Dari sisi Display & Design, kedua ponsel ini nyaris kembar secara dimensi: layar Super AMOLED 6.7 inci, resolusi 1080 x 2340 px (FHD+), densitas 385 ppi, dan aspek rasio 19.5:9. Tapi di detail, A26 5G unggul dengan refresh rate 120Hz dan Gorilla Glass 5, sementara A17 5G hanya 90Hz โ meski dilindungi Gorilla Glass Victus yang secara ketahanan gores lebih baik. A26 5G juga lebih tipis (7.7mm vs 7.5mm โ sebenarnya A17 lebih tipis, tapi A26 lebih ringan? Tidak, A26 200g vs A17 192g, jadi A17 lebih ringan). Perbedaan krusial ada di rating ketahanan: A26 5G memiliki IP67 (tahan air hingga 1 meter selama 30 menit), sedangkan A17 5G hanya IP54 (tahan cipratan). Untuk penggunaan sehari-hari di Indonesia yang sering hujan atau di dapur, IP67 adalah nilai tambah yang signifikan. Material keduanya plastik โ tidak ada kejutan di kelas harga ini.
Di sektor Performance, perbedaannya bak langit dan bumi. Galaxy A26 5G ditenagai Exynos 1380 (5nm) dengan skor AnTuTu total 756.465 (CPU 293.689, GPU 89.452, MEM 139.768, UX 233.556). Sementara Galaxy A17 5G memakai Exynos 1330 (5nm) dengan skor total 608.174 (CPU 248.088, GPU 42.913, MEM 129.402, UX 187.771). Artinya, A26 5G sekitar 24% lebih cepat secara keseluruhan, dan yang paling mencolok adalah GPU-nya yang hampir dua kali lipat lebih kuat (89.452 vs 42.913). Untuk gaming seperti Genshin Impact atau PUBG Mobile di setting medium-high, A26 5G akan jauh lebih stabil. Ditambah RAM 6GB (vs 4GB di A17), multitasking di A26 5G tidak akan secepat itu membunuh aplikasi latar belakang. SoC score juga bercerita sama: Exynos 1380 total 381.081 vs Exynos 1330 total 276.263 โ selisih 38%.
Baterai menjadi satu-satunya area di mana A17 5G sedikit unggul. Keduanya mengusung baterai Li-Ion 5000 mAh dengan fast charging 25W dan 1200 siklus charge. Namun berkat chipset Exynos 1330 yang lebih hemat daya dan layar 90Hz (vs 120Hz di A26), runtime per charge A17 5G mencapai ~44 jam, sedangkan A26 5G hanya ~37 jam. Selisih 7 jam ini nyata untuk pengguna berat, tapi tidak cukup untuk menutupi ketertinggalan di performa. Keduanya sama-sama tidak memiliki wireless charging โ wajar di kelas ini.
Untuk Connectivity, A26 5G lebih lengkap: NFC, eSIM, gyroscope, stereo speaker dengan Dolby Atmos, dan Bluetooth 5.3 dengan profil lengkap. A17 5G juga punya NFC dan Bluetooth 5.3, tapi tidak ada eSIM, tidak ada gyroscope (ini penting untuk beberapa game dan aplikasi AR), dan audio hanya mono. Keduanya sama-sama memiliki USB Type-C, OTG, jack audio tidak ada, dan slot microSD. Dalam hal navigasi, keduanya mendukung GPS, A-GPS, GLONASS, Beidou, QZSS, dan Galileo. Jadi untuk pembayaran digital dan navigasi, keduanya aman, tapi A26 5G lebih siap untuk masa depan dengan eSIM.
Software: Keduanya menjalankan Android 15 dengan komitmen update OS dan security 6 tahun dari Samsung. Ini nilai jual besar โ ponsel ini akan tetap mendapat patch keamanan hingga 2031. Tidak ada perbedaan signifikan di sini, kecuali A26 5G memiliki Widevine L1 (untuk streaming HD di Netflix, Disney+, dll) yang tidak tercantum di spesifikasi A17 5G โ ini bisa jadi masalah jika Anda suka nonton streaming. Fitur software Samsung seperti Knox, Secure Folder, dan One UI tetap sama di keduanya.
Kamera: A26 5G memiliki konfigurasi 50MP (f/1.8, OIS, PDAF) + 5MP ultrawide + 2MP depth, dengan kemampuan video 4K dan slow motion 480fps. A17 5G juga 50MP (f/1.8, OIS) + 5MP ultrawide + 2MP macro, tapi video maksimal hanya 1080p (tidak ada 4K) dan slow motion 120fps. Selfie: A26 5G 13MP f/2.2, A17 5G 13MP f/2.0 (lebih terang). Secara praktis, A26 5G lebih unggul untuk videografi karena 4K dan slow motion 480fps, sementara A17 5G hanya menang di aperture selfie yang sedikit lebih besar. Tidak ada data DxOMark untuk keduanya, tapi berdasarkan spesifikasi, A26 5G adalah pemenang jelas di sektor kamera.
