOMark 138 yang membuktikan kualitas kameranya. Ini adalah investasi cerdas untuk pengalaman smartphone yang jauh lebih premium dan tahan lama.
Skor: 88/100



