Dalam perbandingan teknis antara Samsung Galaxy S24 FE dan POCO X8 Pro, terlihat kesenjangan generasi yang cukup mencolok. POCO X8 Pro hadir dengan layar AMOLED QHD beresolusi 1268 x 2756 piksel dan tingkat kecerahan puncak mencapai 3500 nits, sementara S24 FE masih terjebak di resolusi FHD+ (1080 x 2340) dengan kecerahan 1900 nits. Secara visual, POCO menawarkan kerapatan piksel 460 ppi yang jauh lebih tajam dibandingkan 385 ppi milik Samsung. Bagi pengguna yang mendambakan kejernihan layar maksimal untuk konsumsi konten, POCO jelas memenangkan pertarungan ini tanpa perlawanan berarti.
Dari sisi performa, perbedaan antara Exynos 2400e dan MediaTek Dimensity 8500 Elite bagaikan membandingkan sedan keluarga dengan mobil balap. POCO X8 Pro mencatatkan skor AnTuTu v11 sebesar 2.285.536, sedangkan S24 FE tertahan di angka 1.600.000 pada versi v10. Penggunaan storage UFS 4.1 pada POCO memberikan kecepatan transfer data yang jauh lebih responsif dibandingkan UFS 3.1 yang digunakan Samsung. Ini bukan sekadar angka di atas kertas; implikasinya adalah waktu loading aplikasi yang lebih singkat dan multitasking yang jauh lebih mulus pada POCO.
Sektor daya menjadi pukulan telak lainnya bagi Samsung. Dengan kapasitas baterai 6500 mAh dan fast charging 100W, POCO X8 Pro dirancang untuk penggunaan berat seharian penuh. Sebaliknya, S24 FE hanya dibekali baterai 4700 mAh dengan kecepatan charging 25W yang terasa sangat lambat di tahun 2026. Samsung mungkin masih unggul dalam durasi dukungan software (7 tahun security update), namun kenyamanan penggunaan harian POCO yang mampu mengisi daya secara instan jauh lebih relevan bagi pengguna modern yang tidak ingin terus-menerus terikat pada colokan listrik.
Konektivitas POCO X8 Pro juga lebih progresif dengan adopsi Bluetooth 6.0, dibandingkan Bluetooth 5.3 pada S24 FE. Meskipun Samsung tetap menawarkan keunggulan dalam hal integrasi ekosistem dan dukungan software jangka panjang yang stabil, spesifikasi hardware POCO yang jauh lebih mutakhir membuat S24 FE terasa seperti produk yang sudah usang bahkan sebelum masa pakainya habis. Secara objektif, Samsung menjual nama besar, sementara POCO menjual nilai performa murni per rupiah yang dikeluarkan.
🏆 Pilihan Terbaik
2.3M
POCO X8 Pro
Rp 5.399.000
Launch price
⚡Antutu: 2.3M
💾12GB / 512GB
📷50 MP + 8 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy S24 FE
✅ Kelebihan
- Dukungan update software jangka panjang (7 tahun security)
- Ekosistem Samsung yang matang dan fitur premium
- Kualitas build IP68 yang teruji
- Layar Dynamic AMOLED 2X yang sangat cerah
❌ Kekurangan
- Chipset Exynos 2400e tertinggal jauh di benchmark dibanding rival
- Kecepatan charging 25W terasa sangat kuno di tahun 2026
- Masih menggunakan storage UFS 3.1 yang lambat
- Harga peluncuran terlalu tinggi untuk spesifikasi yang ditawarkan
POCO X8 Pro
✅ Kelebihan
- Performa monster dengan skor AnTuTu 2.2M+
- Layar QHD dengan peak brightness 3500 nits yang superior
- Baterai jumbo 6500 mAh dengan pengisian 100W
- Storage UFS 4.1 dan RAM 12GB LPDDR5X yang sangat kencang
❌ Kekurangan
- Software HyperOS seringkali penuh dengan bloatware
- Kualitas kamera sekunder (wide-angle) minim detail
- Tidak ada dukungan kartu memori (meskipun storage internal sudah lega)
Rekomendasi
POCO X8 Pro
POCO X8 Pro menghancurkan Samsung Galaxy S24 FE di hampir setiap aspek teknis, mulai dari layar QHD, performa chip Dimensity 8500 Elite, hingga teknologi pengisian daya. Samsung hanya unggul di dukungan update software, namun itu tidak cukup untuk menutupi ketertinggalan spesifikasi hardware yang sangat signifikan.
Skor: 92/100