Kesimpulan: Galaxy A26 5G adalah pemenang telak dalam perbandingan ini. Dengan harga lebih murah Rp500.000, Anda mendapatkan performa 24% lebih cepat, GPU 2x lebih kuat, RAM 50% lebih besar, layar 120Hz, IP67, stereo speaker, eSIM, gyroscope, dan video 4K. Galaxy A17 5G hanya unggul di daya tahan baterai (~44 jam vs ~37 jam) dan Gorilla Glass Victus. Kecuali Anda benar-benar prioritaskan baterai dan tidak peduli dengan performa, A26 5G adalah pilihan yang jauh lebih masuk akal. Membeli A17 5G di harga Rp4.999.000 terasa seperti membayar lebih untuk mendapatkan lebih sedikit โ dan itu bukanlah strategi yang cerdas.
๐ Pilihan Terbaik
574K

Samsung Galaxy A26 5G
Rp 4.499.000
Harga pasar
โกAntutu: 574K
๐พ6GB / 128GB
๐ท50 MP + 5 MP + 2 MP
520K

Samsung Galaxy A17 5G
Rp 4.999.000
Harga pasar
โกAntutu: 520K
๐พ4GB / 128GB
๐ท50 MP + 5 MP + 2 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy A26 5G
โ
Kelebihan
- Layar Super AMOLED 6.7 inci 120Hz dengan Gorilla Glass 5 dan sertifikasi IP67 (tahan air) โ kelasnya jarang di harga 4 jutaan
- Chipset Exynos 1380 (5nm) dengan skor AnTuTu ~756.465, jauh lebih kencang untuk gaming dan multitasking dibanding A17 5G
- Lengkap: NFC, eSIM, gyroscope, stereo speaker Dolby Atmos, dan slot microSD
- Kamera utama 50MP dengan OIS + PDAF + video 4K, ditambah slow motion 480fps
- Dukungan update OS & security 6 tahun โ nilai jual jangka panjang
- Bodi lebih tipis (7.7mm) dan bobot wajar (200g) dengan rating repairability baik
โ Kekurangan
- Harga lebih murah dari A17 5G tapi RAM 6GB vs 4GB โ justru A26 lebih unggul di sini, tapi tetap saja 6GB bukan RAM besar untuk 2026
- Material bodi masih plastik โ ya, di harga 4.5 juta kita memang belum bisa berharap aluminium
- Kamera wide-angle 5MP dan depth 2MP terasa filler alias pelengkap penderitaan
- Fast charging hanya 25W โ sementara kompetitor China sudah 67W+ di harga sama
- Exynos 1380 bukan chipset gaming kelas berat, masih kalah dari Dimensity/Helio kelas menengah
Samsung Galaxy A17 5G
โ
Kelebihan
- Layar Super AMOLED 6.7 inci FHD+ dengan Gorilla Glass Victus โ perlindungan layar lebih baik dari A26
- Bodi lebih ringan (192g) dan tipis (7.5mm) โ nyaman digenggam
- Daya tahan baterai lebih lama (~44 jam) berkat chipset Exynos 1330 yang lebih efisien
- Dukungan update OS & security 6 tahun โ sama seperti A26
- Harga sedikit lebih mahal tapi menawarkan Gorilla Glass Victus dan build lebih ringan
- Kamera selfie 13MP dengan aperture f/2.0 โ lebih terang dari A26 (f/2.2)
โ Kekurangan
- RAM hanya 4GB โ ini 2026, bukan 2018. Multitasking akan terasa sesak
- Chipset Exynos 1330 dengan skor AnTuTu ~608.174 โ jauh di bawah A26, GPU Mali-G68 MC4 hanya 42.913 (separuh dari A26)
- Refresh rate 90Hz โ ketinggalan dari 120Hz yang sudah standar di kelasnya
- Rating IP54 โ hanya tahan cipratan, bukan tahan air seperti IP67 di A26
- Tidak ada eSIM, tidak ada gyroscope (berpengaruh untuk AR/VR dan gaming tertentu)
- Tidak ada stereo speaker โ audio mono, kalah untuk konsumsi media
- Harga lebih mahal dari A26 tapi spesifikasi lebih rendah โ ini yang bikin bingung
Rekomendasi
Samsung Galaxy A26 5G
Secara objektif, Galaxy A26 5G adalah pilihan yang jauh lebih rasional. Dengan harga Rp4.499.000 (Rp500.000 lebih murah dari A17 5G), Anda mendapatkan chipset Exynos 1380 yang skor AnTuTu-nya 24% lebih tinggi (756.465 vs 608.174), GPU hampir 2x lebih kencang (89.452 vs 42.913), RAM 6GB vs 4GB, layar 120Hz vs 90Hz, sertifikasi IP67 vs IP54, stereo speaker, eSIM, gyroscope, dan kamera utama dengan OIS + video 4K. Satu-satunya keunggulan A17 5G adalah Gorilla Glass Victus dan daya tahan baterai sedikit lebih lama (~44 jam vs ~37 jam). Namun secara keseluruhan, A26 5G menang di hampir semua aspek penting. Membeli A17 5G di harga lebih mahal dengan spesifikasi lebih rendah adalah keputusan yang sulit dibenarkan secara logika.
Skor: 82/100






