Dalam perbandingan performa, Samsung Galaxy S25 Ultra mencatatkan skor AnTuTu v11 sebesar 3.135.223, mengungguli Galaxy S26 yang berada di angka 2.825.000 pada v10. Meskipun S26 menggunakan chipset Exynos 2600 dengan fabrikasi 2nm yang superior secara efisiensi, Snapdragon 8 Elite pada S25 Ultra masih memegang kendali atas throughput grafis berkat GPU Adreno 830. Dari sisi display, S25 Ultra menawarkan panel WQHD+ (1440 x 3120 px) dengan densitas 505 ppi, yang secara visual jauh lebih tajam dibanding S26 yang hanya mengandalkan resolusi FHD+ (1080 x 2340 px) dengan 409 ppi. Bagi pengguna yang mengonsumsi konten multimedia resolusi tinggi, perbedaan ini sangat terasa.
Sektor kamera menjadi pembeda paling mencolok. S25 Ultra hadir dengan sensor utama 200MP ISOCELL HP2 yang didukung oleh konfigurasi lensa telephoto ganda, memberikan fleksibilitas zoom optik 3x dan 5x serta digital zoom hingga 100x. Sebaliknya, S26 memilih pendekatan minimalis dengan sensor 50MP dan telephoto 10MP yang hanya mampu melakukan zoom digital 30x. Jika Anda adalah tipe orang yang suka memotret bulan atau detail arsitektur dari jarak jauh, S26 akan membuat Anda meratapi keterbatasan lensanya dibandingkan S25 Ultra.
Konektivitas dan fitur tambahan juga menunjukkan perbedaan filosofis. S25 Ultra mempertahankan keunggulan dengan integrasi S-Pen dan baterai 5000 mAh yang lebih besar, meski harus menerima bobot 219g. S26 mencoba menarik segmen 'minimalist tech-enthusiast' dengan bodi hanya 7.2 mm dan berat 167g, namun harus mengorbankan kapasitas baterai menjadi 4300 mAh dan kecepatan charging yang tertahan di 25W. Di tahun 2026, pengisian daya 25W pada ponsel seharga 19 juta rupiah bisa dibilang sebagai lelucon teknis yang kurang lucu.
Secara software, keduanya setara dengan jaminan update 7 tahun, namun S25 Ultra masih menjalankan Android 15 sementara S26 sudah melangkah ke Android 16. Keduanya sudah mendukung standar Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4, memastikan perangkat tetap relevan untuk beberapa tahun ke depan. Namun, S25 Ultra tetap menjadi pilihan objektif bagi mereka yang memprioritaskan produktivitas dan hardware kelas berat, sementara S26 adalah perangkat bagi mereka yang lebih mementingkan estetika bodi tipis dan portabilitas di atas performa kamera dan durabilitas baterai.
2.8M
Samsung Galaxy S26
Rp 19.499.000
Harga pasar
⚡Antutu: 2.8M
💾12GB / 512GB
📷50 MP + 12.2 MP + 10 MP
🏆 Pilihan Terbaik
3.1M
Samsung Galaxy S25 Ultra
Rp 18.499.000
Harga pasar
⚡Antutu: 3.1M
💾12GB / 256GB
📷200 MP + 50 MP + 50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy S26
✅ Kelebihan
- Prosesor Exynos 2600 2nm yang sangat efisien dan bertenaga
- Desain ultra-tipis (7.2 mm) dan ringan (167g) yang sangat nyaman digenggam
- Penyimpanan internal besar 512GB dengan teknologi UFS 4.1
- Dukungan pembaruan perangkat lunak hingga 7 tahun
❌ Kekurangan
- Kapasitas baterai relatif kecil (4300 mAh) untuk standar 2026
- Kecepatan pengisian daya hanya 25W, terasa sangat tertinggal
- Resolusi layar FHD+ di kelas harga premium terasa kurang maksimal
Samsung Galaxy S25 Ultra
✅ Kelebihan
- Sistem kamera 200MP yang superior dengan fleksibilitas zoom hingga 100x
- Layar WQHD+ LTPO yang lebih tajam dan mendukung S-Pen
- Performa Snapdragon 8 Elite yang terbukti unggul di benchmark AnTuTu
- Baterai 5000 mAh dengan manajemen daya yang lebih solid
❌ Kekurangan
- Bobot perangkat cukup berat (219g) dan dimensi besar
- Penyimpanan dasar hanya 256GB dengan teknologi UFS 4.0 yang lebih lama
- Harga peluncuran yang sangat tinggi untuk perangkat tahun 2025
Rekomendasi
Samsung Galaxy S25 Ultra
Meskipun S26 memiliki fabrikasi chipset 2nm yang lebih baru, S25 Ultra tetap merupakan 'powerhouse' yang lebih lengkap. Kombinasi sensor 200MP, layar WQHD+, dan baterai 5000 mAh memberikan nilai fungsional yang jauh lebih tinggi bagi pengguna pro, dibandingkan S26 yang mengorbankan kapasitas baterai dan kecepatan charge demi estetika bodi tipis.
Skor: 88/100


