
Samsung Galaxy S25 FE
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy S25 FE
- Harga jauh lebih terjangkau (Rp 8.999.000 vs Rp 13.499.000) β selisih ~Rp 4,5 juta yang bisa dipakai beli TWS flagship
- Layar 6.7 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X 120Hz dengan Gorilla Glass Victus+ di depan-belakang dan frame aluminium β build quality kelas flagship
- Baterai 4900 mAh dengan fast charging 45W (65% dalam 30 menit) plus wireless 15W Qi2 dan reverse wireless β kombinasi charging paling lengkap di kelas harga
- Triple camera lengkap: 50MP OIS + 8MP telephoto 3x OIS + 12MP ultrawide β satu-satunya di sini yang punya optical zoom
- Video 8K@24/30fps dan 4K@120fps β kemampuan video yang bahkan iPhone 17 di sini tidak punya (4K@60fps max)
- Komitmen update software 7 major Android upgrades (One UI 8) β dukungan jangka panjang setara flagship
- USB 3.2 dengan OTG β transfer file jauh lebih cepat dari USB 2.0 milik iPhone
- Skor DxOMark Display 156 β lebih tinggi dari iPhone 17 (151)
- Harga per GB storage lebih murah meski kapasitas dasar 128GB
- Chipset Exynos 2400 (4nm) kalah jauh dari Apple A19 β Antutu total 2.209.433 vs 2.062.445 memang menang tipis, tapi GPU score 616.946 vs 768.095 menunjukkan gap gaming yang nyata
- Skor DxOMark Camera 118 vs 157 iPhone 17 β selisih 39 poin itu bukan lelucon, terutama di low-light dan konsistensi warna
- RAM 8GB dengan ROM dasar 128GB β di 2026, 128GB untuk flagship FE terasa pelit, apalagi tanpa slot microSD
- Bobot 190g dan dimensi 161.3 x 76.6 x 7.4mm β lebih besar dan berat dari iPhone 17 (177g)
- Refresh rate LTPO AMOLED 2X memang adaptif, tapi peak brightness 1900 nits kalah dari 3000 nits iPhone 17 β di bawah matahari terik bakal terasa bedanya
- Kamera selfie 12MP vs 18MP iPhone 17, dan tidak ada fitur depth/biometric sensor canggih
- Tidak ada audio jack (oke, ini 2026, tapi tetap saja), dan tidak ada DisplayPort output
- Ekosistem Samsung memang luas, tapi Exynos 2400 punya reputasi historis soal efisiensi termal yang perlu dibuktikan di penggunaan jangka panjang
Apple iPhone 17
- Chipset Apple A19 (3nm) β GPU score Antutu 768.095, tertinggi di perbandingan ini; gaming dan rendering video kelas atas
- Skor DxOMark Camera 157 β unggul 39 poin dari S25 FE, konsistensi warna dan low-light adalah wilayah Apple
- Layar 6.3 inci LTPO Super Retina XDR OLED 120Hz dengan peak brightness 3000 nits dan Ceramic Shield 2 β visibilitas outdoor terbaik
- Bobot 177g dan dimensi lebih ringkas (149.6 x 71.5 x 8mm) β jauh lebih nyaman untuk satu tangan
- Kamera utama 48MP f/1.6 sensor-shift OIS + 48MP ultrawide β dual 48MP dengan kualitas piksel yang konsisten
- Selfie 18MP multi-aspect dengan PDAF dan SL 3D depth β kualitas selfie dan Face ID sekelas flagship
- Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0 β konektivitas generasi terbaru yang belum ada di S25 FE (Wi-Fi 6E, BT 5.4)
- USB-C dengan DisplayPort β bisa output ke monitor eksternal, sesuatu yang tidak dimiliki S25 FE
- iOS 26 dengan ekosistem Apple yang solid, plus nilai jual kembali (resale value) yang historisnya lebih tinggi
- Storage dasar 256GB β dua kali lipat S25 FE
- Harga Rp 13.499.000 β selisih Rp 4,5 juta dari S25 FE, dan itu bukan uang kecil
- Baterai 3692 mAh β kapasitas terkecil di perbandingan ini, meski efisiensi A19 dan iOS membantu; tetap saja angka 3692 mAh di 2026 bikin geleng kepala
- Fast charging hanya 50% dalam 20 menit (PD3.2) dan wireless 25W MagSafe β kalah cepat dari 45W wired S25 FE
- Tidak ada telephoto β hanya wide + ultrawide; zoom 3x S25 FE adalah keunggulan yang tidak bisa dibantah
- Video maksimal 4K@60fps β tidak ada 8K, tidak ada 4K@120fps seperti S25 FE
- USB Type-C 2.0 β transfer file lambat, di harga 13 juta ini terasa seperti lelucon mahal
- Tidak ada reverse wireless charging (hanya reverse wired 4.5W)
- Update iOS memang panjang, tapi Apple tidak memberikan angka pasti jumlah major update seperti Samsung (7 tahun)
- Tidak ada barometer? Ada. Tapi tidak ada sensor fingerprint under-display β mengandalkan Face ID saja, yang bisa jadi masalah di beberapa skenario
Rekomendasi
Dengan selisih harga Rp 4,5 juta (33% lebih murah), Galaxy S25 FE menawarkan value proposition yang sulit dibantah: layar 6.7 inci LTPO AMOLED 2X 120Hz dengan skor DxOMark Display 156 (lebih tinggi dari iPhone 17), baterai 4900 mAh dengan 45W wired + 15W wireless Qi2 + reverse wireless, triple camera lengkap dengan telephoto 3x OIS, kemampuan video 8K dan 4K@120fps, USB 3.2, serta komitmen 7 major Android updates. iPhone 17 memang unggul di chipset (A19 dengan GPU score 768.095 vs 616.946), kamera (DxOMark 157 vs 118), dan konektivitas generasi baru (Wi-Fi 7, BT 6.0), tapi keunggulan itu dibayar dengan harga 50% lebih tinggi, baterai 3692 mAh yang terasa kurang, fast charging lebih lambat, dan tidak adanya telephoto. Untuk mayoritas pengguna β yang butuh baterai tahan lama, kamera serbaguna, charging cepat, dan harga masuk akal β S25 FE adalah pilihan yang lebih rasional. iPhone 17 tetap juara untuk content creator, gamer hardcore, dan pengguna yang sudah terikat ekosistem Apple, tapi mereka harus siap membayar premium untuk itu.



